JP Radar Kediri – Film terbaru bertajuk Dilan ITB 1997 resmi tayang dan langsung menarik perhatian publik sejak hari pertama perilisannya.
Antusiasme penonton terlihat dari meningkatnya pencarian film ini di mesin pencari, menandakan besarnya rasa penasaran terhadap kelanjutan kisah karakter Dilan dalam versi yang lebih dewasa.
Film ini mengangkat latar tahun 1997, ketika Dilan (diperankan oleh Ariel NOAH) menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di tengah kesibukannya menyelesaikan studi, Dilan juga mulai merintis karier sebagai seniman lepas yang berbakat dan mulai dikenal di lingkungannya.
Di sisi lain, kehidupan pribadi Dilan juga mengalami perkembangan signifikan. Ia menjalin hubungan dengan Ancika (Niken Anjani), yang menjadi sosok penting dalam fase kehidupan dewasanya.
Baca Juga: Film 'Kang Solah' Melejit di Top 10 Netflix: Kisah Eks Tentara yang Dituduh Jadi Sosok Gaib
Hubungan keduanya digambarkan mulai mengarah pada keseriusan, seiring dengan semakin kuatnya ikatan emosional yang mereka bangun.
Namun, perjalanan cinta Dilan dan Ancika tidak berjalan mulus. Kehadiran dua perempuan lain dalam hidup Dilan menjadi ujian besar bagi hubungan mereka.
Salah satu di antaranya bahkan berasal dari masa lalu Dilan, yang kemudian memunculkan konflik emosional dan dinamika cinta segitiga yang menjadi inti cerita film ini.
Dari sisi produksi, film ini digarap oleh rumah produksi Falcon Pictures dengan produser Frederica.
Kursi sutradara diisi oleh Fajar Bustomi bersama Pidi Baiq, yang juga dikenal sebagai pencipta karakter Dilan.
Baca Juga: Film Dokumenter The Longest Wait Tampilkan Perjuangan, Air Mata, dan Harapan Timnas Indonesia
Sementara itu, naskah film ditulis oleh Pidi Baiq, Adhitya Mulya, dan Ninit Yunita, yang berkolaborasi menghadirkan kisah Dilan dalam versi yang lebih matang dan reflektif.
Kehadiran Dilan ITB 1997 menjadi kelanjutan dari semesta cerita Dilan yang sebelumnya telah populer di layar lebar.
Namun, film ini menawarkan nuansa yang berbeda dengan menampilkan Dilan dalam fase kehidupan dewasa, bukan lagi remaja SMA seperti yang selama ini dikenal penonton.
Latar dunia kampus seni dan konflik asmara yang pelik menyajikan kisah romansa mendalam bagi para penonton.
Perjalanan pencarian jati diri Dilan kini harus berhadapan dengan realitas hidup yang jauh lebih serius.
Sejak resmi dirilis, film ini langsung menjadi bahan perbincangan yang sangat hangat di berbagai platform media sosial.
Banyak penonton merasa penasaran dengan dinamika hubungan Dilan dan Ancika di tengah konflik yang kian merumit.
Dilan ITB 1997 pun menjadi salah satu film yang cukup dinantikan oleh penggemar semesta Dilan, terutama mereka yang mengikuti perjalanan karakter ini sejak awal kemunculannya di layar lebar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.