Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sama-Sama Bikin Gemas, Ini Bedanya Aegyo dan Kawai

Internship Radar Kediri • Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:00 WIB
Sama-Sama Bikin Gemas, Ini Bedanya Aegyo dan Kawai
Sama-Sama Bikin Gemas, Ini Bedanya Aegyo dan Kawai

JP Radar Kediri - Bagi para penonton setia drama Korea (drakor) dan anime Jepang, mungkin sudah tak asing dengan dua istilah yang sering muncul: aegyo dan kawai.

Keduanya sama-sama menggambarkan ekspresi yang lucu, manja, dan menggemaskan. Namun, apakah keduanya benar-benar sama?

Secara sekilas, aegyo dan kawai memang terlihat serupa karena sama-sama muncul dalam adegan-adegan penuh imut-imut.

Entah itu lewat tokoh perempuan yang merayu dengan suara manja, atau karakter laki-laki yang tiba-tiba berubah jadi malu-malu dan penuh ekspresi menggemaskan. Tapi kalau ditelisik lebih dalam, keduanya punya asal usul dan karakteristik yang berbeda.

Aegyo berasal dari budaya Korea, yang merujuk pada sikap lucu, manja, dan menyenangkan yang sering ditampilkan dalam interaksi sosial.

Di drama Korea, aegyo biasanya muncul dalam bentuk suara yang dibuat lebih tinggi dari biasanya, senyum malu-malu, dan gerakan tangan seperti membentuk hati atau menutup wajah dengan gaya imut.

Ekspresi ini kerap digunakan untuk menggoda pasangan, meminta maaf, atau sekadar mencairkan suasana.

Sementara itu, kawai berasal dari bahasa Jepang yang berarti "imut" atau "menggemaskan." Namun konsep kawai lebih luas. Tidak hanya merujuk pada ekspresi atau perilaku, tapi juga pada penampilan fisik, gaya berpakaian, bahkan desain karakter dalam anime.

Dalam anime, karakter kawai biasanya punya mata besar, suara lembut, dan gerakan yang terlihat canggung namun menggemaskan. Kawai bukan cuma soal ekspresi, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan estetika visual Jepang.

Jadi, meski keduanya punya kesamaan dalam memberi kesan lucu dan menyenangkan, aegyo lebih mengarah ke cara berperilaku secara sadar untuk mencuri perhatian, sedangkan kawai lebih ke penampilan dan citra keseluruhan yang dianggap menggemaskan.

Tren ini kemudian menyebar ke berbagai negara lewat media sosial. Banyak penggemar drakor menirukan gaya aegyo saat membuat konten TikTok, sementara penggemar anime mencoba gaya kawai dengan cosplay atau filter bergaya anime.

Bahkan di Indonesia, ekspresi semacam ini sering jadi bahan konten yang menarik perhatian pengguna media sosial.

Kehadiran aegyo dan kawai di dunia hiburan Asia Timur menunjukkan bahwa ekspresi manja dan imut punya tempat tersendiri di hati penonton.

Tak hanya sekadar gaya, tapi juga menjadi bagian dari identitas budaya pop yang terus berkembang dan memengaruhi banyak aspek kehidupan, mulai dari fashion hingga gaya berbicara.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Lucu #imut #jepang #perbedaa #Korea Selatan