JP Radar Kediri – Industri animasi Jepang kembali diramaikan oleh kabar terbaru dari Studio Ghibli yang menghadirkan karya baru berjudul Night in the Valley of the Witches (Majo no Tani no Yoru).
Film ini menjadi proyek spesial karena dirancang sebagai animasi pendek eksklusif yang hanya dapat disaksikan di Ghibli Park, Jepang.
Karya terbaru ini dijadwalkan mulai tayang pada 8 Juli 2026 di Orion Theater yang berada di area Grand Warehouse, bagian dari Ghibli Park di Nagakute, Prefektur Aichi.
Berbeda dengan film Ghibli sebelumnya yang dirilis secara luas di bioskop global, film ini justru mengusung konsep pengalaman terbatas yang menyatu dengan lokasi wisata tematik.
Kolaborasi Dua Kreator Berpengalaman
Film ini disutradarai oleh dua nama besar di dunia animasi Jepang, yakni Goro Miyazaki dan Akihiko Yamashita.
Baca Juga: 5 Film Studio Ghibli Legendaris yang Wajib Kamu Tonton Sekali Seumur Hidup!
Goro Miyazaki dikenal sebagai putra dari maestro animasi Hayao Miyazaki, sekaligus sutradara di balik film From Up on Poppy Hill dan Tales from Earthsea.
Sementara itu, Akihiko Yamashita memiliki rekam jejak kuat sebagai animator dalam sejumlah film Ghibli, termasuk Howl’s Moving Castle.
Kolaborasi keduanya dinilai menjadi daya tarik tersendiri, mengingat pengalaman mereka dalam mengembangkan visual dan cerita khas Ghibli yang sarat nuansa magis serta emosional.
Mengusung Nuansa Dunia Penyihir
Night in the Valley of the Witches mengambil latar di kawasan “Valley of Witches”, salah satu zona populer di Ghibli Park yang terinspirasi dari film klasik Kiki’s Delivery Service.
Area tersebut dikenal dengan atmosfer dunia sihir yang hangat dan penuh imajinasi, sehingga film ini diperkirakan akan mengusung tema serupa.
Meski demikian, hingga saat ini pihak studio belum mengungkap detail alur cerita secara resmi. Informasi yang tersedia masih terbatas pada visual promosi dan konsep dunia yang diangkat.
Baca Juga: Menolak Lupa Melalui Luka, Ini 3 Alasan Grave of the Fireflies Wajib Ditonton Sekali Seumur Hidup
Keputusan untuk menayangkan film ini secara eksklusif di Ghibli Park menjadi langkah yang cukup unik.
Tidak seperti rilisan sebelumnya yang dapat dinikmati secara global, penonton harus datang langsung ke Jepang untuk menyaksikan film ini.
Pendekatan ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat pengalaman imersif pengunjung, di mana film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga bagian dari eksplorasi ruang tematik yang terintegrasi.
Selain itu, penayangan perdana juga direncanakan menghadirkan sesi khusus bersama para sutradara dengan jumlah penonton terbatas, sehingga menambah nilai eksklusivitas bagi penggemar.
Penanda Era Baru Setelah “The Boy and the Heron”
Film ini juga menjadi proyek terbaru Ghibli setelah kesuksesan The Boy and the Heron (2023), yang meraih berbagai penghargaan internasional termasuk Oscar.
Baca Juga: 10 Fakta Menarik Studio Ghibli yang Jarang Diketahui! Dari Filosofi Nama hingga Tokoh Perempuan Kuat
Kehadiran Night in the Valley of the Witches sekaligus menandai langkah lanjutan studio dalam mengeksplorasi format animasi pendek dengan konsep distribusi yang lebih eksperimental.
Dengan pendekatan yang berbeda dari rilisan sebelumnya, film ini menunjukkan bahwa Studio Ghibli terus berinovasi dalam cara mereka menghadirkan pengalaman bagi penonton.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil