JP Radar Kediri – Squatter Pigeon! Bernama ilmiah Geophaps scripta, burung ini jelas bukan merpati biasa. Mulai dari cara berjalannya yang lebih sering di tanah hingga corak bulunya yang khas, burung ini memang punya daya tarik tersendiri.
Squatter Pigeon adalah burung asli Australia, terutama banyak ditemukan di kawasan Queensland. Berbeda dari burung merpati pada umumnya, mereka lebih suka berlari atau berjalan di tanah dibandingkan terbang. Karakternya unik dan cukup mudah dikenali.
Dari segi tampilan, burung ini punya warna cokelat keabu-abuan di bagian atas tubuh, sementara bagian bawahnya berwarna putih dengan corak bintik hitam. Yang paling mencolok adalah garis putih di wajahnya yang membuatnya tampak seperti memakai riasan alami!
Baca Juga: Burung Kedasih Nakal Sejak Lahir. Fakta Ilmiah Perilaku Parasitik dalam Reproduksi
Dengan panjang tubuh antara 26 hingga 30 cm, ukuran Squatter Pigeon termasuk sedang. Walau tak terlalu besar, mereka terlihat kokoh, apalagi mengingat kebiasaannya menjelajah darat ketimbang terbang di udara.
Habitat favorit burung ini adalah area sabana terbuka, hutan eukaliptus kering, serta semak-semak yang lapang. Mereka juga senang berada di lokasi yang tak jauh dari sumber air, karena itu menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup mereka.
Secara taksonomi, Squatter Pigeon memiliki dua subspesies. Pertama, Geophaps scripta scripta yang cukup luas persebarannya, dan kedua, Geophaps scripta peninsulae yang populasinya lebih terbatas dan kini masuk kategori terancam punah. Subspesies yang langka ini hanya ditemukan di bagian utara Queensland.
Baca Juga: Cucak Kopi: Burung Kicau Bersuara Merdu dan Perawatan Mudah
Meski termasuk burung jinak dan tidak terlalu takut pada manusia, Squatter Pigeon tetap sigap. Saat merasa terancam, mereka memilih kabur dengan berlari dulu sebelum akhirnya terbang.
Soal makanan, burung ini tergolong omnivora ringan. Mereka mengonsumsi biji-bijian, tumbuhan kecil, dan sesekali serangga. Pola makan ini membuat mereka cukup fleksibel dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan.
Dalam kesehariannya, Squatter Pigeon cenderung soliter atau hidup dalam kelompok kecil. Namun saat musim kawin tiba, mereka jadi lebih sosial dan aktif mencari pasangan. Waktu berkembang biaknya biasanya dimulai saat musim semi hingga musim panas—saat pasokan makanan berlimpah dan cuaca mendukung.
Sarangnya sederhana saja, hanya cekungan kecil di tanah yang dilapisi daun atau rumput kering. Burung betina biasanya bertelur dua butir berwarna putih bersih, dan kedua induk akan menjaga anak hingga mereka cukup besar untuk mandiri. Masa inkubasi berlangsung sekitar 17–19 hari.
Editor : Jauhar Yohanis