Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PG Semboro Jember Diduga Jadi Lokasi Asli Film Pabrik Gula, Berikut Fakta dan Sejarahnya

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 7 Agustus 2025 | 23:01 WIB
Pabrik Gula (PG) Semboro di Jember kembali menjadi sorotan diduga jadi lokasi asli Film Pabrik Gula.
Pabrik Gula (PG) Semboro di Jember kembali menjadi sorotan diduga jadi lokasi asli Film Pabrik Gula.

JP Radar Kediri - Sebuah kisah lama kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Pabrik Gula (PG) Semboro di Jember, Jawa Timur, mendadak ramai diperbincangkan warganet setelah disebut-sebut menjadi inspirasi lokasi film horor viral berjudul Pabrik Gula.

Film yang digarap oleh MD Pictures ini diangkat dari tulisan anonim terkenal di jagat maya, Simpleman, yang dikenal lewat cerita KKN di Desa Penari.

Bukan sekadar pabrik tua biasa, PG Semboro ternyata menyimpan sejarah panjang sekaligus misteri yang membuat bulu kuduk merinding.

Didirikan Belanda, Jadi Saksi Penjajahan hingga Perang

PG Semboro berdiri pada tahun 1921 atas prakarsa perusahaan Belanda, Handels Vereeniging Amsterdam (HVA).

Baca Juga: Lokasi Asli Kisah Nyata Film Pabrik Gula di Pabrik Gula Semboro Jember, Begini Faktanya

Lokasinya berada di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Jember. Mulai beroperasi pada 1928, pabrik ini dulu mampu menggiling hingga 24 ribu kuintal tebu per hari.

Namun aktivitas itu sempat terhenti saat krisis global menerpa pada 1933 hingga 1939. Barulah pada tahun 1940, penggilingan dibuka kembali, meski dengan area perkebunan yang menyusut drastis.

Yang menarik, saat penjajahan Jepang dan masa Revolusi Kemerdekaan, PG Semboro tidak lagi menggiling tebu. Pabrik ini justru dijadikan tempat produksi minuman soda oleh Jepang, dan kemudian sempat diubah menjadi pabrik senjata oleh pejuang Tanah Air pada 1945–1949.

Diambil Alih RI, Bangkit dari Masa Suram

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah mengambil alih PG Semboro bersama seluruh aset asing lainnya. Pada 1957, operasionalnya diatur langsung oleh negara, dan sempat berada di bawah Inspektorat VIII PPN.

Baca Juga: Ending Film Pabrik Gula Bikin Bergidik Penonton. Akankah ada Season 2?

Pada era 1970-an, pabrik ini masuk dalam manajemen PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero). Bahkan, pada 1982–1983 kapasitas penggilingan meningkat pesat menjadi 54 ribu kuintal per hari. Meski sempat surut, PG Semboro tetap menjadi salah satu aset penting industri gula nasional.

Namun, sejarah panjang itu bukan satu-satunya daya tarik PG Semboro saat ini.

Dituding Jadi Lokasi Kerajaan Demit dalam Film Horor

Nama PG Semboro kini kembali naik daun karena dikaitkan dengan film horor Pabrik Gula. Ceritanya menceritakan pengalaman menyeramkan para pekerja pabrik yang hidup berdampingan dengan "kerajaan demit" makhluk gaib yang menguasai area pabrik pada malam hari.

Meski pihak produksi tak menyebut lokasi secara eksplisit, banyak warganet yang meyakini bahwa kisah itu mengacu pada PG Semboro.

Sejumlah bangunan tua di kompleks pabrik memang tampak angker, apalagi jika dilihat malam hari. Tidak sedikit masyarakat sekitar yang percaya bahwa kawasan pabrik menyimpan banyak “penunggu”.

Belum lagi beberapa cerita mistis yang sejak dulu beredar dari mulut ke mulut. Sejumlah mantan pekerja bahkan disebut-sebut pernah mengalami kejadian di luar nalar.

Baca Juga: Tradisi Manten Tebu Jadi Simbol Kolaborasi Petani dengan Pabrik Gula

Warisan Sejarah atau Sumber Teror?

Bagi sebagian orang, PG Semboro adalah bagian dari kejayaan industri gula Indonesia. Tapi bagi yang percaya hal mistis, pabrik ini menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar mesin dan asap tebu.

Kini, seiring viralnya film Pabrik Gula, perhatian kembali tertuju ke lokasi bersejarah ini. Apakah memang PG Semboro adalah latar asli cerita horor viral itu? Atau hanya cocoklogi warganet yang gemar menghubungkan cerita fiksi dengan tempat nyata?

Yang jelas, keberadaan PG Semboro tetap menyimpan dua hal sekaligus jejak sejarah panjang, dan misteri yang belum tentu bisa dijelaskan logika.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#lokasi asli #Film Pabrik Gula #PG Semboro