JP Radar Kediri – Industri film Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui film horor fantasi berjudul Monster Pabrik Rambut.
Karya garapan sutradara Edwin ini tidak hanya menawarkan kisah mencekam, tetapi juga mengangkat isu sosial yang relevan dengan kehidupan pekerja.
Film ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah nama besar seperti Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan yang tidak hanya tampil sebagai aktor, tetapi juga mengambil peran penting di balik layar.
Kisah Horor yang Berakar pada Realitas Sosial
Monster Pabrik Rambut mengangkat cerita tentang kehidupan pekerja di sebuah pabrik yang menuntut jam kerja ekstrem hingga mengorbankan kondisi fisik dan mental.
Baca Juga: Bikin Merinding! Film Korea Colony Hadirkan Teror Zombie yang Bisa Berkomunikasi
Situasi tersebut memicu munculnya fenomena mistis yang diyakini berkaitan dengan kelelahan dan tekanan yang dialami para pekerja.
Tokoh utama dalam film ini berusaha mengungkap misteri kematian ibunya yang bekerja di pabrik tersebut.
Di sisi lain, muncul dugaan bahwa kematian itu tidak semata akibat kelelahan, melainkan karena adanya kekuatan tak kasat mata yang mengambil alih tubuh manusia saat kondisi mereka melemah.
Narasi ini memperlihatkan perpaduan antara horor psikologis, body horror, dan kritik sosial, menjadikan film ini tidak sekadar menakut-nakuti, tetapi juga menggugah pemikiran penonton.
Iqbaal Ramadhan: Dari Aktor ke Produser
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keterlibatan Iqbaal Ramadhan sebagai produser eksekutif.
Selama ini dikenal sebagai aktor populer, Iqbaal mulai memperluas perannya di industri film dengan terlibat dalam proses produksi.
Baca Juga: Review Para Perasuk 2026: Bukan Film Horor, Tapi Lebih Menakutkan dari Itu
Langkah ini menunjukkan keseriusannya dalam mengeksplorasi dunia perfilman secara lebih mendalam, tidak hanya di depan kamera.
Ia juga terlibat dalam proyek ini bersama sejumlah produser lain, termasuk figur penting di industri film Indonesia.
Meski begitu, Iqbaal disebut masih belum memiliki ketertarikan untuk menjadi sutradara dalam waktu dekat dan lebih fokus memperkuat kapasitasnya sebagai aktor sekaligus produser.
Tantangan Peran dan Risiko Produksi
Sementara itu, Rachel Amanda mengungkapkan bahwa proses produksi film ini tidaklah mudah.
Ia harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk adegan-adegan yang menuntut secara fisik dan emosional.
Film ini memang dirancang dengan pendekatan realistis, sehingga para pemain dituntut untuk benar-benar menyelami karakter dan situasi yang ekstrem.
Risiko di lokasi syuting menjadi bagian dari konsekuensi demi menghasilkan kualitas visual dan atmosfer yang kuat.
Pendekatan tersebut memperkuat kesan bahwa Monster Pabrik Rambut bukan sekadar film horor biasa, melainkan proyek yang digarap dengan totalitas tinggi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil