Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sering Dengar 'Yare Yare' di Anime? Ternyata Ini Artinya

Internship Radar Kediri • Jumat, 9 Mei 2025 | 00:00 WIB

anime
anime

JP Radar Kediri – Bagi kalian para penggemar anime, terutama yang menyukai genre aksi, komedi, atau petualangan, ungkapan “Yare Yare” tentu sudah tidak asing lagi. 

Kata ini sering kali diucapkan oleh karakter-karakter tertentu ketika mereka merasa terganggu, bosan, atau sekadar ingin menunjukkan rasa lelah yang tersembunyi di balik sikap santai. 

Tapi tahukah kamu bahwa ungkapan ini sebenarnya punya makna yang cukup dalam dalam budaya Jepang? Lebih dari sekadar frasa khas karakter anime, "Yare Yare" mencerminkan ekspresi emosional yang telah lama digunakan dalam bahasa Jepang sehari-hari. 

Apa Arti “Yare Yare”?

Secara bahasa, “Yare Yare” merupakan ekspresi informal dalam bahasa Jepang yang biasa digunakan untuk mengungkapkan perasaan lega, frustasi ringan, atau kelelahan. 

Dalam bahasa Indonesia, ekspresi ini bisa diartikan sebagai Hadeh…”, “Ya ampun…”, “Aduh…” atau “Astaga…”, tergantung konteks penggunaannya. 

Baca Juga: Tak Sekadar Hiburan, Ini Pengaruh Anime terhadap Sikap dan Karakter Pelajar Indonesia

Ekspresi ini tidak memiliki arti harfiah yang spesifik, tetapi lebih condong sebagai seruan emosional yang menandai kelelahan fisik maupun mental dalam situasi tertentu. Biasanya diucapkan dengan nada malas atau helaan napas, yang semakin mempertegas nuansa ketidakpedulian atau kejengkelan ringan.

Dari Mana Asalnya Ungkapan Ini?

Secara historis, ungkapan "Yare Yare" memiliki akar dari kata kerja “yaru” yang berarti “melakukan”. Namun, dalam bentuk ganda seperti ini, maknanya menjadi idiomatik dan tidak lagi merujuk pada tindakan spesifik. 

Dalam budaya Jepang, pengulangan kata memang sering digunakan untuk menekankan perasaan atau memberikan efek dramatis, dan “Yare Yare” menjadi salah satu contohnya. 

Ungkapan ini telah digunakan sejak era Edo dalam berbagai bentuk sastra, drama kabuki, hingga percakapan masyarakat sehari-hari, terutama untuk menunjukkan perasaan campuran antara pasrah dan kelelahan.

Kapan dan Bagaimana “Yare Yare” Digunakan?

Dalam konteks percakapan, “Yare Yare” dapat muncul dalam berbagai situasi. Seseorang bisa mengucapkannya setelah menyelesaikan pekerjaan berat, sebagai ekspresi lega seperti, “Yare yare, akhirnya selesai juga.” 

Baca Juga: 5 Anime Isekai dengan Plot yang Unik dan Anti-Mainstream

Bisa juga digunakan saat menghadapi situasi yang menjengkelkan atau melelahkan secara mental, misalnya ketika melihat teman membuat masalah lagi “Yare yare, kamu lagi kamu lagi.” 

Maka dari itu, konteks dan intonasi memegang peranan penting dalam menentukan arti ungkapan ini dalam setiap percakapan.

“Yare Yare” dalam Anime Jepang

Salah satu alasan mengapa “Yare Yare” menjadi begitu populer adalah karena sering digunakan oleh karakter-karakter ikonik dalam anime. Ungkapan ini tidak hanya memperkuat kepribadian karakter, tetapi juga menjadi ciri khas yang mudah diingat oleh penonton. 

Misalnya, Jotaro Kujo dari serial JoJo’s Bizarre Adventure sangat dikenal dengan kalimat andalannya, “Yare Yare Daze”. Ungkapan ini diucapkan saat menghadapi situasi yang menurutnya merepotkan, sambil tetap menunjukkan ketenangan dan ketegasannya. 

Contoh lainnya adalah Gintoki Sakata dari Gintama yang menggunakan “Yare Yare” dalam nada sarkastik ketika berhadapan dengan kekonyolan teman-temannya. Sementara itu, karakter seperti Shikamaru Nara dari Naruto juga kerap kali menunjukkan rasa malas atau bosan yang serupa meskipun lebih dikenal dengan ekspresi “Mendokusē”.

Baca Juga: Gak Nyangka! 3 Anime Terkenal Ini Diam-Diam Angkat Budaya dan kuliner Indonesia, Ada Tempe dan Es Teler!

Penggunaan dalam Kehidupan Nyata di Jepang

Menariknya, meskipun sering terdengar dalam anime, “Yare Yare” tetap digunakan dalam kehidupan nyata masyarakat Jepang, terutama oleh kalangan yang lebih tua atau dalam situasi tertentu. 

Misalnya, seorang pekerja yang merasa letih usai hari panjang bisa saja menghela napas sambil berkata, “Yare Yare”. Namun, di kalangan anak muda modern, penggunaannya mungkin terdengar agak kuno atau teatrikal, sehingga lebih sering dipakai dalam konteks humor atau sebagai bagian dari imitasi karakter anime. 

Bahkan, di media sosial Jepang, penggunaan “Yare Yare” bisa menjadi bagian dari gaya bahasa khas wibu atau otaku yang ingin mengekspresikan suasana hati dengan cara yang unik.

Pada akhirnya, “Yare Yare” adalah contoh menarik dari bagaimana sebuah ungkapan dalam bahasa bisa menyebar dan berevolusi melalui media populer seperti anime. 

Dari asal-usul tradisional hingga menjadi simbol ekspresi di era modern, kata ini menunjukkan betapa dinamisnya bahasa Jepang, Jadi, lain kali kamu mendengar “Yare Yare”, kamu sudah tahu bahwa itu lebih dari sekadar kata malas “Yare Yare” adalah bagian dari budaya.(vyn)

Baca Juga: Terlalu Manis! Ini 5 Anime Romance Terbaru 2025 yang Bikin Senyam-Senyum Sendiri

Penulis: Muhammad Alvin Riandi Zahra

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#budaya #JoJos Bizarre Adventure #anime #Ungkapan #naruto #Shikadai Nara #aksi #komedi