JP Radar Kediri- Kalau kamu pernah nonton film atau dokumenter yang menampilkan ular besar dari India, kemungkinan besar itu adalah sanca India. Ular yang satu ini punya nama ilmiah Python molurus, dan meskipun penampilannya kalem, dia tetap bagian dari keluarga besar ular raksasa yang mengesankan.
Sanca India banyak ditemukan di wilayah India, Nepal, Sri Lanka, dan Pakistan. Mereka senang hidup di daerah hutan, padang rumput, hingga area pertanian yang dekat dengan air. Sama seperti sanca-sanca lainnya, mereka juga jago berenang dan suka berada di sekitar sungai atau danau.
Penampilan sanca India sekilas mirip dengan sanca bodo, tapi ada beberapa perbedaan. Kulitnya biasanya berwarna lebih terang, dengan corak berbentuk mirip huruf U atau setengah lingkaran berwarna cokelat tua di atas latar krem atau keabu-abuan. Kalau sanca bodo kelihatan lebih "gelap dan garang", sanca India tampil lebih "adem dan elegan".
Ukuran sanca India bisa mencapai 3 sampai 6 meter, tapi biasanya lebih ringan dari sanca bodo. Mereka termasuk ular yang lambat, tapi punya tenaga lilitan yang luar biasa. Mereka akan membelit mangsa seperti tikus, burung, atau bahkan kijang kecil hingga tidak bisa bernapas.
Sanca India juga tergolong pemalu. Mereka lebih suka menghindari manusia dan akan diam atau kabur jika diganggu. Tapi tentu saja, kalau sudah merasa terancam atau terpojok, mereka bisa menyerang dengan lilitan mematikan. Jadi, tetap harus hati-hati kalau ketemu di alam.
Yang menarik, sanca India termasuk ular yang dilindungi di beberapa negara asalnya. Mereka sering jadi target perburuan untuk kulit dan dagingnya. Beberapa budaya bahkan menggunakan bagian tubuh ular ini untuk obat tradisional—padahal, praktik ini sudah banyak dilarang.
Dalam budaya India, ular punya tempat khusus. Beberapa kisah mitologi dan festival seperti "Nag Panchami" melibatkan pemujaan terhadap ular, termasuk sanca. Jadi nggak heran kalau mereka dianggap hewan yang sakral di sana.
Sanca India juga berkembang biak dengan cara bertelur, biasanya hingga 100 butir per musim. Betina akan menjaga telurnya sampai menetas, dan bayi ular yang lahir langsung bisa mandiri. Naluri survival mereka sudah aktif sejak hari pertama.
Meski tidak sepopuler sanca kembang atau sanca bodo di kalangan penghobi reptil, sanca India tetap punya pesona. Coraknya yang kalem, sifatnya yang tenang, dan perannya dalam ekosistem menjadikannya salah satu ular besar yang patut dihormati. Si anggun dari India ini memang bukan ular biasa! (***)
Editor : Jauhar Yohanis