Golden Pheasant, Si Burung Cantik Bercorak Emas dari Tiongkok. Apa Istimewanya?
Nakula Agi Sada• Jumat, 16 Mei 2025 | 20:11 WIB
Burung Golden Pheasant dari Tiongkok
JP Radar Kediri – Burung Golden Pheasant mempunyai nama latin Chrysolophus pictus ini dikenal sebagai salah satu unggas tercantik di dunia karena kombinasi warnanya yang memukau.
Golden Pheasant berasal dari daerah pegunungan dan hutan lebat di barat daya Tiongkok. Karena kecantikannya yang luar biasa, burung ini kini banyak dibudidayakan di berbagai negara sebagai burung hias.
Penampilan yang Memukau
Burung jantan Golden Pheasant tampil mencolok dengan perpaduan warna emas cerah di kepala, jambul panjang, kerah oranye terang bergaris hitam, dada merah, punggung hijau metalik, dan sayap kebiruan.
Ekor panjang dengan pola bergaris cokelat dan hitam menambah kesan elegan dan anggun.
Sementara itu, burung betinanya memiliki warna yang lebih lembut, yakni cokelat keabu-abuan. Meskipun tampak lebih sederhana, warna ini membantu mereka berkamuflase saat bertelur di alam liar.
Ekornya menjuntai panjang. Bila diukur mulai ekor hingga paruh panjangnya mencapai 90 hingga 105 cm.
Di alam liar, Golden Pheasant hidup di hutan pegunungan dengan semak lebat. Mereka lebih sering berjalan atau berlari di tanah ketimbang terbang, namun mampu terbang cepat dalam jarak pendek saat merasa terancam.
Burung ini tergolong omnivora, memakan biji-bijian, dedaunan, buah-buahan, serta serangga kecil. Di penangkaran, mereka biasa diberi pakan biji yang dicampur sayuran dan suplemen tambahan.
Musim Kawin dan Perkembangbiakan
Musim kawin biasanya terjadi saat musim semi. Burung jantan akan melakukan pertunjukan menarik dengan mengembangkan bulu kerah dan ekornya sambil mengelilingi betina. Atraksi ini disertai suara-suara khas untuk menarik perhatian.
Burung betina biasanya bertelur 8 hingga 12 butir di tempat tersembunyi. Masa pengeraman berlangsung sekitar 22–23 hari. Anak-anak burung mulai belajar mencari makan sendiri beberapa hari setelah menetas.
Makna Budaya dan Konservasi
Golden Pheasant memiliki tempat khusus dalam budaya Tiongkok, sering dilambangkan sebagai simbol keberuntungan, keindahan, dan kemakmuran. Motif burung ini juga kerap muncul dalam seni tradisional dan kain khas Tiongkok.
Meskipun memiliki warna mencolok, burung ini cukup pintar bersembunyi. Warna-warna cerahnya justru menyatu dengan bayangan dan cahaya yang menembus dedaunan di habitat alaminya.
Bagi Anda yang tertarik memelihara Golden Pheasant, pastikan menyediakan kandang yang luas dan aman. Burung ini aktif dan membutuhkan ruang untuk bergerak bebas.
Pemberian pakan juga harus diperhatikan agar tetap sehat dan tampil menawan. Perpaduan biji-bijian, sayuran segar, dan suplemen akan menjaga kualitas bulu serta kondisi fisiknya. Faktor pencahayaan dan kelembapan udara juga penting dalam menjaga kesehatan burung ini.
Dengan perawatan yang baik, Golden Pheasant bisa hidup hingga 10–15 tahun, bahkan lebih lama di lingkungan yang optimal.