Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Review If Wishes Could Kill: Thriller Horor Korea di Netflix yang Bikin Penasaran tapi Bikin Frustrasi

Dita Citra Oktaviana • Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB
If Wishes Could Kill
If Wishes Could Kill

JP Radar Kediri - Bayangkan sebuah aplikasi di ponselmu yang bisa mengabulkan apapun yang kamu inginkan, nilai sempurna, balas dendam, bahkan hal-hal yang tidak berani kamu ucapkan keras-keras.

Kedengarannya menggoda, bukan? Tapi tagline serial Netflix terbaru ini sudah memperingatkan sejak awal, "Got a wish worth dying for?"

Itulah inti dari If Wishes Could Kill, serial horor Korea yang resmi tayang di Netflix pada 24 April 2026. 

Dengan judul asli Girigo (기리고), serial ini langsung menarik perhatian sebagai Young Adult horror series pertama dari Korea yang masuk dalam katalog Netflix, sebuah klaim yang cukup berani.

Baca Juga: Jumlah Penonton Terbaru Film Ghost in the Cell Capai 1.430.185, Segera Lampaui Suzzanna

Tentang Serial Ini

Serial ini ditulis oleh Park Joong-seop, disutradarai oleh Park Youn-seo, dan dibintangi oleh Jeon So-young, Kang Mi-na, Baek Sun-ho, Hyun Woo-seok, dan Lee Hyo-je.

Ceritanya mengikuti lima orang sahabat di sekolah menengah yang menerima peringatan kematian dari sebuah aplikasi misterius pengabul harapan. 

Saat mereka berjuang untuk lepas dari takdir tersebut, mereka mengungkap kebenaran mengejutkan yang menghubungkan aplikasi itu dengan kematian mendadak seorang teman sekelas.

Nama "Girigo" sendiri punya makna yang gelap. Kata ini secara tradisional digunakan untuk menghormati jasa orang yang sudah meninggal. 

Dalam konteks serial ini, ironinya sangat terasa, aplikasi yang "menghormati" keinginanmu justru membayarnya dengan nyawamu sendiri.

Baca Juga: Sinopsis Film 12 Strong: Aksi Mustahil 12 Prajurit Berkuda Melawan Ribuan Pasukan Taliban

Premis yang Segar, Tapi Tidak Sepenuhnya Baru

Sejujurnya, konsep aplikasi atau teknologi misterius yang membunuh penggunanya bukan barang baru di dunia hiburan. 

Serial ini bisa dibandingkan dengan Red Rose atau Choose or Die yang sama-sama melibatkan aplikasi, hingga film-film seperti The Sacrifice Game atau Tarot yang semuanya menampilkan remaja yang terpaksa membuat pilihan hidup-mati.

Hal yang membedakan If Wishes Could Kill adalah bagaimana ia membungkus formula lama itu dengan elemen-elemen khas Korea, dinamika persahabatan remaja yang terasa nyata, latar sekolah yang intens, dan sentuhan okultisme yang berakar pada kepercayaan lokal seperti ritual shaman.

Bagi yang menyukai perpaduan drama kehidupan remaja di sekolah dengan kutukan okult yang membunuh mereka satu per satu, serial ini bergerak dengan cara yang cukup menghibur.

Baca Juga: Sinopsis Film Hostiles: Misi Bunuh Diri Mengawal Musuh Bebuyutan

Episode Awal yang Menjanjikan

Serial ini memulai delapan episodenya, masing-masing berdurasi kurang dari 45 menit, dengan cukup kuat. 

Tempo awal yang cepat langsung melempar penonton ke dalam misteri tanpa banyak basa-basi. 

Karakter-karakter utamanya diperkenalkan dengan efisien dan ketegangan antara mereka terbangun dengan baik.

Mekanisme "red timer" pada aplikasi Girigo, sebuah hitung mundur yang muncul di layar ponsel pengguna setelah membuat permintaan, menjadi elemen visual yang efektif dalam membangun rasa urgensi dan teror sejak episode pertama.

Baca Juga: Sinopsis Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja, Sajikan Kisah Unik Pesta Kerasukan

Letak Serial Ini Mulai Bermasalah

Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama. Serial ini memulai dengan premis yang kuat dan dinamika karakter yang menarik, tetapi banyak kritikus merasa ia kehilangan momentum di episode-episode berikutnya meski tetap menghadirkan ketegangan dan adegan gore yang cukup baik.

Beberapa penonton juga mengeluhkan alur cerita yang semakin sulit diikuti di pertengahan seri, serta penggunaan jumpscare murahan sebagai pengganti ketegangan yang dibangun secara organik. 

Karakter yang seharusnya penting pun dihabisi terlalu cepat sebelum penonton sempat peduli dengan nasib mereka.

Baca Juga: Efek Film Salmokji: Whispering Water, Waduk Salmokji Ramai Diserbu Wisata Uji Nyali

Layak Ditonton atau Tidak?

If Wishes Could Kill adalah serial yang lebih cocok untuk penonton muda yang memang menyukai genre Young Adult horror dengan bumbu K-Drama. 

Jika kamu penggemar K-Pop dan K-Drama yang menyukai konsep semacam ini, serial ini layak dicoba. 

Tapi jika kamu sudah terbiasa dengan produksi Korea yang lebih intens dan matang, turunkan ekspektasimu sebelum menontonnya.

Serial ini bukan tontonan yang buruk, tapi juga tidak istimewa. Ia menawarkan pengalaman menonton yang seru di permukaan namun terasa kurang bernyawa di lapisan yang lebih dalam, persis seperti permintaan yang dikabulkan dengan harga yang tidak sepadan.

Baca Juga: Rekomendasi 3 Film Horor Indonesia April 2026: Dari Teror Hotel Tua Hingga Legenda Mencekam Sulawesi

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#If Wishes Could Kill #review if wishes could kill #review series #review series netflix #series netflix