JP Radar Kediri- Sound Horeg merupakan bentuk kreativitas komunitas hiburan pinggiran yang menggunakan truk atau pikap dimodifikasi penuh dengan speaker dan amplifier berdaya tinggi untuk menghadirkan dentuman bass ekstrem dan lampu strobo warna-warni dalam acara jalanan maupun hajatan desa.
Istilah “horeg” sendiri bermula dari dialek Jawa yang menggambarkan getaran dan gerakan tubuh pendengar ketika bass menggelegar. Meskipun awalnya dianggap sekadar hiburan kampung dalam beberapa tahun terakhir Sound Horeg mulai merambah festival budaya sekaligus menjadi fenomena viral di media sosial berkat cuplikan yang menggugah rasa penasaran audiens kota.
Fenomena ini diperkirakan berawal di wilayah Malang, Jawa Timur sekitar akhir 2010-an ketika sekelompok pemuda berusaha menghadirkan suasana klub malam ke kampung halaman dengan peralatan audio portabel murah meriah.
Sound Horeg kemudian didefinisikan sebagai sistem pengeras suara berukuran besar yang berfokus pada pertunjukan musik elektronik, remix dangdut koplo, dan lagu-lagu viral TikTok, lengkap dengan MC interaktif yang mengajak penonton menari.
Seiring kemajuan teknologi audio portabel dan akses mudah ke platform streaming alat amplifier dan speaker yang dulu mahal kini banyak tersedia di pasaran sehingga siapa pun bisa merakit unit Sound Horeg sendiri. Pada pertengahan dekade 2020-an penggunaan Sound Horeg mulai diundang di festival besar di Surabaya dan Jakarta serta acara car free day membuka peluang kolaborasi antara pelaku Sound Horeg lokal dan event organizer profesional. Tren ini semakin diperkuat oleh konten live streaming yang menampilkan suasana crowdsurfing dan kilatan lampu dynamic mapping.
Baca Juga: Pahami Pembagian Frekuensi Audio ini supaya Sound Horegmu Terdengar Lebih Clarity
Sound Horeg menciptakan ruang hiburan publik yang inklusif tanpa sekat tiket mahal atau dress code, sehingga mampu merangkul berbagai kalangan masyarakat. Namun intensitas suaranya juga menimbulkan keluhan polusi suara, kerusakan properti, dan kemacetan ketika truk berhenti di titik keramaian.
Pergulatan antara kegembiraan dan gangguan ini bahkan mendorong pemerintah daerah untuk merumuskan regulasi batas intensitas desibel dan jalur khusus agar keramaian tetap aman serta tertib.
Bagi para event organizer, Sound Horeg menawarkan nilai jual yang unik melalui engagement audiens tinggi dan konten viral yang mudah dikampanyekan lewat media sosial. Dengan tata panggung modular, teknik mixing profesional, serta lisensi hak kekayaan intelektual bagi desain visual dan audio, Sound Horeg dapat dijadikan konsep festival hip-local berskala menengah tanpa kehilangan aura merakyatnya. Inovasi selanjutnya bisa melibatkan video mapping, kolaborasi dengan DJ lokal, dan integrasi aplikasi interaktif agar pengalaman pendengar semakin imersif.
Secara keseluruhan, Sound Horeg membuktikan bahwa kreativitas hiburan rakyat mampu beradaptasi dan berkembang mengikuti selera modern. Dentuman bass yang dahulu hanya menggema di halaman kampung kini mengisi gelaran festival kota, memperlihatkan bahwa budaya jalanan dapat naik kelas menjadi daya tarik utama dalam industri event.
Editor : Puspitorini Dian Hartanti