JP Radar Kediri – Industri film horor kembali diramaikan dengan hadirnya Lee Cronin’s The Mummy, sebuah penceritaan ulang dari kisah legendaris yang kini dikemas jauh lebih gelap, intens, dan penuh teror psikologis.
Film ini disutradarai oleh Lee Cronin, yang sebelumnya sukses besar melalui Evil Dead Rise.
Berbeda dari adaptasi sebelumnya yang identik dengan petualangan dan nuansa aksi, versi terbaru ini membawa pendekatan yang lebih serius dan mencekam.
Kisah mumi tidak lagi sekadar tentang kebangkitan makhluk kuno, tetapi berubah menjadi simbol kutukan yang menghantui kehidupan manusia modern.
Baca Juga: Efek Film Salmokji: Whispering Water, Waduk Salmokji Ramai Diserbu Wisata Uji Nyali
Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy
Cerita berpusat pada seorang jurnalis yang hidup dalam bayang-bayang kehilangan setelah putrinya menghilang secara misterius di padang pasir.
Selama delapan tahun, keluarga tersebut terjebak dalam duka dan ketidakpastian tanpa jawaban.
Namun, situasi berubah ketika sang putri tiba-tiba kembali. Harapan yang sempat padam perlahan menyala kembali, tetapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
Sosok yang pulang tersebut ternyata membawa sesuatu yang tidak kasat mata, sebuah kutukan kuno yang perlahan menggerogoti dan meneror keluarganya.
Reuni yang seharusnya hangat berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan, di mana ancaman datang dari orang yang paling dicintai.
Melalui film ini, Lee Cronin meninggalkan pola lama yang berfokus pada mitologi Mesir dan ekspedisi makam kuno.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Film Horor Indonesia April 2026: Dari Teror Hotel Tua Hingga Legenda Mencekam Sulawesi
Sebagai gantinya, ia menghadirkan kisah yang lebih dekat dengan realitas, yakni horor yang tumbuh dari relasi keluarga.
Mumi dalam film ini tidak hanya berperan sebagai monster, tetapi juga menjadi representasi trauma, kehilangan, dan masa lalu yang kembali menghantui.
Pendekatan ini membuat teror terasa lebih personal dan emosional, sekaligus memperkuat ketegangan sepanjang cerita.
Film ini semakin menarik perhatian karena diproduseri oleh James Wan, Jason Blum, dan John Keville.
Nama James Wan dikenal lewat berbagai karya horor ikonik, sementara Jason Blum sukses dengan pendekatan horor modern yang efektif. Dukungan dari Warner Bros. Pictures juga memastikan kualitas produksi yang matang.
Selain itu, film ini diproduksi oleh Warner Bros. Pictures, yang turut memastikan standar produksi tinggi dari segi visual, atmosfer, hingga tata suara.
Baca Juga: Siap-Siap Merinding! Insidious: Out of the Further Tayang Agustus 2026, Trailer Resmi Segera Rilis
Selama ini, kisah The Mummy identik dengan makam kuno dan petualangan arkeologi. Namun, versi ini menggeser fokus ke arah yang lebih modern dan relevan.
Kutukan tidak lagi terasa jauh, melainkan hadir di tengah kehidupan sehari-hari. Perubahan ini membuat cerita terasa lebih dekat sekaligus lebih menegangkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.