Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

10 Easter Egg Anime Demon Slayer yang Hampir Semua Orang Lewatkan

Radyan Fahmi Asshidqi • Selasa, 20 Mei 2025 | 06:00 WIB
Kamado Tanjiro dan 10 fakta yang sering dilewatkan penggemar Demon Slayer.
Kamado Tanjiro dan 10 fakta yang sering dilewatkan penggemar Demon Slayer.

JP Radar Kediri - Serial anime Demon Slayer atau juga dikenal Kimetsu no Yaiba bukan hanya menyajikan pertarungan epik dan animasi kelas atas.

Anime ini juga dipenuhi dengan detail tersembunyi atau easter egg yang kerap tak disadari oleh para penontonnya. Bahkan fans garis keras pun bisa saja melewatkan hal tersembunyi yang ada di balik adegan maupun karakter.

Baca Juga: Ranking 10 Pilar Hashira Terkuat di Demon Slayer Berdasarkan Kekuatan Sejati

Di balik cerita Tanjiro dan perjuangannya melawan para iblis, kreator menanamkan banyak detail kecil yang berkaitan dengan budaya Jepang, mitologi, hingga referensi lintas anime lainnya.

Easter egg ini bukan hanya sekadar penghias, tapi seringkali menyimpan makna dalam yang memperkaya pengalaman menonton.

Baca Juga: Gak Sabar Nunggu Sakamoto Days? Ini 5 Anime yang Mirip dan Wajib Kamu Tonton!

Di sini kita akan membongkar 10 easter egg tersembunyi dalam Demon Slayer yang mungkin luput dari perhatian. Jika kamu penggemar berat seri ini, pastikan kamu tak melewatkan satu pun poinnya!

  1. Nama Kamado, Bukan Sekadar Nama Keluarga

Banyak yang mengira Kamado hanya nama keluarga Tanjiro. Padahal, dalam bahasa Jepang, “kamado” berarti “tungku dapur”.

Hal ini berkaitan erat dengan latar belakang keluarga Tanjiro yang dikenal sebagai penjual arang. Lebih dalam lagi, tungku atau api juga melambangkan semangat dan kekuatan dalam budaya Jepang.

Baca Juga: Tak Disangka, 5 Anime Populer Ini Ternyata Sempat Ditolak Studio!

Filosofi ini tercermin dalam teknik pernapasan Tanjiro yaitu Hinokami Kagura atau Tarian Dewa Api. Bahkan teknik ini diwariskan turun-temurun dalam keluarganya dan menjadi kunci utama dalam pertempuran melawan iblis.

Simbol api yang identik dengan nama Kamado juga menjadi penanda bahwa Tanjiro adalah karakter sentral dengan tekad yang tak mudah padam.

Nama yang sederhana namun sarat makna ini mungkin tidak disadari oleh banyak penonton non-Jepang.

Baca Juga: 7 Anggota Klan Uchiha Paling Berpengaruh dalam Sejarah Naruto

  1. Tanda di Dahi Tanjiro Ternyata Berkembang

Awalnya, tanda di dahi Tanjiro hanya tampak seperti bekas luka akibat kecelakaan masa kecil. Tapi siapa sangka, tanda itu berubah seiring waktu menjadi lambang Demon Slayer, simbol kekuatan luar biasa yang hanya muncul pada pendekar terpilih.

Perubahan tanda ini bukan hanya efek visual biasa. Dalam mitologi internal Demon Slayer, tanda tersebut berkaitan dengan kekuatan nenek moyang pengguna teknik napas pertama.

Baca Juga: Ranking 10 Buah Iblis Terkuat di One Piece, Mana yang Paling Ditakuti?

Perubahan ini menandakan peningkatan kekuatan spiritual dan fisik Tanjiro. Easter egg ini jadi makin menarik karena tak dijelaskan secara eksplisit di awal cerita.

Banyak penonton mengira hanya desain artistik biasa, padahal menyimpan rahasia kekuatan besar.

Baca Juga: Inilah 10 Karakter Paling Overpower di Sousou no Frieren, Siapa Nomor 1?

  1. Teknik Napas Berdasarkan Elemen Alam dan Filsafat Timur

Setiap teknik napas dalam Demon Slayer punya elemen dasar, seperti api, air, angin, dan petir. Tapi ternyata, pengelompokan ini bukan sembarang pilihan.

Teknik-teknik tersebut merepresentasikan elemen dalam gogyō atau teori lima elemen dalam filosofi Tiongkok dan Jepang kuno.

Baca Juga: 10 Teknik Pernapasan Terkuat di Demon Slayer, Nomor 1 Bisa Kalahkan Muzan!

Misalnya, Teknik Pernapasan Air yang digunakan Giyu Tomioka melambangkan ketenangan dan fleksibilitas, sedangkan Pernapasan Api menggambarkan keberanian dan kekuatan.

Setiap elemen punya sifat spiritual dan filosofis yang mencerminkan kepribadian pengguna. Referensi budaya ini menjadi easter egg yang sangat dalam dan memperkaya semesta Demon Slayer.

Tidak banyak penonton yang menyadari bahwa sistem kekuatan mereka punya akar historis dan filosofis.

Baca Juga: 8 Klan Terkuat di Naruto yang Paling Ditakuti

  1. Tengen Uzui Terinspirasi dari Ninja Sejati

Hashira suara, Tengen Uzui, memiliki gaya bertarung yang flamboyan dan berapi-api. Namun, gaya bertarung dan senjatanya ternyata banyak terinspirasi dari ninja kuno Jepang yang menggunakan senjata ganda dan teknik suara sebagai senjata.

Bahkan, aksesoris dan perhiasan yang dikenakan Uzui mencerminkan status ninja elit yang beroperasi sebagai mata-mata istana zaman dahulu.

Meski terkesan glamor, Uzui punya kedalaman karakter yang menunjukkan dedikasi ala shinobi sejati.

Bagi penonton yang hanya melihat gaya nyentriknya, kemungkinan besar mereka tak menyadari bahwa karakter ini adalah representasi ninja modern yang dibungkus dalam dunia Demon Slayer.

Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Pain adalah Villain Terbaik di Naruto

  1. Nezuko dan Referensi ke Legenda Oni

Nezuko Kamado menjadi unik karena dia satu-satunya iblis yang tidak memakan manusia. Tapi lebih dari itu, desain tanduk dan cara bertarungnya ternyata merujuk pada mitologi oni atau iblis dalam cerita rakyat Jepang.

Dalam banyak cerita, oni digambarkan sebagai makhluk bertanduk yang kadang bisa bertransformasi menjadi baik atau memiliki sisi manusiawi.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Anime Naruto Masih Relevan Meski Sudah Lama Tamat

Nezuko mencerminkan ambiguitas ini, sebuah easter egg halus yang menempatkannya sebagai simbol harapan bahwa kebaikan masih bisa tumbuh dalam kegelapan.

Uniknya, bambu yang ia gigit bukan hanya alat penahan untuk tidak menggigit manusia, tapi juga simbol pengendalian diri yang sering muncul dalam budaya Zen.

  1. Desain Hashira Ternyata Mencerminkan Emosi Manusia

Setiap Hashira atau Pilar memiliki desain dan warna yang mencerminkan emosi manusia seperti kasih sayang, kemarahan, kesedihan, dan kegembiraan.

Baca Juga: Ranking 10 Pilar Hashira Terkuat di Demon Slayer Berdasarkan Kekuatan Sejati

Misalnya, Mitsuri Kanroji, Hashira Cinta, didominasi warna pink yang melambangkan kasih sayang dan kelembutan. Sementara itu, Sanemi Shinazugawa, Hashira Angin, punya desain yang mencerminkan kemarahan dan kekacauan. 

Warna serta gaya rambutnya yang acak-acakan mempertegas karakternya yang mudah meledak. Desain ini bukan sekadar estetika, tapi easter egg yang menyiratkan psikologi masing-masing karakter.

Baca Juga: 10 Alasan Sousou no Frieren Pantas Dinobatkan Sebagai Anime Terbaik!

  1. Gaya Animasi Menghormati Seni Ukiyo-e

Studio Ufotable yang menggarap Demon Slayer dikenal dengan detail visualnya. Tapi banyak yang tak tahu bahwa gaya efek air dan api dalam anime ini terinspirasi dari seni lukis tradisional Jepang "ukiyo-e".

Teknik seperti sapuan kuas dan pola gelombang Hokusai digunakan untuk menggambarkan gerakan teknik pernapasan.

Ini bukan hanya memberikan kesan artistik, tapi juga bentuk penghormatan terhadap seni klasik Jepang.

Tak heran jika setiap serangan terasa seperti lukisan bergerak. Penonton awam mungkin tak menyadari ini, tapi bagi pengamat seni, ini adalah easter egg visual yang luar biasa.

Baca Juga: Bukan Sekadar Nakama! Ini 5 Alasan Kru Topi Jerami Sangat Loyal Pada Luffy di One Piece

  1. Opening Penuh Simbolisme

Opening Demon Slayer seperti “Gurenge” bukan hanya menampilkan karakter keren dan animasi cepat. Kalau diamati, opening ini penuh simbolisme.

Ada momen Tanjiro menari dengan bayangan api yang menyatu dengan gambar keluarganya, menyiratkan keterkaitan antara kekuatan dan ikatan keluarga.

Baca Juga: 5 Kekuatan Luffy Gear 5 yang Masih Belum Diperlihatkan di One Piece

Detail kecil seperti sorotan mata Nezuko yang berubah warna atau kemunculan iblis dalam siluet juga menyimpan petunjuk tentang alur cerita ke depan.

Banyak elemen yang baru terasa penting setelah menonton beberapa episode berikutnya. Opening ini sejatinya adalah ringkasan cerita yang dibungkus dalam format simbolik.

Sebuah easter egg yang bisa bikin kalian “aha!” kalau memperhatikannya dengan seksama.

Baca Juga: Kenapa Banyak Anime Rilis Berdasarkan Musim? Ini Alasannya!

  1. Referensi Anime Lain dalam Detail Latar

Dalam beberapa adegan, terdapat referensi visual ke anime lain. Misalnya, bentuk gerbang di rumah kupu-kupu milik Shinobu Kocho menyerupai arsitektur dari anime Spirited Away.

Juga, dalam latar pasar malam, ada papan iklan bergaya retro yang mirip desain dalam My Neighbor Totoro. Meskipun tak mencolok, elemen-elemen ini menjadi bentuk penghormatan kepada studio dan pop kultur Jepang lainnya yang menginspirasi para kreator.

Baca Juga: Kenapa Anime Isekai Begitu Populer dan Banyak Diminati?

Ini menjadi easter egg tersembunyi yang hanya bisa ditangkap oleh mata jeli dan penggemar anime lintas generasi.

  1. Simbol Waktu dan Musim yang Tak Sembarangan

Setiap pertarungan besar dalam Demon Slayer hampir selalu terjadi pada transisi musim, dari musim dingin ke semi, atau musim gugur ke dingin.

Ini bukan kebetulan, melainkan simbolisasi kelahiran kembali, transformasi, dan kematian dalam budaya Jepang.

Contohnya, pertarungan Tanjiro melawan Rui di musim panas yang terik, mencerminkan titik balik emosional dalam ceritanya.

Baca Juga: 10 Alasan Solo Leveling Masih Viral Meski Sudah Tamat

Sementara pertempuran akhir Muzan berlangsung menjelang fajar, melambangkan cahaya yang akhirnya mengalahkan kegelapan.

Detail waktu dan musim ini adalah easter egg naratif yang memperkuat pesan emosional cerita secara simbolik.

Baca Juga: 10 Hunter S-Rank Terkuat di Solo Leveling, Siapa yang Layak Disebut Raja?

Di balik pertarungan dan visual Demon Slayer yang memukau, tersimpan berbagai simbol, referensi budaya, dan pesan tersembunyi yang membuatnya istimewa. 

Easter egg yang tersebar di sepanjang cerita membuktikan betapa dalam dan kompleksnya dunia Demon Slayer atau Kimetsu no Yaiba ini.

Editor : Jauhar Yohanis
#Hashira #Tanjiro Kamado #Kamado Nezuko #anime #kimetsu no yaiba infinity castle #kimetsu no yaiba #Demon Slayer #Demon Slayer Infinity Castle