Polemik Kartu Kredit dan Nafkah Anak Ruben Onsu dan Sarwendah, Makin Memanas?

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 16:52 WIB
Ruben Onsu (Foto: Abdul Rahman/JawaPos.com)
Ruben Onsu (Foto: Abdul Rahman/JawaPos.com)

JP Radar Kediri — Babak baru mewarnai hubungan antara mantan pasangan selebritas Ruben Onsu dan Sarwendah. Meski telah resmi bercerai pada 2024 lalu, persoalan finansial keluarga ini kembali mencuat ke publik.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben Onsu secara terbuka mengungkapkan adanya masalah terkait transparansi penggunaan kartu kredit serta alokasi dana nafkah anak yang selama ini ia gelontorkan setiap bulan.

Baca Juga: Hubungan dengan Anak Renggang, Ruben Onsu Beberkan Penyebab Anaknya Tidak Suka Kepada Dirinya

Berikut adalah poin-poin utama polemik finansial antara Ruben Onsu dan Sarwendah:

-Tuntutan Pembayaran Rutin, Ruben Onsu diminta oleh Sarwendah untuk menanggung separuh dari total tagihan kartu kredit setiap bulannya dengan dalih untuk keperluan ketiga anak mereka.

-Minimnya Transparansi, Ruben selalu memenuhi kewajibannya secara konsisten, namun ia tidak pernah menerima rincian transaksi atau daftar belanja secara transparan.

-Nilai Tagihan Fantastis, Tagihan bulanan yang harus dibayar Ruben mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sebagai contoh, jika total tagihan mencapai Rp 100 juta, Ruben diminta membayar Rp 50 juta tanpa tahu rincian penggunaannya.

-Nafkah Pasca-Cerai, Sejak resmi bercerai pada 2024 hingga 2026 ini, Ruben juga rutin mengirimkan dana bulanan dengan nilai lebih dari Rp 200 juta di luar tagihan kartu kredit, namun lagi-lagi tanpa rincian penggunaan yang jelas.

Bukan Soal Nominal, Melainkan Keterbukaan

Minola Sebayang menegaskan bahwa keberatan yang dirasakan oleh kliennya sama sekali bukan karena Ruben keberatan menafkahi anak-anaknya. Sebagai seorang ayah, Ruben Onsu disebut tidak pernah menolak kewajiban finansial demi buah hatinya.

Baca Juga: Heboh Kabar Ruben Onsu Utang Bank Rp10 Miliar untuk Renovasi Rumah Demi Turuti Keinginan Sarwendah 

Kendati demikian, pihak Ruben menilai permintaan atas keterbukaan rincian pengeluaran merupakan hal yang sangat wajar dan mendasar, mengingat nominal yang dikeluarkan setiap bulannya tidaklah kecil.

“Misalnya tagihannya Rp 100 juta, bayar Rp 50 juta setengahnya. Tapi Ruben tidak pernah lihat tagihan yang sesungguhnya berapa, penggunaannya untuk apa,” ujar Minola Sebayang saat menjelaskan duduk perkara kepada awak media.

Sayangnya, setiap kali pihak Ruben mencoba meminta perincian atau item pengeluaran dari tagihan kartu kredit tersebut, permintaan itu tidak pernah dipenuhi oleh Sarwendah. Ruben hanya diposisikan sebagai pihak pembayar tanpa memiliki akses informasi terhadap alokasi dana yang dikeluarkannya.

Desakan Pertanggungjawaban Finansial

Hingga saat ini, pihak Ruben Onsu berharap ada iktikad baik dari Sarwendah untuk membuka rincian penggunaan dana, baik dari fasilitas kartu kredit maupun nafkah bulanan yang nilainya melampaui Rp 200 juta per bulan sejak 2024.

Bagi Ruben dan tim kuasa hukumnya, transparansi sangat diperlukan agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara jelas demi kepentingan masa depan anak-anak mereka.

Editor : Shinta Nurma Ababil
ruben onsu dan sarwendah viral sarwendah ruben onsu