JP Radar Kediri – Tak sedikit warga yang merasa penasaran bahkan sempat merasa merinding saat melihat mata kucing yang tampak menyala terang saat malam hari, terutama ketika tersorot lampu kendaraan atau cahaya dari senter.
Fenomena ini memang terlihat unik, namun sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah dan tidak ada hubungannya dengan hal-hal gaib.
Mata kucing memang memiliki struktur khusus yang berbeda dengan mata manusia. Di bagian belakang retina, terdapat lapisan reflektif bernama tapetum lucidum yang berfungsi layaknya cermin.
Lapisan ini bekerja dengan cara memantulkan kembali cahaya yang masuk ke mata agar kembali mengenai retina. Hasilnya, kucing bisa melihat lebih baik dalam kondisi gelap, bahkan ketika cahaya sangat minim.
Karena adanya pantulan inilah, mata kucing tampak seperti menyala atau bercahaya saat terkena sorotan lampu.
Warna pantulan tersebut bisa bervariasi, mulai dari hijau terang, kekuningan, hingga kebiruan, tergantung pada sudut datangnya cahaya dan pigmen di dalam mata si kucing.
Biasanya, efek menyala ini akan terlihat jelas ketika kucing sedang berada di tempat gelap dan tiba-tiba tersorot lampu dari kendaraan yang melintas atau cahaya dari senter.
Kemampuan melihat dalam gelap ini sangat berguna bagi kucing, terutama karena mereka termasuk hewan yang aktif di malam hari atau nokturnal.
Dengan struktur mata yang unik tersebut, kucing bisa berburu, berjalan, atau melompat dengan lincah di area yang nyaris tanpa penerangan.
Tak hanya kucing, beberapa hewan malam lainnya seperti anjing, rusa, dan rakun juga memiliki tapetum lucidum di matanya.
Namun, karena kucing lebih sering berada dekat dengan manusia dan aktif pada malam hari, fenomena mata menyala ini lebih sering terlihat pada mereka.
Jadi, jika suatu malam Anda melihat sepasang mata menyala dari balik semak atau di sudut gelap halaman rumah, tak perlu panik atau berpikir yang aneh-aneh.
Bisa jadi itu hanyalah kucing peliharaan yang sedang mengamati sekelilingnya dengan tajam, memanfaatkan keunggulan alami yang dimilikinya.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira