JP Radar Kediri – Air liur yang keluar secara berlebihan pada hewan peliharaan seperti kucing dan anjing memang tidak bisa dianggap sepele.
Meskipun anjing secara alami lebih banyak mengeluarkan air liur dibandingkan kucing, jika jumlahnya tidak wajar, patut diwaspadai.
Dokter hewan klinik ASA, Nadlarotunna’imma atau yang akrab disapa drh. Nana, mengungkapkan bahwa ada berbagai penyebab hewan, terutama kucing, mengalami kondisi ini.
“Banyak yang menyebabkan kucing mengeluarkan air liur secara berlebihan,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Waspadai Calicivirus hingga Karang Gigi
Menurut drh. Nana, salah satu penyebab utama kucing mengalami mulut berliur secara terus-menerus adalah infeksi virus, salah satunya calicivirus. Virus ini bisa menular antar kucing maupun dari lingkungan yang tidak steril.
Gejala awal calicivirus antara lain sariawan parah, bau mulut, hingga diare berbau. “Biasanya kucing dengan diare baunya menyengat dan bagian anus terlihat kotor karena lemas dan tidak bisa grooming sendiri,” jelasnya.
Tak hanya mengganggu nafsu makan, virus ini juga menyebabkan gangguan penciuman yang membuat hewan peliharaan enggan makan. Hal ini tentu bisa berdampak pada penurunan berat badan secara drastis.
Namun, jika anabul masih bisa makan normal, telinga bersih, dan tidak diare, kemungkinan besar penyebab air liur berlebih adalah karang gigi.
“Kalau dicek mulutnya, biasanya ada karang gigi. Itu bisa diatasi dengan scaling di klinik,” tambahnya.
Solusi Perawatan Gigi: Scaling hingga Makanan Kering
Scaling atau pembersihan gigi secara profesional bisa dilakukan di klinik hewan. Tapi jika tidak memungkinkan, bisa diatasi secara alami.
“Salah satunya dengan memberi makanan kering. Itu bisa membantu mengikis karang gigi secara alami,” jelas drh. Nana.
Ia menyarankan agar makanan basah tidak diberikan terlalu sering. “Pemberian makanan basah cukup satu saset sehari. Kalau berlebihan, justru bisa mempercepat timbulnya karang gigi,” tegasnya.
Karang gigi yang dibiarkan bisa menyebabkan gigi copot dan gangguan mulut lainnya. Maka dari itu, perawatan gigi pada anabul harus rutin dilakukan.
Bisa Jadi Karena Trauma Fisik
Selain calicivirus dan karang gigi, penyebab lain yang perlu diwaspadai adalah trauma fisik, seperti tertabrak kendaraan.
“Kalau rahangnya dislokasi karena tertabrak, biasanya akan terus berliur karena bentuk mulut tidak kembali sempurna,” ungkapnya.
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan oleh dokter hewan sangat diperlukan untuk mengetahui penanganan lebih lanjut. (ara)
Editor : Jauhar Yohanis