JP Radar Kediri - Serial anime dan manga Demon Slayer atau juga dikenal Kimetsu no Yaiba telah memikat jutaan penggemar di seluruh dunia.
Salah satu elemen paling menarik dari cerita ini adalah para Hashira, atau yang dikenal sebagai Pilar, yaitu petarung elit dari Korps Pembasmi Iblis.
Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Pain adalah Villain Terbaik di Naruto
Mereka masing-masing memiliki gaya pernapasan unik dan kekuatan luar biasa untuk melawan iblis. Namun, di antara sepuluh Pilar yang pernah muncul dalam cerita utama, siapa sebenarnya yang paling kuat?
Pertanyaan ini masih jadi bahan perdebatan di kalangan penggemar. Dengan mempertimbangkan pencapaian mereka dalam pertempuran, kekuatan mentah, teknik, serta kontribusinya, kami telah menyusun peringkat kekuatan sejati dari para Pilar.
Baca Juga: Kenapa Kurenai Nekat Adu Genjutsu Lawan Itachi di Naruto? Ini Penjelasannya!
Berikut ini adalah ranking 10 Pilar terkuat di Demon Slayer, dari yang terlemah hingga yang paling kuat.
- Tanjiro Kamado (Pilar Tak Resmi, Pewaris Pernapasan Matahari)
Meski tak pernah secara resmi diangkat sebagai Pilar, Tanjiro Kamado layak ditempatkan di posisi pertama dalam daftar kekuatan sejati.
Ia adalah satu-satunya pendekar yang mampu menggunakan Pernapasan Matahari, teknik pernapasan asli dan paling kuat dari semua gaya bertarung. Dengan kekuatan ini, ia berhasil menyaingi bahkan Raja Iblis Muzan Kibutsuji.
Baca Juga: Sakamoto Days Cetak Rekor di Netflix, Kalahkan Dragon Ball dan Demon Slayer
Ia juga menjadi satu-satunya manusia yang bertahan hidup setelah disuntik dengan darah Muzan dan berubah menjadi iblis, lalu kembali menjadi manusia, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menunjukkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa, tidak dimiliki siapa pun di Korps.
Sebagai tokoh utama, Tanjiro secara naratif dan faktual memang mewarisi kekuatan pendekar tertinggi, dan tak berlebihan jika menyebutnya sebagai Pilar terkuat meski secara formal, ia tidak pernah menyandang gelar itu.
- Gyomei Himejima (Pilar Batu)
Gyomei Himejima secara eksplisit disebut sebagai Pilar terkuat oleh banyak karakter di Demon Slayer, termasuk oleh Kokushibo sendiri.
Baca Juga: Dibalik Kata 'Ara Ara' yang Bikin Gemas! Ini Arti dan Kenapa Sering Muncul di Anime
Meskipun buta, Gyomei memiliki persepsi spasial yang luar biasa dan kekuatan fisik yang menakutkan. Ia menggunakan senjata unik berupa kusarigama dan pedang berat yang dihubungkan rantai.
Selain kekuatan fisik dan teknik tinggi, Gyomei juga merupakan sosok spiritual yang stabil, menjadikannya Pilar yang paling seimbang secara mental, emosional, dan kekuatan.
Peringkat kedua diberikan karena secara statistik dan pengakuan dari musuh maupun sekutu, Gyomei adalah Pilar terkuat secara keseluruhan.
- Sanemi Shinazugawa (Pilar Angin)
Sanemi Shinazugawa adalah Pilar dengan kepribadian paling meledak-ledak, namun jangan salah, ia adalah salah satu pendekar paling kuat dan brutal dalam Korps.
Baca Juga: 8 Clue Tentang Lokasi Laugh Tale yang Sudah Pernah Dimunculkan Oda di One Piece
Dengan tubuh penuh luka hasil pertempuran melawan iblis, Sanemi menunjukkan kegigihan luar biasa yang bahkan membuat Kokushibo, Iblis Bulan Atas terkuat, mengakui kekuatannya.
Pengguna Pernapasan Angin ini memiliki gaya bertarung agresif, dengan gerakan cepat dan serangan tajam seperti badai.
Dalam pertarungan terakhir melawan Muzan, Sanemi kembali menunjukkan betapa tak tergoyahkan dirinya. Meskipun mengalami luka parah, ia terus menyerang tanpa ragu dan menjadi salah satu dari sedikit manusia yang bertahan hingga akhir pertempuran.
Baca Juga: Oda Pernah Spoiler Ending One Piece? Ini Cluenya Sejak 1999 sampai Sekarang!
Dengan semua pencapaiannya, posisi ketiga adalah tempat yang sangat pantas untuk Sanemi, si petarung berdarah panas dengan kekuatan dingin mematikan.
- Giyu Tomioka (Pilar Air)
Giyu Tomioka merupakan Pilar Air yang dikenal dingin dan serius. Ia adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan dunia pembasmi iblis kepada Tanjiro dan menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan protagonis utama.
Giyu adalah pengguna Pernapasan Air terbaik di generasinya, dengan teknik yang sangat presisi dan tajam. Pertarungannya bersama Tanjiro melawan Akaza memperlihatkan peningkatan besar dalam kekuatannya.
Baca Juga: Sering Dengar 'Yare Yare' di Anime? Ternyata Ini Artinya
Ia menunjukkan kedisiplinan dan ketangguhan mental luar biasa. Ia hampir tak pernah menunjukkan emosi dan berfokus sepenuhnya pada tugasnya sebagai Pilar. Kekuatannya tidak hanya terletak pada teknik, tetapi juga penguasaan emosi dan kemampuan bekerja dalam tim.
Posisi keempat sangat layak disematkan untuk Giyu, mengingat konsistensinya sepanjang cerita dan kemampuannya melawan salah satu iblis terkuat tanpa mengalami kekalahan fatal.
- Muichiro Tokito (Pilar Kabut)
Muichiro Tokito adalah contoh nyata bahwa usia muda bukan penghalang untuk menjadi pendekar kelas atas. Di usianya yang baru 14 tahun, ia sudah menjadi Pilar Kabut berkat bakat alaminya yang luar biasa.
Ia merupakan keturunan dari pengguna Pernapasan Matahari, yang menjelaskan potensi besarnya sejak awal. Dalam pertarungannya melawan Kokushibo, Iblis Bulan Atas Ranking 1, Muichiro menunjukkan loncatan kekuatan yang mencengangkan.
Ia adalah Pilar pertama dalam pertarungan tersebut yang berhasil melukai Kokushibo secara signifikan, bahkan menembus tubuhnya dengan pedang hitam yang ditempa ulang.
Baca Juga: 10 Karakter My Hero Academia yang Bisa Mengalahkan All Might di Masa Kejayaannya
Meski akhirnya gugur, peran Muichiro sangat krusial dalam pertarungan tersebut. Ia mengorbankan dirinya demi membuka celah bagi Gyomei dan Sanemi. Kecepatannya, kejernihan pikiran, serta ketangguhannya menjadikannya Pilar yang patut diperhitungkan, bahkan oleh musuh sekelas Kokushibo.
Peringkat kelima diberikan karena kekuatannya berada di atas rata-rata, dan meski usianya masih muda, ia mencapai hal luar biasa dalam waktu singkat.
- Tengen Uzui (Pilar Suara)
Tengen Uzui, sang Pilar Suara, dikenal berkat gaya bertarung flamboyan dan kepribadian eksentrik. Ia adalah mantan ninja dari klan shinobi dan menggabungkan keahlian ninjutsu ke dalam teknik pernapasan suaranya.
Baca Juga: Ranking Terbaru Top 5 Hero di My Hero Academia Terungkap, Deku Nomor 4?
Tengen menggunakan dua pedang besar yang terhubung dengan rantai serta berbagai alat peledak untuk memaksimalkan dampak serangannya.
Pertarungannya di Entertainment District Arc melawan Gyutaro dan Daki, Iblis Bulan peringkat 6, menunjukkan betapa tangguh dan adaptifnya Tengen.
Meski menghadapi dua musuh sekaligus dan kehilangan satu tangan serta mengalami luka serius, ia berhasil membantu Tanjiro dan kawan-kawan meraih kemenangan.
Namun, Tengen mengakui bahwa dirinya bukan yang terkuat di antara Pilar. Setelah pertarungan tersebut, ia pensiun karena cedera dan menyadari keterbatasan fisiknya. Dibandingkan Pilar lain yang terus bertempur sampai akhir, Tengen lebih cepat keluar dari medan perang.
Baca Juga: Kenapa Sabo Bisa Lolos dari Im Sama? Ini 3 Penjelasan Teorinya di One Piece!
- Kyojuro Rengoku (Pilar Api)
Kyojuro Rengoku adalah Pilar Api yang penuh semangat dan karisma. Ia menjadi favorit penggemar berkat dedikasi, keberanian, dan nilai moralnya yang tinggi. Dalam film Mugen Train, Rengoku menunjukkan kekuatan luar biasa saat bertarung melawan Akaza, Iblis Bulan Atas Rangking 3.
Dengan gaya bertarung yang eksplosif dan penuh api, Rengoku mampu mengimbangi Akaza meski akhirnya gugur. Keteguhan hatinya dan keputusannya untuk melindungi penumpang kereta dengan nyawa sendiri menjadikannya simbol kehormatan bagi Korps Pembasmi Iblis.
Ia bahkan melukai Akaza cukup parah, sesuatu yang sangat jarang dilakukan manusia biasa terhadap iblis bulan atas.
Meski sangat kuat, kekalahannya melawan Akaza menunjukkan bahwa Rengoku belum mencapai level tertinggi seperti Pilar lainnya. Namun potensi dan pengaruhnya dalam menginspirasi generasi muda seperti Tanjiro membuatnya sangat dihormati.
- Obanai Iguro (Pilar Ular)
Obanai Iguro adalah sosok pendiam namun sangat berdedikasi terhadap misi Korps Pembasmi Iblis. Ia menggunakan Pernapasan Ular, teknik yang mencerminkan gerakan licin dan tak terduga seperti reptil yang menjadi simbolnya.
Baca Juga: Kenapa Naruto Lebih Populer dari Boruto? Ini 7 Alasan Fans Setuju
Meskipun bertubuh kecil, Obanai memiliki ketangkasan dan akurasi dalam bertarung yang mematikan. Dalam pertarungan melawan Muzan, Obanai menunjukkan keberanian luar biasa dengan terus menyerang meski mengalami luka serius dan bahkan kehilangan penglihatannya.
Ia juga memiliki hubungan emosional kuat dengan Mitsuri, yang menjadi salah satu pendorong semangat juangnya hingga akhir hayat.
Namun, kekuatan fisiknya tidak sebanding dengan Pilar top-tier seperti Gyomei atau Sanemi. Keunggulan Obanai terletak pada kecepatannya, strategi pertempuran, serta kemampuan membaca gerak musuh.
Baca Juga: Apakah Cha Hae-In Menikah dengan Sung Jin-Woo di Solo Leveling? Ini Jawabannya!
- Mitsuri Kanroji (Pilar Cinta)
Mitsuri Kanroji dikenal sebagai Pilar yang paling ekspresif secara emosional. Namun jangan tertipu oleh kepribadiannya yang ceria, Mitsuri memiliki kekuatan fisik yang luar biasa berkat struktur ototnya yang unik, meski tubuhnya tampak ramping dan feminin.
Ia mampu mengangkat beban lebih dari ukuran tubuhnya dan bergerak dengan fleksibilitas ekstrem yang hampir tidak masuk akal.
Gaya bertarungnya yang memanfaatkan Pernapasan Cinta merupakan modifikasi dari Pernapasan Api, dengan gerakan yang berfokus pada kecepatan dan kelenturan.
Pedangnya yang berbentuk seperti cambuk panjang membuatnya bisa menyerang dari jarak jauh dengan akurasi tinggi. Mitsuri terbukti mampu bertarung seimbang melawan Iblis Bulan Atas, Zohakuten, salah satu klon dari Hantengu, dengan kegigihan dan semangat juang tinggi.
Baca Juga: 5 Anime Mirip Solo Leveling, Penuh Aksi Fantasi dan Karakter Overpower!
Namun demikian, dibandingkan Pilar lain seperti Sanemi atau Gyomei, Mitsuri kurang unggul dalam pertahanan dan strategi. Emosinya yang terkadang terlalu meledak-ledak juga bisa menjadi kelemahan saat menghadapi lawan yang licik. Di sisi lain, daya tahannya luar biasa, ia tetap bertarung meski tubuhnya mengalami luka berat.
- Shinobu Kocho (Pilar Serangga)
Shinobu Kocho dikenal karena sifatnya yang tenang dan senyuman yang tidak pernah luntur. Namun di balik wajah ramahnya, ia menyimpan dendam mendalam terhadap para iblis, terutama setelah kematian adik tercintanya, Kanae Kocho.
Meski memiliki tubuh mungil dan kekuatan fisik di bawah rata-rata Pilar lainnya, Shinobu menutupi kelemahannya dengan kecerdasan dan strategi bertarung.
Alih-alih memotong kepala iblis seperti pendekar biasa, Shinobu menggunakan racun khusus berbasis bunga wisteria yang mematikan bagi iblis. Keahliannya dalam kimia dan obat-obatan menjadikannya Pilar yang unik, ia menyerang bukan dengan kekuatan brutal, tetapi dengan presisi ilmiah.
Baca Juga: Tak Sekadar Hiburan, Ini Pengaruh Anime terhadap Sikap dan Karakter Pelajar Indonesia
Dalam pertarungan melawan Doma, Iblis Bulan Atas Rangking 2, Shinobu memainkan peran penting meski harus mengorbankan dirinya.
Namun, secara kekuatan mentah, ia tidak mampu menandingi Pilar lain dalam pertarungan langsung. Kelebihannya terletak pada taktik dan pengorbanan, bukan kekuatan ofensif langsung. Oleh karena itu, meski sangat penting secara strategis, posisinya berada di peringkat ke-10.
Editor : Jauhar Yohanis