JP Radar Kediri - Industri film horror Indonesia Kembali menghadirkan karya yang segar dan penuh makna lewat film Angkara Murka, Garapan sutradara Eden Junjung.
Rilis di bioskop pada 22 Mei 2025, film ini langsung menarik perhatian penonton karena menggabungkan elemen horror supranatural dengan kritik sosial yang tajam.
Kini, kabar baiknya, angkara murka juga sudah resmi tayang di Netflix sejak 25 september 2025, sehingga bisa dinikmati oleh penonton lebih luas, baik di Indonesia maupun mancanegara.
Setelah sukses tayang di layer lebar, angkara murka kini bisa disaksikan secara streaming di Netflix mulai 25 september 2025.
Baca Juga: Sinopsis Film Korea Mantis, Spin-Off Terbaru dari Kill Boksoon
Kehadiran film ini di platform internasional membuka peluang lebih besar untuk dikenal penonton global, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi perfilman horror Indonesia.
Dengan surasi sekitar 89 menit, film ini menjadi tontonan tepat bagi penonton yang menggemari genre horror dengan lapisan kritik sosial dan atmosfer mistis yang kuat.
Sinopsis Angkara Murka
Film ini berkisah tentang Ambar (Raihaanun), seorang ibu muda yang kehidupannya berubah drastis setelah suaminya, Jarot (Aksara Dena), menghilang secara misterius di lokasi tambang pasir.
Ditemani anaknya, Bondan (Nabil Althaf), Ambar nekat menelusuri jejak Jarot hingga sampai ke wilayah kekuasaan Raden Broto (Whani Darmawan), seorang pengusaha tambang yang terkenal kejam dan diselimuti aura misterius.
Seiring pencarian berlangsung, Ambar menyadari bahwa hilangnya sang suami bukan sekedar kecelakaan kerja.
Ada praktik gelap di balik tambang tersebut, termasuk ritual mistis, tumbal manusia, dan kekuatan supranatural yang membuat situasi semakin mencekam.
Dalam usahanya mencari kebenaran, Ambar harus menghadapi teror tak kasat mata sekaligus mempertaruhkan keselamatan putranya.
Baca Juga: Sinopsis Gereja Setan, Film Horror yang Diangkat dari Kisah Nyata Mongol Stres
Daya Tarik Film Angkara Murka
Angkara murka tidak hanya mengadirkan jumpscare atau atmosfer mencekam, tetapi juga membawa pesan sosial yang relevan.
Film ini menyoroti praktik tambang ilegal, eksploitasi alam, hingga ketidakadilan sosial akibat korupsi dan keserakahan manusia. Lokasi syuting di Kawasan tambang dekat lereng gunung berhasil menciptakan suasana horror yang autentik, sepi, angker, dan penuh misteri.
Menariknya, film ini juga menonjolkan kekuatan karakter perempuan. Ambar tidak digambarkan hanya sebagai korban, melainkan sosok ibu yang Tangguh, rela menghadapi bahaya demi keluarganya.
Hal ini membuat angkara murka terasa lebih mendalam karena menggabungkan horror psikologis dan emosional.
Penulis: Izzati Fatikhah
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil