JP Radar Kediri – Pernahkah Anda mencium parfum yang baru disemprot dan merasa aromanya berbeda setelah beberapa menit?
Fenomena ini sering kali membingungkan, terutama saat seseorang mencoba parfum di toko dan mendapati aromanya berubah ketika digunakan di rumah.
Perubahan aroma ini sebenarnya adalah bagian dari karakteristik alami parfum yang dirancang dengan struktur kimia tertentu.
Parfum disusun dalam tiga tahapan aroma yang muncul secara bertahap, dimulai dari aroma paling ringan hingga yang paling bertahan lama.
Saat parfum pertama kali disemprot, aroma yang langsung tercium disebut sebagai aroma atas. Inilah wangi awal yang biasanya terasa segar, tajam, atau bahkan menyengat.
Aroma ini terdiri dari molekul-molekul ringan yang mudah menguap dan hanya bertahan beberapa menit.
Setelah aroma awal ini menghilang, barulah muncul aroma tengah, yang disebut juga sebagai jantung dari parfum.
Wangi ini mulai tercium sekitar 15 hingga 30 menit setelah pemakaian dan bertahan lebih lama daripada aroma atas.
Akhirnya, yang tersisa adalah aroma dasar, yaitu aroma yang bertahan paling lama di kulit.
Aroma dasar ini cenderung lebih hangat, lembut, dan memiliki karakter yang mendalam.
Perubahan aroma ini terjadi karena perbedaan tingkat penguapan dari masing-masing jenis senyawa di dalam parfum.
Baca Juga: Aroma Parfum Berubah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
Senyawa ringan menguap lebih cepat, sehingga aromanya cepat hilang, sementara senyawa berat memerlukan waktu lebih lama untuk menguap dan akan bertahan lebih lama di kulit.
Inilah sebabnya mengapa wangi parfum terasa berubah setelah beberapa waktu.
Selain itu, faktor lain yang memengaruhi perubahan aroma parfum adalah kondisi kulit. Kulit setiap orang memiliki tingkat keasaman, suhu, dan kadar minyak yang berbeda-beda.
Karakteristik ini dapat mempengaruhi cara parfum bereaksi dan berbaur di kulit. Akibatnya, parfum yang sama bisa tercium berbeda jika digunakan oleh dua orang yang berbeda.
Lingkungan juga turut berperan, seperti suhu udara dan kelembaban. Di tempat yang panas, parfum cenderung menguap lebih cepat, sehingga aroma dasar muncul lebih cepat pula.
Dengan memahami proses ini, kita bisa lebih bijak dalam memilih parfum.
Sebaiknya jangan menilai wangi parfum hanya dari aroma awal saat disemprot.
Berikan waktu agar parfum menunjukkan keseluruhan karakternya.
Dengan begitu, Anda bisa menemukan parfum yang benar-benar sesuai dengan selera dan kepribadian Anda.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira