JP Radar Kediri - Dalam anime, villain atau tokoh antagonis sering digambarkan sebagai karakter yang jahat, kejam dan tak berperasaan. Namun, sebenarnya tak semua penjahat itu benar-benar jahat.
Ada sejumlah villain anime yang justru punya latar belakang tragis atau alasan kuat yang membuat penonton bersimpati. Fenomena ini menunjukkan bahwa karakterisasi dalam anime semakin kompleks.
Baca Juga: 9 Villain Anime yang Diam-Diam Lebih Disukai daripada Tokoh Utama
Penonton saat ini lebih tertarik pada tokoh-tokoh dengan kedalaman emosi, bahkan ketika mereka berada di sisi jahat. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri dalam storytelling anime sekarang, di mana penjahat bisa terasa lebih nyata karena motivasinya masuk akal dan relatable.
Berikut ini 10 villain anime yang punya alasan kuat dan berhasil membuat banyak penonton justru merasa simpati, bahkan sampai berharap mereka mendapat akhir yang lebih baik.
Baca Juga: 10 Villain Anime yang Lebih Beradab dari Heronya
- Pain/Nagato (Naruto Shippuden)
Pain mungkin jadi salah satu villain paling ikonik karena filosofi dan masa lalunya yang tragis. Ia percaya bahwa dunia hanya akan memahami damai setelah merasakan penderitaan yang sama.
Nagato dulunya adalah anak korban perang dari Amegakure. Ia kehilangan orang tua karena konflik yang melibatkan ninja dari negara besar. Trauma dan kehilangan berulang-ulang membuatnya kehilangan kepercayaan pada sistem ninja dan dunia yang hanya mengenal kekerasan.
Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Pain adalah Villain Terbaik di Naruto
Meskipun metodenya ekstrem, yakni menghancurkan desa untuk menciptakan ketakutan global, tujuannya bukan semata kehancuran. Ia ingin menghentikan rantai kebencian yang terus berputar. Alasan inilah yang membuat banyak penonton justru merasa empati padanya.
- Zeke Yeager (Attack on Titan)
Zeke bukan penjahat tipikal yang haus kekuasaan. Ia adalah anak hasil indoktrinasi sistemik dan trauma masa kecil yang berat. Tujuannya menghentikan penderitaan kaum Eldia dengan cara ekstrem.
Sejak kecil, Zeke dipaksa orang tuanya untuk menjadi agen revolusi. Tekanan itulah yang membuatnya mengkhianati mereka dan kemudian berpihak pada Marley. Tapi di balik itu, ia punya mimpi idealis seperti mengakhiri siklus kebencian dengan cara menghentikan kelahiran generasi Eldian berikutnya.
Baca Juga: Siapa yang Punya Kisah Paling Tragis di Attack on Titan? Ini 5 Karakternya
Meski metodenya kejam, alasan Zeke berakar dari rasa iba dan keputusasaan. Ia percaya bahwa dunia hanya akan damai jika tidak ada lagi Eldian yang ditindas. Pemikiran ini tragis, tapi punya logika yang kuat.
- Makima (Chainsaw Man)
Makima adalah sosok manipulatif, namun di baliknya tersembunyi keinginan besar untuk menciptakan dunia tanpa penderitaan. Ia adalah perwujudan "Control Devil", dan ingin mengendalikan dunia agar tak ada lagi kejahatan.
Ia memanfaatkan Denji dan orang-orang di sekitarnya demi tujuannya. Tapi jika dilihat lebih dalam, Makima bukan hanya haus kekuasaan. Ia percaya bahwa dengan kontrol total, dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik.
Baca Juga: Apakah Dandadan Terhubung dengan Dunia Chainsaw Man?
Tragisnya, keinginan itu membuatnya mengabaikan kebebasan individu. Ia menjadi monster karena mencoba menghapus kejahatan dengan cara mengendalikan semuanya.
- Meruem (Hunter x Hunter)
Meruem awalnya diperkenalkan sebagai musuh utama manusia, raja semut yang kejam dan tak berperasaan. Tapi seiring waktu, ia berkembang menjadi karakter yang sangat manusiawi.
Pertemuannya dengan Komugi, gadis buta yang mahir bermain Gungi, mengubah pandangannya tentang dunia. Ia mulai memahami nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang, bahkan mempertanyakan eksistensinya sendiri.
Baca Juga: Kenapa Anime Shounen Modern Kehilangan 'Semangat Naruto'?
Di akhir hayatnya, Meruem tidak lagi menjadi penakluk, melainkan makhluk yang ingin memahami cinta dan damai. Perjalanan emosionalnya sangat kuat dan menyentuh banyak hati penonton.
- Stain (My Hero Academia)
Stain dikenal sebagai pembunuh pahlawan, tapi ia bukan villain konvensional. Ia membunuh pahlawan karena membenci kemunafikan sistem kepahlawanan di dunia tersebut.
Menurut Stain, banyak pahlawan hanya mencari ketenaran dan uang, bukan benar-benar ingin menolong. Ia ingin dunia kembali mengenal pahlawan sejati seperti All Might, yang menolong tanpa pamrih.
Baca Juga: 10 Karakter My Hero Academia yang Bisa Mengalahkan All Might di Masa Kejayaannya
Meski caranya salah, ideologinya justru menginspirasi banyak karakter dalam cerita. Bahkan tokoh-tokoh utama pun mengakui bahwa ada kebenaran dalam apa yang ia perjuangkan.
- Obito Uchiha (Naruto Shippuden)
Obito dulunya adalah ninja penuh harapan dan cita-cita. Tapi setelah menyaksikan kematian orang yang ia cintai dan dikhianati oleh realita dunia shinobi, ia berubah menjadi sosok antagonis.
Baca Juga: 7 Anggota Klan Uchiha Paling Berpengaruh dalam Sejarah Naruto
Pengkhianatan Kakashi dan kematian Rin menjadi pemicu utama. Ia kehilangan kepercayaan pada dunia dan percaya bahwa satu-satunya jalan keluar adalah menciptakan dunia mimpi yang ideal.
Meski ia melakukan banyak kejahatan, tujuan utamanya berasal dari luka mendalam. Penonton tahu bahwa jika hidupnya berjalan sedikit berbeda, ia mungkin akan jadi pahlawan.
- Shougo Makishima (Psycho-Pass)
Makishima menentang sistem Sybil yang mengendalikan Jepang di masa depan. Ia percaya bahwa kebebasan individu lebih penting dari rasa aman yang dikendalikan oleh mesin.
Ia melakukan kejahatan bukan karena dorongan sadis, tapi karena ingin menunjukkan bahwa sistem tidak sempurna. Dalam dunia di mana semua dikontrol oleh teknologi, Makishima mewakili sisi manusia yang masih ingin berpikir bebas.
Baca Juga: 5 Karakter Sampingan Anime yang Lebih Overpower dari Tokoh Utama
Ia adalah villain yang memperjuangkan kebebasan berpikir dan bertindak. Meski penuh kekerasan, perjuangannya menyoroti bahaya dari pemerintahan totaliter yang menghapuskan kehendak bebas.
- Envy (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)
Envy adalah homunculus yang penuh rasa benci terhadap manusia. Tapi seiring cerita berkembang, kita melihat sisi cemburu dan kesepian yang membentuk karakternya.
Ia membenci manusia karena sebenarnya iri dengan emosi, relasi, dan kehangatan yang tidak bisa ia rasakan sebagai makhluk buatan. Namanya sendiri adalah Envy, yang mewakili rasa iri.
Baca Juga: 7 Karakter Anti Hero di Anime Paling Overpower
Ironisnya, saat ia kalah dan mengakui rasa iri itu, justru di situlah penonton merasa paling kasihan padanya. Envy adalah monster yang lahir dari perasaan ingin jadi manusia.
- Char Aznable (Mobile Suit Gundam Series)
Char adalah salah satu tokoh kompleks dalam sejarah anime mecha. Ia memulai karier sebagai pembalas dendam atas kematian keluarganya, lalu berubah menjadi pejuang ideologi.
Char percaya bahwa manusia harus berevolusi dan meninggalkan Bumi demi masa depan umat manusia. Ia sering bertindak ekstrem, termasuk membunuh dan menghancurkan koloni, demi mencapai tujuan itu.
Baca Juga: 10 Studio Anime Paling Populer di 2025, Siapa Rajanya?
Walau metodenya kejam, visinya berakar dari idealisme dan rasa tanggung jawab pada peradaban manusia. Banyak fans justru menganggap Char lebih relevan daripada tokoh protagonisnya sendiri.
- Gentle Criminal (My Hero Academia)
Gentle bukan villain besar, tapi ia punya alasan kuat yang menyentuh. Ia merupakan mantan pahlawan gagal yang ingin dikenal karena merasa dunia melupakannya.
Motivasi Gentle datang dari keputusasaan dan rasa tidak dihargai. Ia ingin menciptakan aksi yang membuat orang ingat padanya, meski lewat cara kriminal yang tidak membahayakan nyawa.
Hubungan Gentle dan La Brava juga sangat emosional, memperlihatkan sisi lembut dan manusiawi yang jarang dimiliki tokoh antagonis. Penonton banyak yang justru berharap ia mendapat kesempatan kedua.(*)
Editor : Mahfud