Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sanca Bodo, Ular Raksasa Berpenampilan Tenang Tapi Mematikan

Nakula Agi Sada • Sabtu, 3 Mei 2025 | 00:20 WIB

Ular Sanca Bodo beberapa hari setelah menetas
Ular Sanca Bodo beberapa hari setelah menetas

JP Radar Kediri- Satu lagi ular raksasa dari Asia Tenggara yang mencuri perhatian dunia: sanca bodo (Python bivittatus). Meski namanya terdengar jenaka, ular ini sama sekali bukan makhluk yang bisa disepelekan. Dengan panjang mencapai lebih dari 5 meter dan berat yang bisa melewati 90 kilogram, sanca bodo masuk jajaran ular terbesar di dunia.

Berbeda dari sepupunya yang lebih terkenal, sanca kembang, sanca bodo punya karakter yang lebih kalem. Namun, di balik sikap tenangnya, tersimpan kekuatan lilitan yang mematikan—cukup untuk melumpuhkan mangsa berukuran besar.

Asal Usul dan Habitat

Sanca bodo berasal dari berbagai wilayah di Asia Tenggara, mulai dari Myanmar, Thailand, hingga Indonesia bagian barat. Habitat alaminya meliputi sawah, semak belukar, dan sekitar perairan. Keahlian berenangnya membuat ular ini kerap muncul di pinggir sungai atau kanal.

Kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan manusia menjadikannya sering ditemukan di sekitar permukiman. Meski begitu, ular ini jarang menyerang tanpa sebab.

Baca Juga: Sanca Kembang, Ular Raksasa Asia Tenggara yang Cantik, Mematikan, dan Perlu Dilindungi

Ciri Khas dan Penampilan

Kulit sanca bodo didominasi warna cokelat kekuningan, dengan corak hitam membentuk pola menyerupai jam pasir di sepanjang punggung. Dibandingkan sanca kembang, pola ini lebih sederhana namun tetap mencolok—terutama setelah ular ini berganti kulit, tampak bersih dan mengilap.

Perilaku: Tenang Tapi Mematikan

Secara umum, sanca bodo memiliki temperamen tenang dan cenderung menghindar dari manusia. Namun, bila merasa terancam, ia bisa berubah jadi predator berbahaya. Mangsa favoritnya termasuk unggas, anjing kecil, bahkan babi.

Metode berburu sanca bodo mirip dengan jenis python lainnya: menyergap, menggigit, lalu melilit erat hingga mangsa kehabisan napas.

Reproduksi 

Betina sanca bodo dikenal sangat produktif. Mereka bisa bertelur hingga 100 butir dalam satu musim. Yang menarik, ular ini mampu menghasilkan panas tubuh dengan menggetarkan otot demi menjaga suhu inkubasi telur tetap stabil. Sebuah strategi alamiah yang jarang ditemukan pada reptil lainnya

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kobra dan King Kobra. Dua Ular Berbisa yang Mematikan

Invasif di Amerika, Ikonik di Asia

Nama sanca bodo juga dikenal luas di luar habitat aslinya, terutama di Florida, Amerika Serikat, di mana ular ini menjadi spesies invasif yang merusak ekosistem Everglades. Populasi yang lepas dari penangkaran berkembang tanpa kendali, memangsa fauna lokal, dan mengganggu rantai makanan alami.

Peliharaan Eksotik dengan Risiko Besar

Popularitas sanca bodo sebagai hewan peliharaan eksotik terus meningkat. Namun, ukuran tubuhnya yang besar, kebutuhan ruang, serta potensi bahayanya membuat ular ini tidak cocok untuk pemula. Perlu pengalaman, fasilitas memadai, dan kedisiplinan tinggi untuk merawatnya dengan aman.

Baca Juga: Mengenal Beragam Jenis Gecko Si Tokek Imut. Adakah yang Belum Anda Miliki?

Ancaman Perburuan dan Peran Ekologis

Meski kuat, sanca bodo juga rentan terhadap perburuan liar, terutama untuk kulitnya yang digunakan sebagai bahan tas, ikat pinggang, hingga sepatu. Padahal, ular ini memainkan peran penting dalam mengontrol populasi hewan pengerat yang merugikan manusia.

Editor : Jauhar Yohanis
#Bodo #raksasa #ular sanca #Habitat