KEDIRI, JP Radar Kediri – Dirilis bersamaan dengan film Jumbo pada 14 Februari 2025, lagu ini masih banyak diputar karena maknanya yang dalam menyentuh.
Film animasi Indonesia yang tayang perdana pada 14 Februari 2025 berhasil memikat jutaan penonton, tidak hanya karena ceritanya yang kuat dan emosional, tetapi juga karena lagu original sountrack-nya yang berjudul “Selalu Ada di Nadimu”.
Lagu ini dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari (BCL). Hingga kini, berbulan setelah filmnya tayang masih sering diputar diberbagai platfrom musik dan media sosial.
Tidak sedikit pula konten Tiktok, Reels, hingga video perpisahan sekolah juga banyak menggunakan lagu ini sebagai backsound karen alirik dan melodi emosionalnya.
Makna lagu ini sangat dalam
Makna lagu ini menggambarkan cinta abadi cinta abadi seorang ibu yang tetap hidup dalam doa dan kenangan anaknya.
Meskipun orang tua sudah tiada, kasih sayangnya seolah terus hidup, menyatu dalam “nadi” sang anak.
Dalam film Jumbo, lagu ini mengiringi momen penuh haru saat tokoh utama, Don, mengenang orang tuanya melalui buku dongeng warisan mereka.
Don digambarakan sebagai anak baik hati namun kerap dibully karena bertubuh besar. Lagu ini menjadi simbol kekuatan cinta dan harapan dalam menghadapi dunia yang keras.
Tak hanya versi BCL, lagu ini juga dinyanyikan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, pengisi suara karakter Don dan Meri.
Dalam versi duet anak-anak, lagu ini lebih ringan namun tetap emosional.
Meski filmya sudah tidak lagi tayang reguler di bioskop, lagu “Selalu Ada di Nadimu” membuktikan bahwa karya yang tulus dan bermakna bisa hidup jauh melampaui masa tayangnya.
Lagu ini kini telah menjadi bagian dari kenangan banyak orang, tentang keluarga, kehilangan, dan cinta yang tak pernah habis.
Editor : Jauhar Yohanis