JP Radar Kediri- Squid Game musim ke-3 ini nampknya memberikan nuansa berbeda dari season pertama dan keduanya.
Uniknya, yang menjadi latar belakang dalam season ini adalah rasa kemanusiaan.
Ini jelas nampak dari munculnya tokoh baru yang lemah dan tak berdaya.
Dilansir dari laporan The Ringer pada Sabtu, kreator, penulis, dan sutradara Squid Game, Hwang Dong-hyuk, menyatakan bahwa ia bermaksud untuk mengeksplorasi bagaimana individu dapat mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan mereka dalam situasi kompetitif yang ekstrem.
"Saya ingin berfokus pada bagaimana kita dapat mempertahankan rasa kemanusiaan dan tetap menjadi manusia meskipun persaingannya sangat ketat. Saya mencoba untuk menjadikan hal tersebut sebagai pertanyaan utama," ujar Dong-hyuk dalam wawancara dengan Entertainment Weeklyn dikutip dari Antara.
Ini bertujuan untuk memberikan generasi mendatang sesuatu yang lebih baik. Sehingga musim ketiga ini, Squid Game berpotensi menggambarkan sisi terendah dari perilaku manusia.
"Namun, beberapa, pada dasarnya, tidak dapat mengadopsi akhir yang demikian. Upaya untuk memaksakan hal tersebut akan mengganggu esensinya. Apabila sebuah cerita merefleksikan suatu realitas, maka tidak selalu akan berakhir dengan kebahagiaan. Hal ini juga berlaku bagi 'Squid Game'."
Dalam cuplikan episode atau trailer "Squid Game" musim ke-3, spekulasi penonton banyak bermunculan dengan terdengarnya suara tangisan bayi.
Meskipun detail pasti mengenai kelahiran bayi, baik di dalam maupun di luar permainan, belum dikonfirmasi oleh pembuatnya, Dong-hyuk menegaskan bahwa bayi ini akan menjadi elemen sentral dalam cerita di musim ke-3 ini.
"Anda telah [mendengar] tangisan bayi di trailer, sehingga orang dapat mengharapkan bahwa mungkin ada bayi," ungkap Dong-hyuk kepada Entertainment Weekly.
Diketahui, bayi ini memainkan peran yang sangat penting di musim ketiga, tidak hanya untuk Jun-hee, tetapi juga untuk nasib semua orang di dalamnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil