Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sinopsis Sampai Titik Terakhirmu, Kisah Nyata Cinta dan Ketulusan Melawan Penyakit Kanker

Shinta Nurma Ababil • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:16 WIB
Film Sampai Titik Terakhirmu
Film Sampai Titik Terakhirmu

JP Radar Kediri - Ketika cinta diuji oleh waktu dan penyakit, apakah perasaan itu masih bisa bertahan? Pertanyaan inilah yang menjadi inti dari film “sampai titik terakhirmu”, karya terbaru dari sutradara Dinna Jasanti yang akan tayang di bioskop pada 13 November 2025. 

Di bintangi oleh Arbani Yazis dan Mawar De Jongh, film ini menjanjikan kisah yang tidak hanya menguras air mata, tetapi juga menggugah makna sejati cinta, ketulusan, dan pengorbanan.

Film ini diangkat dari kisah nyata yang sempat viral di media sosial, kisah Shella Selpi Liza dan Albi Dwizky, pasangan yang kisah cintanya menyentuh hati ribuan orang karena kekuatan mereka menghadapi ujian hidup yang begitu berat. 

Cerita ini bukan tentang kisah cinta sempurna, melainkan tentang bagaimana dua orang saling menopang Ketika dunia seakan runtuh di hadapan mereka. 

Baca Juga: Sinopsis Film Sosok Ketiga: Lintrik, Siap Tayang 6 November 2025!

Sinopsis Sampai Titik Terakhirmu

Sampai Titik Terakhirmu mengisahkan Albi yang (Arbani Yazis), seorang pria sederhana yang bekerja di bidang wedding organizer. 

Hidupnya berjalan biasa saja sampai sebuah kejadian lucu mengubah segalanya, bola futsal yang tak sengaja menghantam kepalanya mempertemukannya dengan Shella (Mawar De Jongh), seorang perempuan ceria, aktif, dan bersemangat tinggi. Dari pertemuan yang tak terduga itu, tumbuh benih cinta yang hangat dan tulus. 

Namun, kisah mereka tidak berjalan semulus kisah romansa di layar kaca pada umumnya. Cinta mereka diuji Ketika Shella divonis mengidap penyakit kanker ganas. 

Dunia yang tadinya penuh warna perlahan berubah kelabu, tetapi bukannya menjauh, Albi justru semakin mendekat. Ia menemani Shella melewati masa-masa sulit, mulai dari proses pengobatan hingga saat-saat dimana harapan terasa begitu tipis. 

Film ini berhasil menggambarkan bagaimana cinta sejati bukan hanya tentang tawa, janji manis, atau kebersamaan di hari Bahagia, melainkan tentang ketulusan bertahan di tengah penderitaan. 

Baca Juga: Kisah Menarik Dibalik Film Pangku, Karya Perdana Reza Rahadian!

Penonton akan diajak menyelami perasaan Albi yang berjuang menahan rasa sakit Ketika kehilangan, dan rasa ketakutan, namun tetap berusaha kuat untuk orang yang dicintainya. Di sisi lain, Shella menjadi simbol keberanian seorang perempuan yang memilih untuk tersenyum meski ajal mulai menghampirinya. 

Kekuatan utama film ini terletak pada chemistry natural antara Arbani Yazis dan mawar De Jongh. Keduanya berhasil menampilkan emosi yang begitu nyata, seolah benar-benar hidup dalam karakter yang mereka perankan. 

Tatapan, senyum dan tangisan mereka terasa tulus, membuat penonton mudah larut dalam suasana. Tak heran jika banyak yang memprediksi film ini akan menjadi salah satu drama romantic paling menyentuh di tahun 2025. 

Selain akting yang kuat, Dinna Jasanti sebagai sutradara menghadirkan pendekatan visual yang lembut dan intim. 

Sinematografi yang penuh cahaya hangat di awal film berubah menjadi tone warna lembut dan redup seiring perjalanan cerita seolah menggambarkan perjalanan cinta yang perlahanan berpindah dari kebahagiaan menuju perpisahan. Musik latar yang melankolis turut memperkuat atmosfer emosional di setiap adegan penting. 

Baca Juga: Film Horor Good Boy Siap Tayang di Bioskop, Ceritakan Teror dari Sudut Pandang Anjing

Film ini bukan hanya kisah cinta, tetapi juga pesan tentang kekuatan hati manusia. “sampai titik terakhirmu” mengajarkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memiliki selamanya, melainkan menghargai setiap detik kebersamaan, sekecil apa pun itu. 

Bahwa terkadang, cinta sejati adalah tentang melepaskan dengan tenang setelah berjuang sampai titik terakhir. 

Untuk para penonton yang menyukai kisah penuh air mata seperti Habibie & ainun atau imperfect, film ini akan menjadi pengalaman sinematik yang sulit dilupakan. Tidak hanya mengundang tangis, tetapi juga membuat kita merenung apakah kita sudah cukup tulus mencintai seseorang dalam hidup kita?

Dengan dukungan akting yang memukau, kisah nyata yang menggugah, dan penyutradaraan yang penuh emosi, “sampai titik terakhirmu” adalah film yang tak boleh dilewatkan. Sebuah penghormatan bagi cinta sejati, yang terus hidup bahkan waktu berhenti.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#film bioskop #Sampai Titik Terakhirmu #film terbaru #sinopsis