JP Radar Kediri – Sutradara berprestasi Wregas Bhanuteja kembali menggebrak industri perfilman tanah air melalui karya terbarunya bertajuk Para Perasuk.
Setelah sukses besar dengan Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti, Wregas kini membawa penonton menyelami kedalaman tradisi supranatural yang dibalut dengan kritik sosial dan pencarian identitas budaya.
Berbeda dengan horor konvensional yang menjual ketakutan, Para Perasuk memotret fenomena kerasukan di Desa Latas sebagai pesta kerasukan.
Alur cerita berfokus pada kehidupan di Desa Latas, sebuah wilayah pinggiran yang memegang teguh tradisi unik bernama pesta kerasukan.
Bagi masyarakat setempat, fenomena ini bukan hal mistis yang mencekam, melainkan bagian dari identitas dan hiburan kolektif yang diwariskan secara turun-temurun.
Baca Juga: Sinopsis Film Tiba-Tiba Setan: Terjebak Teror Horor Nyata di Hotel Tua Akibat Perburuan Harta Karun
Ketegangan muncul saat mata air keramat, yang menjadi jantung ritual para Perasuk, terancam hilang akibat proyek penggusuran.
Menghadapi situasi ini, Bayu (Angga Yunanda) berambisi meraih posisi sebagai Perasuk Utama.
Ia berencana memimpin sebuah pesta besar sebagai upaya terakhir untuk menggalang dana demi menebus kembali mata air tersebut.
Namun, perjuangan Bayu tidaklah instan; ia perlahan menyadari bahwa menyelamatkan desa dan menjadi seorang Perasuk sejati membutuhkan lebih dari sekadar ambisi besar.
Film ini menjadi sorotan tidak hanya karena narasinya, tetapi juga jajaran cast lintas generasi yang impresif.
Salah satu kejutan besar adalah debut layar lebar diva internasional, Anggun C. Sasmi.
Selain itu, film ini diperkuat oleh akting solid dari Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, hingga Ganindra Bimo.
Baca Juga: Sinopsis Film Ghost in the Cell: Horor-Komedi Joko Anwar yang Ajak Napi "Tobat" Demi Hindari Hantu
Film ini merupakan hasil kolaborasi Rekata Studio bersama Momo Film Co (Singapura) dan telah mengantongi berbagai penghargaan internasional, termasuk di Busan International Film Festival.
Satu elemen teknis yang menjadi daya tarik utama adalah keberagaman karakter roh yang ditampilkan.
Wregas menghadirkan 20 jenis roh hewan yang merasuki para peserta ritual, mulai dari roh kodok, kuda laut, hingga ulat bulu dan lintah.
Pendekatan ini memberikan tekstur visual dan atmosfer unik yang membedakan film ini dari genre supranatural lainnya di Indonesia.
Hadir di Kediri
Kabar baik bagi para penikmat film di Kota Kediri, Para Perasuk dipastikan akan masuk dalam daftar putar bioskop-bioskop lokal.
Baca Juga: Efek Film Salmokji: Whispering Water, Waduk Salmokji Ramai Diserbu Wisata Uji Nyali
Penonton di Kediri dapat menyaksikan karya ambisius ini melalui jaringan Cinema XXI di Ramayana, CGV Kediri Mall, hingga bioskop legendaris kebanggaan warga lokal, Golden Theater.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil