JP Radar Kediri - Solo Leveling resmi menyabet gelar Anime of The Year dalam ajang Crunchyroll Anime Awards 2025.
Penghargaan bergengsi ini diumumkan beberapa waktu lalu dan langsung menjadi perbincangan hangat.
Baca Juga: 5 Anime Mirip Solo Leveling, Penuh Aksi Fantasi dan Karakter Overpower!
Tak sedikit yang menyebut kemenangan ini sebagai pencapaian besar bagi adaptasi manhwa Korea di industri anime Jepang.
Kemenangan ini membuktikan bahwa Solo Leveling bukan hanya sekadar hype semata. Serial yang tayang perdana pada Januari 2024 tersebut berhasil mencuri perhatian penonton dari episode pertama hingga terakhir.
Baca Juga: 10 Musuh Terkuat yang Pernah Dilawan Sung Jin-Woo di Solo Leveling, dari Manusia Sampai Dewa
Dengan visual kelas atas, cerita yang intens, dan karakter-karakter karismatik, Solo Leveling berhasil menembus batas ekspektasi banyak penggemar.
Lantas, apa saja yang membuat Solo Leveling layak disebut sebagai anime terbaik tahun ini? Berikut lima fakta yang membuktikan dominasi Solo Leveling di tahun 2025!
Baca Juga: 10 Alasan Sousou no Frieren Pantas Dinobatkan Sebagai Anime Terbaik!
-
Juara Anime Awards 2025, Mengalahkan Jujutsu Kaisen hingga Attack on Titan
Crunchyroll resmi menobatkan Solo Leveling sebagai Anime of The Year 2025, mengalahkan sederet nominasi kuat seperti Jujutsu Kaisen, Attack on Titan Final Season, Chainsaw Man, hingga Oshi no Ko.
Ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan pencapaian luar biasa bagi anime yang diadaptasi dari webtoon Korea Selatan.
Baca Juga: Lanjutan Solo Leveling Season 2 Mulai dari Chapter Berapa? Ini Jawabannya!
Ajang Crunchyroll Anime Awards sendiri adalah salah satu penghargaan anime paling bergengsi, di mana pemenangnya ditentukan melalui gabungan voting fans global dan penilaian dari juri profesional.
Fakta bahwa Solo Leveling menang di tengah persaingan ketat menunjukkan betapa besar pengaruh dan kualitas anime ini di mata publik.
Lebih dari itu, kemenangan ini juga membuka jalan bagi adaptasi webtoon lain untuk masuk ke industri anime mainstream.
Solo Leveling seolah menjadi bukti bahwa cerita dari luar Jepang pun bisa menembus dominasi pasar anime global jika dikerjakan dengan serius dan berkualitas tinggi.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1150: Elbaf Kacau! Im Sama Ubah Raksasa Jadi Pasukan Iblis Abadi
-
Produksi Spektakuler oleh A-1 Pictures, Animasi Setara Film Layar Lebar
Salah satu faktor kunci yang membuat Solo Leveling begitu dicintai adalah kualitas animasinya yang luar biasa.
Studio A-1 Pictures yang sebelumnya sukses dengan Sword Art Online dan 86, kembali membuktikan kapasitasnya dalam menggarap anime penuh aksi dengan koreografi yang memukau.
Baca Juga: 10 Alasan Solo Leveling Masih Viral Meski Sudah Tamat
Adegan pertarungan dalam Solo Leveling disebut-sebut setara dengan film layar lebar, bahkan beberapa fans membandingkannya dengan animasi dari Ufotable dan MAPPA.
Detail gerakan, efek visual saat pertempuran, serta penggunaan warna gelap dan tajam, semuanya berhasil menciptakan atmosfer dunia dungeon yang intens.
Tak hanya animasi, desain karakter dan worldbuilding juga digarap secara serius. Visualisasi dari manhwa aslinya diadaptasi dengan setia namun tetap diberi sentuhan khas anime.
Baca Juga: 8 Klan Terkuat di Naruto yang Paling Ditakuti
Ini menjadi alasan mengapa banyak penonton baru yang akhirnya tertarik, meskipun belum pernah membaca versi webtoonnya.
-
Karakter Sung Jin-Woo Jadi Ikon Baru Dunia Anime
Sung Jin-Woo bukan hanya protagonis biasa. Karakternya berhasil menjadi ikon baru di dunia anime berkat transformasinya dari hunter paling lemah menjadi yang terkuat.
Baca Juga: 10 Karakter My Hero Academia yang Bisa Mengalahkan All Might di Masa Kejayaannya
Perkembangannya yang konsisten dan penuh perjuangan membuat banyak penonton merasa terhubung secara emosional.
Selain itu, kehadiran Sung Jin-Woo di jagat anime menandai tren baru karakter utama yang bukan berasal dari Jepang, namun tetap bisa relevan dan diterima oleh fans internasional.
Sosoknya juga banyak dijadikan bahan cosplay, fanart, hingga trending topic di media sosial tiap episodenya tayang.
Tak sedikit yang menyebut Jin-Woo sebagai "anti-hero favorit" karena sikapnya yang dingin, namun penuh tekad.
Baca Juga: Tidak Sama, Ini Dia Perbedaan Webtoon dan Anime Solo Leveling
Ini membuatnya menonjol di antara karakter shonen lain yang biasanya ceria dan berisik. Karakter seperti ini membawa angin segar dan memperkaya keragaman karakter dalam dunia anime.
-
Musik Epik dari Hiroyuki Sawano
Tak lengkap membicarakan Solo Leveling tanpa menyebut musik epiknya. Komposer Hiroyuki Sawano yang terkenal lewat Attack on Titan dan Gundam Unicorn, ikut turun tangan dalam produksi musik anime ini.
Baca Juga: 9 Villain Anime yang Diam-Diam Lebih Disukai daripada Tokoh Utama
Hasilnya? Setiap episode terasa sinematik dan membakar semangat penonton. Soundtrack seperti “LEveL” yang dibawakan oleh SawanoHiroyuki[nZk] bersama TOMORROW X TOGETHER langsung viral setelah rilis.
Lagu pembukanya bahkan menduduki tangga lagu anime terpopuler di Spotify dan YouTube. Nuansa dramatis dan energik dari musiknya membuat adegan pertarungan terasa makin megah.
Dengan musik sekelas itu, pengalaman menonton Solo Leveling menjadi lebih imersif. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa anime ini mendapatkan review positif di berbagai platform, termasuk IMDb dan MyAnimeList.
Baca Juga: Tak Disangka, 5 Anime Populer Ini Ternyata Sempat Ditolak Studio!
-
Dampak Global yang Besar, Populer di Jepang, Korea, hingga Indonesia
Meskipun berasal dari Korea Selatan, Solo Leveling sukses menembus pasar Jepang dan internasional.
Ini bukan hal mudah, mengingat pasar anime Jepang dikenal cukup konservatif terhadap adaptasi dari luar negeri. Namun dengan eksekusi yang solid, Solo Leveling berhasil menembus semua batasan itu.
Di Korea, anime ini jadi kebanggaan nasional. Di Jepang, Solo Leveling justru punya rating tayang yang tinggi dan fanbase yang terus bertumbuh.
Baca Juga: 7 Lagu Anime yang Viral di TikTok dan Reels, Wibu Pasti Pernah Dengar!
Bahkan di Indonesia, anime ini jadi trending di platform seperti TikTok, X (Twitter), dan YouTube. Banyak fans lokal yang mengikuti setiap episodenya, membuat topiknya konsisten masuk dalam trending mingguan.
Tak hanya itu, merchandise Solo Leveling juga laris di berbagai negara. Mulai dari action figure, light novel, hingga kaus dan hoodie.
Baca Juga: Peh! Produser Solo Leveling Ungkap Season 3 Tidak Akan Rilis Sampai 2028, Apa Alasannya?
Popularitas global ini jadi bukti konkret bahwa Solo Leveling bukan sekadar anime sukses, tapi juga fenomena budaya pop yang layak diperhitungkan.
Buat kalian yang belum nonton, mungkin sekarang saatnya kamu level up dan bergabung dengan jutaan fans Solo Leveling di seluruh dunia. Jangan sampai ketinggalan hype-nya!
Editor : Jauhar Yohanis