JP Radar Kediri- Pernah dengar tentang burung rambatan Doraemon? Tenang, ini bukan versi terbang dari robot kucing yang suka keluar dari laci meja. Tapi julukan lucu untuk burung mungil berwarna biru cerah yang punya gaya hidup super unik.
Nama aslinya sih agak ribet: Velvet-fronted Nuthatch (Sitta frontalis), tapi sebutan "Doraemon" lebih melekat karena warna bulunya yang mirip tokoh kartun legendaris itu.
Burung ini adalah salah satu burung tercantik yang bisa kamu temukan di hutan-hutan tropis Asia, termasuk Indonesia. Meski ukurannya kecil, cuma sekitar 12–13 cm, gaya hidup dan penampilannya bisa bikin kamu terpana.
Nah, biar kamu makin kenal dengan si biru keren ini, yuk kita bahas 5 fakta unik tentang burung rambatan Doraemon yang pasti bikin kamu melongo!
1. Bisa Merambat di Pohon Seperti Spider-Man!
Burung biasa terbang dan hinggap, kan? Tapi burung ini punya kemampuan luar biasa: dia bisa merambat naik-turun batang pohon layaknya Spider-Man! Bahkan, dia bisa bergerak terbalik dengan kepala di bawah tanpa jatuh. Hal ini jarang banget ditemui di dunia burung, lho!
Cakar kakinya yang kuat dan tajam memungkinkan dia mencengkeram permukaan pohon dengan mudah. Ini membantu dia mencari makanan seperti serangga, larva, dan telur serangga yang tersembunyi di celah-celah kulit pohon.
2. Warna Bulu yang Bikin Silau!
Ciri paling mencolok dari burung ini tentu saja bulunya yang dominan biru cerah. Mulai dari biru muda, biru tua, sampai ungu kehitaman menyatu indah di sayap dan punggungnya. Bener-bener kelihatan seperti karakter kartun yang dicat rapi!
Selain itu, bagian wajahnya unik banget. Ada dahi hitam mengilap dan mata besar berwarna putih yang bikin ekspresinya selalu terlihat kaget. Nggak heran kalau banyak orang langsung jatuh hati saat pertama kali lihat.
3. Paruh Merah Menyala, Stylish Abis!
Warna bulu biru terang dikombinasikan dengan paruh merah cerah? Wah, gaya banget burung satu ini. Paruhnya yang ramping dan tajam ini sangat cocok untuk menusuk dan menarik makanan dari sela-sela kulit pohon.
Kalau dilihat sekilas, kombinasi biru-merah-putih ini emang bikin burung ini kelihatan seperti maskot yang sengaja didesain untuk mencuri perhatian.
4. Suara Kecil Tapi Menyengat
Meski kecil dan imut, burung ini bukan tipe yang diam-diam saja. Dia sering mengeluarkan suara seperti “tsit-tsit-tsit” yang pendek, cepat, dan tajam. Kalau kamu jalan-jalan di hutan dan dengar suara kayak gitu, coba tengok ke batang pohon—bisa jadi dia lagi sibuk cari makan!
Suara khas ini juga jadi cara mereka berkomunikasi saat bergerak dalam kelompok kecil. Meski nggak termasuk burung kicau andalan, tetap aja suara unik ini bikin dia mudah dikenali.
Baca Juga: Moonwalker dari Hutan Tropis: Aksi Unik Red-capped Manakin, Burung Penari dari Amerika Tengah
5. Suka Nongkrong Bareng Burung Lain
Burung rambatan Doraemon juga suka bersosialisasi. Dia sering terlihat gabung dalam mixed flock, alias rombongan campuran berbagai jenis burung yang cari makan bareng. Ini semacam geng burung dari berbagai spesies yang jalan bareng demi keamanan dan efisiensi.
Dengan ikut rombongan ini, mereka lebih cepat menemukan sumber makanan dan lebih aman dari predator. Seru banget ya, kayak piknik rame-rame di hutan!
Selain lima fakta di atas, masih banyak hal menarik dari burung ini. Misalnya soal kebiasaannya bersarang di lubang pohon, biasanya menggunakan celah alami atau bekas sarang burung lain. Dia nggak terlalu ribet soal rumah, yang penting aman dan nyaman buat bertelur.
Burung ini juga tersebar cukup luas di Asia. Kamu bisa menemukannya di India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, hingga ke Sumatra dan Kalimantan. Tapi sayangnya, deforestasi dan perubahan habitat bikin keberadaan mereka makin terancam.
Meski belum masuk kategori burung langka, penting banget buat kita menjaga hutan tempat mereka tinggal. Tanpa hutan, si burung Doraemon ini nggak bakal punya tempat bermain dan mencari makan lagi.
Buat kamu yang hobi fotografi alam atau birdwatching, burung ini jelas jadi target menarik. Warnanya kontras, ekspresinya lucu, dan gerakannya lincah—cocok banget buat dijadikan model dadakan di alam liar.
Di dunia para pengamat burung internasional, burung ini termasuk “bintang kecil” yang banyak dicari. Mereka rela jauh-jauh datang ke Asia demi melihat sendiri aksi si biru merambat ini. Keren kan?
Editor : Jauhar Yohanis