Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Si Kecil yang Berbunyi Nyaring ini dia Peran Tweeter dalam Sound Horeg

Arif Miftaqhul Huda • Senin, 12 Mei 2025 | 00:15 WIB

pouch cornet tweeter (ubuyfrance)
pouch cornet tweeter (ubuyfrance)

JP Radar Kediri- Dalam konfigurasi sound horeg yang identik dengan volume besar dan suara menghentak, tweeter memegang peranan penting sebagai penyaji nada-nada tinggi yang memberikan kilau dan kejernihan pada keseluruhan audio. Tweeter bertugas mereproduksi frekuensi tinggi biasanya di atas 2.000 Hz hingga 20.000 Hz yang mencakup suara cymbal, hi-hat, efek vokal bernada tinggi hingga kilasan instrumen elektronik khas remix koplo dan EDM lokal. Tanpa tweeter sistem sound akan terdengar gelap, datar, dan kehilangan detail penting yang justru memberi karakter pada musik.

Dalam konteks sound horeg yang dimainkan di ruang terbuka seperti jalan raya, lapangan, atau alun-alun kehadiran tweeter menjadi vital karena frekuensi tinggi mampu menjangkau jarak lebih jauh daripada frekuensi rendah. Inilah mengapa banyak tim sound horeg memasang tweeter dalam jumlah besar disusun vertikal atau horizontal di atas rangkaian speaker utama untuk memastikan suara “atas” tetap terdengar meski di tengah keramaian penonton dan bising lingkungan sekitar.

Kualitas tweeter juga menentukan kejernihan vokal. Meskipun vokal secara umum berada di frekuensi mid, elemen sibilance seperti bunyi “s” dan “t”—berada di zona frekuensi tinggi. Tweeter yang tajam dan bersih akan menonjolkan bagian ini membuat vokal terdengar lebih hidup, menyatu dengan musik, dan lebih mudah dinikmati oleh penonton yang berdiri jauh dari panggung.

Baca Juga: Sepele tapi Penting ! Ini dia Pentingnya Cek Phase Speaker dalam Dunia Sound Horeg

Banyak sound horeg menggunakan tweeter piezo, driver compression, hingga super tweeter berdaya tinggi. Tweeter piezo dikenal murah dan tahan banting cocok untuk kebutuhan outdoor meski kurang halus dalam reproduksi suara. Sementara driver compression dengan horn memberi tekanan dan arah suara yang lebih fokus, cocok untuk kontes atau parade di mana lemparan suara menjadi segalanya. Super tweeter digunakan ketika dibutuhkan dentingan ekstrem yang bisa menembus dentuman subwoofer yang dominan.

Namun demikian penggunaan tweeter juga harus diatur dengan baik. Tweeter yang terlalu banyak atau terlalu keras bisa membuat suara terdengar “pedas” di telinga, melelahkan, bahkan menyakitkan jika tidak dikontrol. Inilah mengapa pengaturan crossover dan equalizer menjadi kunci, untuk memastikan frekuensi tinggi tidak menabrak jalur lain dan tetap harmonis dalam keseluruhan sistem.

Dalam banyak kasus, tweeter menjadi penentu kesan pertama terhadap kualitas sebuah sound system. Saat penonton mendengar cymbal yang berkilau, vokal yang jelas, dan dentingan instrumen yang detail, di situlah tweeter sedang bekerja. Meski kecil secara fisik, tweeter punya peran besar dalam membentuk karakter suara dan membawa sistem sound horeg dari sekadar “berisik” menjadi “berkelas”.

Bagi penggemar dan teknisi audio merawat dan menata tweeter adalah bentuk seni tersendiri. Karena pada akhirnya, suara tinggi bukan hanya pelengkap, tapi penanda profesionalisme dalam dunia sound horeg yang semakin berkembang dan dipertandingkan di berbagai daerah.

Editor : Puspitorini Dian Hartanti
#viral #kecil #sound barrier #sound horeg #Horeg #bass