
JP Radar Kediri – Sosok sutradara Joko Anwar kembali membawa premis unik ke layar lebar melalui film terbarunya, Ghost in the Cell.
Film berdurasi 106 menit ini mengombinasikan genre horor, thriller, dan komedi satir dengan latar kehidupan keras di balik jeruji besi.
Dijadwalkan tayang mulai 16 April 2026, film produksi Come and See Pictures ini mengambil latar di Lapas Labuhan Angsana.
Ceritanya menyoroti kehidupan para narapidana yang tidak hanya harus menghadapi kekerasan antar sesama tahanan dan penindasan petugas, tetapi juga teror gaib yang mengancam nyawa.
Sinopsis Ghost in the Cell
Konflik bermula saat muncul sosok hantu misterius yang membunuh para narapidana dengan cara mengerikan setelah kedatangan narapidana baru yang dianggap menjadi pembawa teror atau kutukan di penjara tersebut.
Uniknya, hantu tersebut hanya menargetkan mereka yang memiliki aura atau energi paling negatif, yakni mereka yang berperilaku buruk.
Hal ini memicu situasi komedi sekaligus mencekam, di mana para napi yang terbiasa hidup keras terpaksa melakukan berbagai kegiatan positif demi mengubah aura mereka.
Mulai dari rajin beribadah hingga mendalami kegiatan seni, para tahanan berupaya keras untuk "bertobat" secara mendadak agar tidak menjadi sasaran sang arwah.
Konflik film ini juga menyoroti sosok seorang bapak yang terus gagal mendapatkan remisi karena kerap terlibat perkelahian.
Di tengah teror yang menghantui, ia dan narapidana lainnya mulai menyadari bahwa mereka harus tetap hidup karena meyakini masih memiliki manfaat dan tujuan hidup yang harus dicapai setelah bebas nanti.
Mereka juga akhirnya menyadari bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan bersatu melawan penindas, baik dari kalangan manusia maupun hantu.
Baca Juga: Sinopsis The King’s Warden, Film Park Jihoon yang Tembus 15 Juta Penonton Tayang di CGV Kediri
Daftar Pemain dan Kru Film
Film yang naskahnya ditulis sendiri oleh Joko Anwar ini diperkuat oleh deretan aktor papan atas yang sudah tidak asing lagi di genre horor dan laga. Diantaranya ialah Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Endy Arfian, dan Yoga Pratama.
Di balik layar, teknis film ini juga digarap oleh nama-nama besar. Ical Tanjung bertindak sebagai penata kamera, sementara penata musik dan suara dipercayakan kepada Peter Bawiec.
Bagi penikmat film, Ghost in the Cell menjadi rekomendasi tontonan menarik untuk melihat bagaimana sisi kemanusiaan tetap muncul di tempat yang paling gelap sekalipun.
Baca Juga: Anti Spoiler! Review Film Jujur Tunggu Aku Sukses Nanti, Film Keluarga yang Bikin Hati Campur Aduk
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil