JP Radar Kediri - Bioskop tanah air kembali menyajikan film horor dengan jalan cerita yang sangat menawan. Kali ini hadir film dengan judul gereja setan, karya horror religious Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Dniel Tito Pakpahan.
Film ini menarik perhatian publuk karena terinspirasi dari pengalaman nyata komika Mongol Stres, yang pernah terlibat komunitas sekte sesat, dan kini diangkat ke layer lebar sebagai pengingat serta kisah peringatan.
Salah satu daya Tarik utama gereja setan adalah aspek horror spiritual yang jarang disajikan di perfilman Indonesia, bukan hanya hantu dan jumpscare, tetapi juga pergulatan iman dan kegelapan yang bersifat metaforis pula.
Karena kisah film ini dipaparkan sebagai adaptasi dari pengalaman nyata mongol, banyak penonton penasaran akan sisipan refleksi real dalam tiap adegannya.
Baca Juga: Sinopsis Film Dia Bukan Ibu, Film Horor Adaptasi Thread yang Tayang Besok di Bioskop
Sinopsis Gereja Setan
Kisah gereja setan berfokus pada perjalanan hidup Ribka (diperankan oleh Kathleen Carolyne), seorang Wanita muda yang dilanda krisis besar setelah hamil diluar nikah dan ditinggal calon suaminya, Matthew (Roy Romagny), dalam sebuah kecelakaan tragis.
Karena malu dan untuk menutupi aib tersebut, orang tua Ribka memiliki memindahkannya ke kota lain agar rahasia tidak tersebar.
Di tempat barunya, Ribka bertemu dengan Gladys (Maddy Slinger), yang menawarinya tempat tinggal dan dukungan.
Namun ia turut memperkenalkannya kepada Hendrik (Mongol Stres), yang ternyata adalah pemimpin dari sebuah sekte sesat berkedok komunitas spiritual.
Dalam proses yang lambat tapi mematikan, Ribka terseret ke dalam ritual gelap dan ajaran okultisme. Dia akhirnya dihadapkan pada sosok Lucifer (Jonas Rivanno Wattimena), yang berambisi menjadikan Ribka sebagai “pengantin iblis”.
Baca Juga: Sinopsis Sukma, Film Horor Terbaru Karya Baik Wong Sedang Tayang di Bioskop!
Konflik batin Ribka kian memuncak Ketika ia harus mempertahankan jati diri, iman, dan harapan di tengah tekanan yang tak tertahankan.
Dalam kegelapan muncul kesempatan baginya untuk mengalami pengalaman rohani yang mengguncang sebagai jalan keluar dari jerat sekte dan untuk Kembali pada cahaya iman.
Disamping itu, film ini tak luput dari kritik terutama dari segi eksekusi teknis. Beberapa penonton menyoroti kualitas CGI dan dialog yang terasa kurang natural, bahkan bisa dibilang “cringe”, terutama pada adegan ritual superanatural dan transisi emosional antar karakter.
Meski demikian, peran Jonas Rivanno sebagai lucifer dianggap cukup menarik dan menjadi salah satu aspek yang mononjol di antara kekurangan lainnya.
Secara keseluruhan, gereja setan menghadirkan pengalaman horror yang menggabungkan unsur superanatural dengan konflik batin dan pesan spiritual. Bagi penggemar genre horror lokal, film ini menawarkan sesuatu yang berbeda, perjalanan dari kegelapan menuju cahaya, dalam dilema iman yang menghantui.
Penulis: Izzati Fatikhah
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil