JP Radar Kediri – Bagi kalian yang suka menonton animas pastinya sering mendengar dua istilah yang paling sering muncul ketika berbicara soal animasi adalah “anime” dan “kartun.”
Banyak orang masih menganggap keduanya sama, padahal ada sejumlah perbedaan mencolok, terutama dalam aspek budaya, visual, dan gaya penceritaan. Namun disisi lain, seiring berkembangnya industri animasi global, batas antara anime dan kartun pun semakin kabur.
Lalu, sebenarnya apa yang membedakan keduanya?
Asal dan Definisi
Anime adalah istilah yang digunakan untuk menyebut animasi yang berasal dari Jepang. Dalam bahasa Jepang, “anime” merupakan bentuk singkat dari kata “animation” yang mengacu pada semua jenis animasi. Namun di luar Jepang, anime lebih spesifik merujuk pada animasi yang diproduksi dengan gaya dan pendekatan khas Jepang, seperti Naruto, One Piece, atau Your Name.
Sebaliknya, kartun adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut animasi yang berasal dari negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat atau Eropa. Beberapa contoh kartun yang terkenal antara lain Tom and Jerry, SpongeBob SquarePants, dan Adventure Time. Kartun biasanya dibuat untuk hiburan ringan dan lebih sering ditujukan kepada anak-anak, meskipun kini sudah banyak kartun yang mulai merambah tema dewasa.
Baca Juga: Gak Sabar Nunggu Sakamoto Days? Ini 5 Anime yang Mirip dan Wajib Kamu Tonton!
Gaya Visual
Salah satu hal paling mencolok yang membedakan anime dan kartun adalah gaya visualnya. Anime dikenal dengan desain karakter yang detail, mata besar dan ekspresif, serta latar belakang yang digambar dengan cermat dan artistik. Bahkan, dalam beberapa anime, visualisasi latar bisa seindah lukisan.
Selain itu, anime juga sering kali menggunakan simbol visual seperti tetesan keringat saat gugup atau urat muncul saat marah untuk memperkuat ekspresi karakter.
Di sisi lain, kartun barat biasanya memiliki desain karakter yang lebih simpel dan bergaya karikatural. Warna-warna cerah, bentuk tubuh yang tidak realistis, dan animasi yang bergerak lebih dinamis merupakan ciri khas dari kartun. Gaya ini memberikan kesan ringan dan menghibur, cocok dengan tema ceritanya yang umumnya penuh humor dan fantasi.
Cerita dan Tema
Anime memiliki keunggulan dalam keragaman tema dan kedalaman cerita. Tidak hanya membahas petualangan atau fantasi, anime juga sering menyentuh isu-isu sosial, psikologis, hingga eksistensial. Misalnya, Attack on Titan menyentuh isu tentang perang dan kemanusiaan, sedangkan Your Lie in April menggambarkan kisah remaja dengan nuansa emosional yang mendalam.
Anime juga memiliki kategori berdasarkan segmentasi usia, seperti shounen, shoujo, seinen, dan josei, yang membantu penonton memilih cerita sesuai dengan ketertarikan dan kematangan emosionalnya.
Baca Juga: Tak Disangka, 5 Anime Populer Ini Ternyata Sempat Ditolak Studio!
Kartun, meskipun awalnya didominasi oleh cerita komedi ringan, kini mulai mengeksplorasi cerita yang lebih kompleks. Serial seperti Rick and Morty atau BoJack Horseman menghadirkan kritik sosial dan eksplorasi karakter yang dalam, membuktikan bahwa kartun juga bisa “serius” dan menyasar penonton dewasa.
Meski begitu, secara umum, pendekatan narasi dalam kartun masih lebih ringan dan episodik dibandingkan anime yang seringkali bersambung dan membentuk alur panjang.
Musik, Budaya, dan Format Tayangan
Salah satu ciri khas anime adalah penggunaan lagu pembuka (opening) dan penutup (ending) yang berbeda-beda dan sering kali menjadi ikon dari sebuah seri. Lagu-lagu ini bukan hanya pemanis, tetapi juga menciptakan suasana emosional yang kuat dan mendukung narasi. Bahkan tak jarang, lagu anime menjadi populer di luar ceritanya sendiri.
Kartun barat umumnya hanya memiliki satu lagu tema utama untuk seluruh serial. Lagu ini biasanya pendek dan mengandung unsur humor atau pengenalan karakter. Selain itu, format tayangan kartun cenderung episodik penonton tidak perlu menonton dari awal untuk memahami cerita. Sedangkan anime seringkali memiliki alur cerita yang berkelanjutan, sehingga menontonnya secara berurutan menjadi penting.
Anime dan kartun mungkin berasal dari budaya dan gaya yang berbeda, tetapi keduanya adalah bentuk seni animasi yang luar biasa. Keduanya bisa menghibur, mendidik, bahkan menyentuh emosi penontonnya. (vyn)
Baca Juga: Pyon, Gyaa, Zawa Zawa, Suara Unik yang Menghidupkan Emosi dalam Anime!
Penulis: Muhammad Alvin Riandi Zahra
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira