Sinopsis Resident Evil 2026, Film Horor Legendaris yang Tayang di Bioskop Hari Ini 16 September

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:08 WIB
Resident Evil 2026
Resident Evil 2026

JP Radar Kediri –Film horor legendaris berjudul Resident Evil garapan sutradara Zach Cregger resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu (16/9/2026). 

Menariknya, penonton tanah air bisa bernapas lega karena film ini tayang dua hari lebih cepat dibanding jadwal rilis global yang ditetapkan Sony Pictures pada 18 September 2026.

Mengusung judul murni Resident Evil tanpa embel-embel subjudul, film ini menandai reboot total dari akarnya. 

Baca Juga: Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih Siap Mengguncangkan Bioskop Indonesia 2026

Artinya, cerita ini sama sekali tidak terikat atau menjadi kelanjutan dari seri-seri terdahulu, baik lini masa film yang dibintangi Milla Jovovich maupun Welcome to Raccoon City (2021).

Zach Cregger, sosok di balik film horror sukses Weapons dan Barbarian, menggandeng Shay Hatten (John Wick) untuk meracik naskah orisinal. Cregger bahkan blak-blakan menyebut bahwa proyek ini berdiri sendiri di luar pakem film-film pendahulunya.

“That’s an original screenplay, by the way. It’s a weird story. I wrote it, and I love the story. It has nothing to do with any of the other ‘Resident Evil’ movies,” ujar Cregger kepada IMDb.

Sinopsis Resident Evil (2026)

Kisah bermula ketika Bryan, seorang kurir pembawa paket medis berharga, harus berpacu dengan waktu menuju Raccoon City General Hospital. Tugasnya krusial: mengantar paket tepat waktu sebelum ancaman wabah meluas.

Namun, situasi mendadak berubah kacau balau. T-virus telah bocor dan memicu mutasi biologis yang mengerikan pada makhluk hidup. Dalam sekejap, rute pengantaran harian berubah menjadi zona merah penuh ancaman.

Baca Juga: Film Jangan Lupa Bahagia Sudah Tayang di Seluruh Bioskop Indonesia, Simak Sinopsisnya!

Di sinilah letak perbedaan terbesar film ini. Bryan bukanlah seorang agen khusus, anggota kepolisian, atau pahlawan bertubuh kekar. Ia hanyalah manusia biasa—orang awam yang berada di tempat dan waktu yang paling salah.

Ketika jalanan dipenuhi oleh gerombolan mutan dan manusia yang berubah menjadi zombi haus darah, Bryan harus mengandalkan insting bertahan hidup murni untuk keluar dari malam jahanam tersebut.

Meskipun alurnya tidak diadaptasi mentah-mentah dari game tertentu, Cregger memastikan seluruh elemen esensial khas Resident Evil tetap terjaga—mulai dari ketegangan teror biologis, kota yang mati, hingga kengerian makhluk-makhluk mutannya.

"Bryan itu seperti avatar orang biasa, yang dihadapkan pada situasi yang sama sekali tak ia harapkan," ungkap Cregger.

"Ia bukan pahlawan super. Ia tidak pintar berantem atau menggunakan senjata. Ia bereaksi seperti kita-kita, orang biasa, ketika terjebak dalam situasi penuh zombi dan makhluk mutan yang buas. Itu yang akan membuat karakternya jauh lebih relate," pungkas sutradara sekaligus komedian tersebut.

Terjebak Malam Berdarah di Raccoon City

Fokus cerita kali ini terasa lebih intim dan menegangkan. Alih-alih menggunakan format ansambel dengan banyak karakter jagoan, film ini mengikuti perjalanan satu protagonis tunggal bernama Bryan (Austin Abrams).

Ia adalah seorang kurir medis biasa yang mendapat tugas rutin mengantarkan organ transplantasi antar-rumah sakit. Namun, misi sederhana itu berubah menjadi teror satu malam penuh saat ia terjebak di tengah gelombang wabah mengerikan di Raccoon City.

Di jajaran pendukung, film ini turut diramaikan oleh aktor-aktor mumpuni seperti Paul Walter Hauser (The Fantastic Four: First Steps), Zach Cherry, dan Kali Reis. 

Uniknya, Cregger mengaku tidak pernah menonton film Resident Evil sebelumnya. Ia justru menyelami langsung sumber aslinya dari seri permainan (video game), khususnya Resident Evil 2 (1998), Resident Evil 3: Nemesis (1999), dan Resident Evil 4, demi meracik atmosfer horror yang paling autentik.

Editor : Shinta Nurma Ababil
resident evil 2026 sinopsis resident evil 2026 resident evil film bioskop film horor