JP Radar Kediri – Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Lola Young, tengah menikmati masa keemasan dalam karier musiknya. Di usianya yang baru 24 tahun, Young mengaku kini berada di titik paling bahagia sepanjang hidupnya, setelah bertahun-tahun bergulat dengan masalah kesehatan mental yang hampir menghancurkan mimpinya.
Nama Lola Young memang baru melejit setelah lagu “Messy” viral di media sosial dan menduduki tangga musik internasional. Namun, perjalanan panjang di balik kesuksesan itu sudah ia mulai sejak usia 11 tahun.
Momen paling tak terlupakan bagi Young adalah debutnya di panggung Coachella 2024. Ia masih terkejut melihat ribuan penonton menyambutnya dengan teriakan histeris.
“Rasanya agak bingung jujur saja. Itu benar-benar gila. Jumlah orang yang berdiri di depan saya sambil berteriak, saya cuma mikir, ‘Untuk saya? Serius?’” kata Young kepada CBS Mornings.
Dari masa kecil penuh luka
Perjalanan Young menuju panggung besar tak datang dengan mudah. Ia mengakui sempat mengalami masa kecil yang sulit.
“Saya melalui banyak hal. Ada masa-masa yang sulit dalam hidup saya. Tapi justru dari situlah muncul keinginan kuat untuk melarikan diri lewat musik,” ujarnya.
Musik menjadi pelarian sekaligus sumber semangat. Titik balik terjadi saat ia berusia 16 tahun. Pada 2017, Young tampil di Bedford Pub, London. Tak disangka, di bar kecil itu hadir Nick Shymansky, manajer yang sebelumnya menangani Amy Winehouse.
Shymansky langsung jatuh hati pada bakat Young.
“Saya masuk ruangan tepat ketika Lola naik ke panggung, dan saya langsung berpikir, ‘Siapa dia ini?’ Saya benar-benar terpesona oleh bakat dan karakternya,” ungkap Shymansky.
Young sendiri merasa koneksi itu begitu dalam.
“Saya bertemu banyak manajer, tapi tak ada yang klik. Nick memahami saya dengan cara yang belum pernah saya rasakan dari siapa pun,” katanya.
Inspirasi dari Joni Mitchell
Dalam berkarya, Young banyak terinspirasi dari legenda musik Joni Mitchell. Album “Blue” menjadi titik penting ketika ia remaja.
“Saya ingat pertama kali dengar ‘A Case of You’, entah kenapa saya menangis. Saat itu saya berpikir, kalau saya bisa membuat orang lain merasakan hal yang sama lewat lagu saya, berarti saya sudah melakukan sesuatu yang penting,” jelasnya.
Bangkit dari kegelapan
Di balik kesuksesannya, Young sempat berada di titik terendah. Selama beberapa tahun terakhir, ia terjerat masalah kesehatan mental yang parah.
“Saya berada di tempat yang sangat gelap. Saya tidak ingin ada di dunia ini, tidak peduli pada diri sendiri, bahkan tidak peduli pada apa pun,” ungkapnya jujur.
Namun, lebih dari setahun lalu, keadaan berbalik. Young berhasil menemukan kembali kebahagiaan dan semangat hidup. Kini ia mengaku berada di fase paling stabil dan positif.
Proses menciptakan lagu memang masih penuh tekanan. Tetapi setiap kali berhasil menyelesaikan karya, Young merasa seolah “beban besar terangkat”. Sementara itu, tampil di atas panggung menjadi momen paling mendebarkan sekaligus memuaskan baginya.
Belajar kebal dari komentar negatif
Meski sudah terkenal, Young tidak lepas dari kritik dan komentar pedas warganet. Ia mengaku sempat menangis membaca komentar negatif. Namun kini ia belajar untuk tidak lagi larut.
“Dulu saya masih nangis, tapi sekarang? Sama sekali tidak. Saya tidak mau komentar di media sosial merusak perasaan saya,” tegasnya.
Ingin tinggalkan jejak di dunia musik
Menatap masa depan, Young punya ambisi besar. Ia ingin meninggalkan warisan musikal sebagaimana idolanya.
“Saya ingin memberi cap pada musik. Semua artis hebat yang saya cintai sudah melakukan itu, dan saya juga ingin begitu,” katanya penuh keyakinan.
Kini, Lola Young bukan hanya bintang baru dengan suara unik, tetapi juga sosok inspiratif yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Dari luka mental hingga panggung megah Coachella, kisahnya menjadi bukti bahwa musik bisa menjadi penyembuh sekaligus jalan menuju mimpi.
Editor : Jauhar Yohanis