Kediri Records Market Perdana Siap Digelar, Perkuat Kultur Musik Independen 

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 22:43 WIB
Kediri Records Market siap di gelar perdana pekan ini.
Kediri Records Market siap di gelar perdana pekan ini.

KEDIRI, JP Radar Kediri — Kota Kediri akan segera memiliki sejarah baru dalam skena musik independen. Untuk pertama kalinya, Kediri Records Market: Rewind, Relive, & Rediscover akan digelar pada 1–2 Agustus 2026 di arumpala kopi, menghadirkan pasar rilisan fisik yang menjadi ruang temu bagi kolektor, musisi, record label, record store, hingga penikmat musik dari berbagai daerah.

Menariknya, gelaran ini lahir dari inisiatif sederhana dua pegiat musik Kediri, Yossi Yoseanno dan Ridwan Akbar, yang membawa semangat Do It Yourself (DIY).

Berangkat dari minimnya ruang bagi kultur musik independen di Kediri, keduanya berupaya menghadirkan sebuah wadah yang mampu mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem musik tanpa harus menunggu dukungan dari promotor besar.

Baca Juga: Merawat Ratusan Rilisan Fisik, Begini Perjalanan Yossi Yoseanno di Scene Musik Underground Kediri

Menurut penyelenggara, Kediri Records Market lahir sebagai ruang untuk merayakan sekaligus melestarikan sejarah musik melalui budaya koleksi rekaman fisik. Event yang dipusatkan di Kota Kediri ini tidak hanya menjadi pasar rilisan fisik.

Tetapi juga wadah yang mempertemukan penjual rekaman, record label, pelaku merchandise, musisi, hingga para penikmat musik dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap jejak perjalanan musik, khususnya skena independen, dapat terus terdokumentasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kami terinspirasi dari ungkapan Verba volant, scripta manent. Apa yang hanya diucapkan akan berlalu, sedangkan apa yang terdokumentasi akan tetap ada. Semangat itu yang kami bawa dalam penyelenggaraan Kediri Records Market" ujar ridwan. 

Mengusung tema “Rewind, Relive, & Rediscover”, acara ini mengajak masyarakat kembali merasakan pengalaman menikmati musik melalui rilisan fisik.

Beragam format seperti kaset, CD, hingga piringan hitam (vinyl) akan dipamerkan dan diperjualbelikan, menghadirkan nostalgia sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap karya musisi.

Sebanyak 23 tenant dipastikan ambil bagian dalam penyelenggaraan perdana ini. Mereka terdiri dari record store, record label, hingga distributor merchandise resmi band yang berasal dari Kediri maupun sejumlah kota lain di Jawa Timur.

Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan mampu membuka jaringan kolaborasi baru sekaligus memperkuat geliat musik independen di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Tidak hanya menjadi tempat berburu rilisan fisik, Kediri Records Market juga menyuguhkan berbagai program pendukung yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Mulai dari Listening Corner untuk menikmati koleksi musik, Sharing Session yang menghadirkan diskusi seputar industri musik independen, hingga Visual Mapping yang memadukan unsur seni visual dengan atmosfer musik.

Panitia menyebut, records market ini bukan sekadar kegiatan jual beli, melainkan langkah awal membangun ekosistem musik independen yang lebih sehat dan berkelanjutan di Kota Kediri.

Baca Juga: Santaro Band, Grup Musik Disabilitas yang Gaungkan Isu Sosial, Ajang Bukti Masih Bisa Berdaya dan Berkarya

“Kami ingin menunjukkan bahwa acara seperti ini bisa diwujudkan meski dimulai dari skala kecil. Tidak harus menunggu dukungan besar untuk membangun sesuatu yang berdampak. Dengan semangat DIY dan dukungan komunitas, kami percaya ruang seperti ini bisa terus tumbuh,” ujar yossi, salah satu inisiator.

Di tengah dominasi platform streaming, keberadaan records market menjadi pengingat bahwa rilisan fisik masih memiliki daya tarik tersendiri. Bagi banyak penikmat musik, kaset, CD, maupun vinyl bukan hanya media pemutar lagu, tetapi juga karya seni yang menyimpan nilai historis, artistik, dan emosional.

Penyelenggaraan perdana Kediri Records Market diharapkan menjadi titik awal lahirnya agenda musik tahunan di Kota Kediri.

Lebih dari sekadar pasar rilisan fisik, acara ini menjadi simbol tumbuhnya kultur musik independen yang dibangun secara kolektif, membuktikan bahwa semangat DIY masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga denyut skena musik lokal tetap hidup.

Versi ini disusun dengan gaya berita musik dan hiburan yang lebih mengalir, feature ringan, namun tetap mempertahankan nilai berita dan informasi utama.

Editor : Andhika Attar Anindita
scene underground kediri records market kediri 2026