JP Radar Kediri - Banyak orang menggunakan parfum sebagai bagian dari penampilan sehari-hari.
Aroma yang harum dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri serta memberikan kesan positif kepada orang lain.
Namun, tak jarang seseorang merasa sudah menyemprotkan parfum dalam jumlah yang cukup, tetapi orang lain sama sekali tidak mencium aromanya.
Situasi ini kerap menimbulkan kebingungan dan pertanyaan, mengapa aroma parfum tidak tercium orang lain?
Salah satu penyebab utamanya adalah adaptasi olfaktori, yaitu kondisi ketika indera penciuman kita terbiasa dengan suatu aroma sehingga berhenti meresponsnya.
Fenomena ini terjadi secara alami. Ketika kita mengenakan parfum yang sama setiap hari, hidung akan menganggap aroma tersebut sebagai bagian dari latar belakang lingkungan, bukan sesuatu yang baru atau mencolok.
Karena itulah, kita merasa parfumnya tidak lagi harum, padahal aroma tersebut masih ada dan mungkin tetap tercium oleh orang lain.
Namun, jika orang lain pun tidak mencium aroma parfumnya, bisa jadi penyebabnya bukan hanya soal adaptasi penciuman.
Salah satu kemungkinan lainnya adalah jenis dan konsentrasi parfum yang digunakan.
Parfum memiliki berbagai tingkat konsentrasi, seperti eau de cologne, eau de toilette, eau de parfum, hingga extrait de parfum.
Masing-masing memiliki kadar minyak esensial yang berbeda, yang memengaruhi seberapa kuat dan tahan lama aroma yang dihasilkan.
Semakin rendah konsentrasinya, semakin cepat pula aromanya menguap dari kulit.
Kondisi kulit pun memengaruhi daya tahan parfum. Kulit yang kering cenderung membuat aroma lebih cepat menguap, karena parfum tidak memiliki “pegangan” untuk bertahan lama.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan kulit, misalnya dengan menggunakan pelembap tanpa aroma sebelum mengaplikasikan parfum.
Faktor lingkungan juga tidak bisa diabaikan. Cuaca panas, ruangan ber-AC, atau aktivitas yang membuat tubuh berkeringat dapat memengaruhi cara parfum bekerja.
Dalam beberapa kasus, parfum justru tersebar lebih cepat saat cuaca panas, tetapi juga lebih cepat menghilang.
Sebaliknya, di suhu dingin, aroma bisa bertahan lebih lama namun penyebarannya tidak secepat di udara hangat.
Terakhir, ada kemungkinan bahwa parfum yang digunakan tidak cocok dengan pH tubuh.
Komposisi kimia tubuh setiap orang berbeda-beda, dan parfum akan bereaksi dengan cara yang unik pada tiap individu.
Sebuah aroma bisa terasa sangat kuat pada satu orang, tetapi nyaris tidak tercium atau bahkan berubah bau pada orang lain, meskipun parfumnya sama.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira