JP Radar Kediri – Apakah kalian tahu? Industri anime tidak hanya bergantung pada penjualan manga atau DVD saja untuk menghasilkan uang.
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, cara-cara anime mendatangkan keuntungan pun ikut berubah. Salah satu sumber pendapatan yang saat ini sangat penting dalam dunia anime adalah melalui layanan streaming.
Dulu, jika ingin menonton anime, orang harus membeli kaset VHS, DVD, atau menontonnya di televisi lokal Jepang. Tapi sekarang, semuanya bisa dilakukan secara online.
Baca Juga: Keren! Ini Dia 5 Karya Anime yang Berhasil Masuk Ajang Oscar
Platform seperti Crunchyroll, Netflix, Amazon Prime Video, dan Disney+ telah menjadi jembatan antara industri anime Jepang dan penonton global. Melalui platform ini, anime tidak hanya ditayangkan untuk penonton di Jepang, tetapi juga dapat dinikmati oleh penggemar di seluruh dunia.
Hal yang membuat streaming menjadi sangat berharga adalah karena lisensi hak tayang internasional. Ketika sebuah studio anime menjual hak untuk menayangkan karyanya di negara lain, mereka mendapatkan pendapatan dari lisensi tersebut.
Platform streaming harus membayar sejumlah uang kepada pemilik lisensi anime agar bisa menayangkannya di wilayah tertentu. Nilai lisensi ini bisa sangat besar, tergantung pada popularitas anime-nya.
Baca Juga: 5 Ending Anime yang Jadi Perdebatan: Mana yang Paling Bikin Kontroversial?
Bahkan ada beberapa judul anime yang dibayar mahal oleh layanan streaming eksklusif untuk bisa menayangkannya pertama kali secara global.
Menariknya, pendapatan dari penjualan lisensi ini sering kali lebih besar daripada yang mereka dapatkan dari penayangan di Jepang saja. Karena, pasar luar negeri kini semakin berkembang.
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Brazil, Filipina, dan berbagai negara Eropa memiliki komunitas penggemar anime yang sangat besar. Hal ini menjadikan anime sebagai produk ekspor budaya yang sangat potensial dan menguntungkan.
Baca Juga: Mengenal Genre Shounen dan Seinen dalam Anime
Selain dari streaming dan lisensi distribusi, industri anime juga memiliki banyak sumber pendapatan lain. Misalnya, penjualan Blu-ray atau DVD tetap menjadi sumber pemasukan, meskipun tidak sebesar dulu.
Merchandise resmi juga menjadi sumber pemasukan besar. Mulai dari kaus, poster, gantungan kunci, hingga figurine karakter populer. Para penggemar yang ingin menunjukkan kecintaannya terhadap sebuah seri anime rela mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang ini.
Tidak jarang juga ada kolaborasi antara anime dengan merek pakaian, makanan, atau bahkan transportasi umum di Jepang.
Baca Juga: Jadi Salah Satu Anime Terpopuler, Ini 5 Alasan Kamu Harus Nonton Black Clover
Selain itu, event dan konser yang menampilkan pengisi suara (seiyuu) atau pertunjukan musik dari anime juga bisa mendatangkan banyak penghasilan. Tiket masuk, penjualan barang eksklusif event, hingga penayangan ulang event secara online juga menjadi bagian dari strategi pendapatan industri ini.
Jadi, begitulah kira-kira bagaimana anime menghasilkan uang di era modern ini. Dari penjualan lisensi streaming, merchandise, hingga event dan kolaborasi, semuanya berperan dalam menggerakkan industri ini. T
tidak heran jika banyak studio kini semakin serius dalam menargetkan pasar internasional, karena itulah yang akan mendukung pertumbuhan industri anime dalam jangka panjang.
Penulis: Muhammad Alvin Riandi Zahra.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira