Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Film Pernikahan Arwah Sudah Tayang di Netflix! Ini 5 Fakta Menarik yang Buat Bergidik, Ada Tradisi Minghun

Shinta Nurma Ababil • Jumat, 4 Juli 2025 | 03:54 WIB

 

Film Pernikahan Arwah
Film Pernikahan Arwah

JP Radar Kediri - Film Pernikahan Arwah atau The Butterfly House saat ini dapat kamu saksikan di aplikasi Netflix.

Dibintangi oleh Morgan Oey dan Zulfa Maharani, Pernikahan Arwah ini tak hanya menyuguhkan ketegangan film horor, tetapi juga mengangkat sebuah tradisi unik dalam budaya Cina yang jarang tersentuh, yaitu Minghun atau pernikahan arwah.

Diproduseri oleh Perlita Desiani, film ini diproduksi oleh Entelekey Media Indonesia (EMI) dan Relate Films.

Sebelum memulai syuting, Paul Agusta mengungkapkan bahwa tim produksi dan para aktor melakukan riset yang mendalam untuk film ini.

Hal ini bertujuan agar setiap elemen budaya yang dimasukkan ke dalam film akurat dan tidak menimbulkan salah paham.

1.Tradisi Mistis Minghun

Tradisi minghun dikenal sebagai tradisi pernikahan arwah. Ini merupakan tradisi Tionghoa yang diyakini para leluhur tentang pernikahan yang melibatkan antara dua orang yang sudah meninggal, atau pernikahan antara orang yang masih hidup dengan orang yang sudah meninggal atau yang bisa disebut dengan arwah.

Kepercayaan kuno ini menyebutkan bahwa roh seseorang yang meninggal tanpa pasangan akan mengalami kesepian di alam baka.

Sehingga untuk menghindari kemalangan itu, keluarga melakukan prosesi pernikahan antara sesama arwah atau antara orang hidup dengan roh orang yang telah tiada.

2. Ritual Asli dalam Proses Syuting Film

Aspek lain yang menarik dari film ini adalah penggunaan ritual pemanggilan arwah yang diambil langsung dari praktik budaya Tionghoa.

Verdi Sulaeman, yang memerankan karakter Ko Chungcun, menyebut bahwa mantra-mantra yang dibacakan saat syuting merupakan adaptasi dari versi aslinya.

3. Cerita Diambil dari Penelitian Budaya Asli

Dalam proses penulisan naskah film Pernikahan Arwah tidaklah sembarangan.

Ario Sasongko dan Aldo Swastia melakukan riset mendalam terhadap praktik minghun yang masih dijumpai di beberapa komunitas Tionghoa tradisional di Asia, termasuk di Indonesia.

Mereka juga menggali cerita-cerita rakyat dan mitos turun-temurun yang berkaitan dengan dunia arwah dan pernikahan spiritual.

4. Dominasi Simbolisme Warna dan Unsur Fengshui

Dalam film ini, kamu akan menemukan simbol dan warna khas budaya Tionghoa seperti merah dan emas.

Warna tersebut yang kerap dikaitkan dengan keberuntungan, serta hitam yang melambangkan dunia arwah.

Penataan lokasi, properti, dan kostum juga mengikuti prinsip fengshui yang dipercaya dapat memengaruhi energi spiritual dan suasana mistis.

5. Lokasi Syuting di Lasem, Jawa Tengah

Tempat lokasi syuting dipilihlah di kota tua di pesisir Jawa Tengah yang dikenal sebagai pusat akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa.

Pengambilan gambar di lokasi ini menambah nuansa etnik dan historis dalam film.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#netflix #pernikahan arwah #tionghoa #film horor #Film Pernikahan Arwah