JP Radar Kediri – Industri sinema horor Asia kembali menjadi perbincangan hangat seiring dengan mencuatnya kembali pembahasan mengenai Gonjiam: Haunted Asylum.
Film horor Korea Selatan tahun 2018 tersebut kini menginspirasi banyak sineas di Asia Tenggara dalam meramu formula misteri bangsal rumah sakit.
Berbagai proyek film horor di Indonesia mulai mengadaptasi gaya narasi tersebut guna menyajikan pengalaman mencekam bagi para penonton setia mereka.
Fenomena bangunan medis yang terbengkalai kini menjadi tren utama dalam industri perfilman regional demi menarik minat masyarakat akan kisah supranatural.
Menggugat Ambisi di Balik Layar 'Live Stream'
Gonjiam: Haunted Asylum bukan sekadar film horor konvensional yang mengandalkan teknik jump scare.
Baca Juga: Bikin Merinding! Film Korea Colony Hadirkan Teror Zombie yang Bisa Berkomunikasi
Film garapan sutradara Jung Bum-shik ini memotret fenomena modern, yaitu ambisi buta para kreator konten.
Mengambil premis tentang sekelompok kru web series yang melakukan siaran langsung di RSJ Gonjiam, film ini menunjukkan bagaimana mengejar jumlah penonton (viewers) bisa berakhir pada tragedi.
Penggunaan teknik found footage dengan kamera yang terpasang pada tubuh aktor (body-cam) memberikan pengalaman imersif bagi penonton.
Hal inilah yang diduga menjadi daya tarik bagi sineas lokal untuk mengadaptasi elemen serupa ke dalam judul-judul seperti “402: Rumah Sakit Angker".
Antara Mitos Sinematik dan Fakta Sejarah
Meski filmnya sukses membangun narasi tentang direktur rumah sakit yang gila dan pasien yang menghilang secara misterius, fakta di lapangan menunjukkan realita yang berbeda.
Baca Juga: Efek Film Salmokji: Whispering Water, Waduk Salmokji Ramai Diserbu Wisata Uji Nyali
RSJ Gonjiam yang asli, yang terletak di Gwangju, Provinsi Gyeonggi, sebenarnya ditutup pada tahun 1996 karena alasan yang jauh dari kesan mistis.
Berdasarkan arsip resmi, penutupan rumah sakit tersebut disebabkan oleh masalah administratif, kesulitan ekonomi, serta kendala sistem pembuangan limbah yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Namun, kekuatan narasi urban legend yang menyebut tempat ini sebagai "satu dari tujuh lokasi paling angker di dunia" versi CNN Travel telah mengubah gedung tua tersebut menjadi magnet bagi para pencari adrenalin hingga akhirnya bangunan tersebut diruntuhkan pada Mei 2018.
Secara sosiologis, kesuksesan narasi seperti Gonjiam maupun adaptasi lokalnya memberikan peringatan tersirat mengenai batasan etika dalam pembuatan konten.
Di era digital tahun 2026 ini, di mana siaran langsung bisa dilakukan oleh siapa saja, batas antara keberanian dan kecerobohan demi popularitas semakin kabur.
Baca Juga: Siap-Siap Merinding! Insidious: Out of the Further Tayang Agustus 2026, Trailer Resmi Segera Rilis
Mengapa 'Kamar 402' Begitu Ikonik?
Dalam narasi Gonjiam, Kamar 402 adalah puncak dari segala teror. Secara psikologis, ruangan yang tidak bisa dibuka menciptakan rasa penasaran yang morbid (sakit).
Film ini dengan cerdik mengeksploitasi rasa penasaran tersebut, mengubah rasa ingin tahu penonton menjadi jebakan yang tak terhindarkan di babak akhir film.
Editor : Shinta Nurma Ababil