JP Radar Kediri - Naruto memang akhirnya berhasil meraih impian menjadi Hokage di akhir cerita, namun sepanjang perjalanan serial ini, banyak karakter yang dinilai pantas menduduki posisi tertinggi di Konoha.
Mereka punya kekuatan, kecerdasan, hingga kharisma untuk memimpin desa. Sayangnya, takdir berkata lain, dan mereka gagal menjadi Hokage.
Baca Juga: Benarkah Naruto Lebih Baik Sebelum Time Skip? Ini Penjelasannya!
Beberapa dari karakter ini bahkan pernah diusulkan atau didukung oleh para petinggi desa, tetapi terhalang berbagai alasan. Ada yang tersandung konflik politik, ada pula yang dikorbankan demi menjaga keseimbangan kekuatan desa.
Hal ini menjadi salah satu topik yang menarik bagi penggemar Naruto hingga kini. Lalu siapa saja karakter yang layak jadi Hokage tapi gagal? Berikut ulasan lengkapnya!
Baca Juga: 10 Karakter Perempuan Terkuat di Naruto dan Boruto
-
Uchiha Fugaku
Uchiha Fugaku dikenal sebagai kepala klan Uchiha sekaligus ayah dari Sasuke dan Itachi. Fugaku memiliki pengalaman sebagai pemimpin militer dan dihormati di kalangan shinobi Konoha.
Ia bahkan disebut-sebut punya kekuatan yang sebanding dengan para petinggi desa lainnya. Sayangnya, politik internal Konoha dan ketegangan antara klan Uchiha dengan pemerintah desa membuat peluang Fugaku sirna.
Baca Juga: 7 Pedang Legendaris di Naruto Shippuden, dari yang Terkuat hingga Terlemah
Ketidakpercayaan pihak desa terhadap klan Uchiha membuat namanya tak pernah dipertimbangkan serius sebagai calon Hokage. Padahal, jika diberi kesempatan, Fugaku diyakini mampu menjadi pemimpin yang bijaksana dan mengurangi konflik di dalam desa.
Tragisnya, ambisi Fugaku untuk membawa kehormatan klannya justru berakhir dengan kudeta yang gagal, hingga berujung pada kehancuran klan Uchiha. Hal ini membuat nama Fugaku makin tenggelam sebagai figur pemimpin.
Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Pain adalah Villain Terbaik di Naruto
-
Jiraiya
Sebagai salah satu Sannin legendaris, Jiraiya merupakan ninja yang sangat kuat dan dihormati banyak pihak. Ia pernah ditawari posisi Hokage setelah kematian Hiruzen Sarutobi, namun Jiraiya menolaknya.
Bukan karena tidak layak, melainkan karena ia merasa dirinya lebih cocok menjadi pengembara yang mencari ilmu dan melindungi desa dari luar.
Jiraiya punya segudang pengalaman, relasi luas, dan pengaruh besar di dunia ninja. Banyak penggemar menilai bahwa jika ia menerima tawaran itu, Konoha mungkin akan terhindar dari banyak tragedi, termasuk serangan Pain yang menghancurkan desa.
Keputusan Jiraiya untuk menolak jabatan Hokage menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawabnya, meski itu membuatnya gagal menduduki kursi tertinggi di Konoha. Ia lebih memilih melindungi desa dengan caranya sendiri hingga akhir hayatnya.
Baca Juga: 5 Fakta Baru Gear 5 Luffy yang Bikin Penggemar One Piece Terkejut!
-
Hatake Kakashi (Sebelum Perang Ninja Besar)
Kakashi akhirnya memang menjadi Hokage ke-6 setelah Perang Dunia Ninja Keempat berakhir. Namun, jauh sebelum itu, sebenarnya Kakashi sudah berkali-kali disebut layak menduduki jabatan tersebut.
Dengan pengalaman sebagai komandan Anbu, guru dari generasi muda hebat, dan reputasi sebagai ninja jenius, Kakashi menjadi kandidat kuat.
Baca Juga: 7 Anggota Klan Uchiha Paling Berpengaruh dalam Sejarah Naruto
Sayangnya, saat desa berada dalam kondisi genting, Kakashi selalu merasa belum siap. Trauma masa lalunya, rasa bersalah atas kematian teman-temannya, serta sikapnya yang lebih nyaman sebagai prajurit garis depan membuatnya menunda kesempatan itu berkali-kali.
Baru setelah kedamaian tercipta pasca-perang, Kakashi akhirnya menerima tanggung jawab itu. Namun banyak yang berpendapat, seandainya ia lebih awal menjadi Hokage, banyak kekacauan mungkin bisa dicegah.
-
Shikamaru Nara
Shikamaru dikenal sebagai salah satu ninja paling cerdas di Konoha. Dengan IQ tinggi dan kemampuan strategi di atas rata-rata, ia sering menjadi otak di balik banyak kemenangan desa dalam berbagai pertempuran besar.
Baca Juga: 8 Klan Terkuat di Naruto yang Paling Ditakuti
Shikamaru juga punya kemampuan memimpin yang luar biasa meski usianya muda. Sayangnya, Shikamaru tak pernah dicalonkan sebagai Hokage setelah perang shinobi.
Hal ini lebih karena usianya yang terlalu muda di saat Konoha membutuhkan sosok pemimpin, serta pilihannya sendiri yang lebih nyaman menjadi tangan kanan Hokage.
Meski di Boruto statusnya jadi Hokage sementara, ia enggan menerima jabatan tersebut yang membuatnya masih belum secara resmi menjabat sebagai Hokage.
Baca Juga: 7 Karakter Anti Hero di Anime Paling Overpower
-
Danzo Shimura
Danzo Shimura adalah tokoh yang penuh kontroversi di dunia Naruto. Sebagai pemimpin Root Anbu, ia punya ambisi besar untuk melindungi desa dengan cara apapun, termasuk jalan gelap.
Setelah kematian Pain, Danzo sempat diangkat sebagai Hokage sementara oleh para tetua desa. Namun, masa jabatannya penuh intrik dan tak pernah diakui secara resmi oleh seluruh pihak di Konoha.
Usahanya untuk memperkuat posisi Hokage justru membuatnya makin dibenci. Kematian Danzo dalam pertarungan melawan Sasuke menutup peluangnya selamanya.
Baca Juga: Bukan Naruto! Inilah Sosok Asli Pencipta Rasengan dan Tujuan Rahasianya
Danzo adalah contoh karakter yang gagal jadi Hokage bukan karena kurang kuat, tetapi karena caranya yang terlalu licik dan manipulatif sehingga kehilangan dukungan dari dalam desa sendiri.
Editor : rekian