JP Radar Kediri - Film Jumbo tercatat sebagai film animasi paling sukses dalam sejarah perfilman Indonesia di tahun 2025. Tidak disangka, dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan Jumbo tlah meraup sekitar 7,1 juta penonton.
Respon positif pun banyak diberikan oleh penonton pasca melihat Jumbo secara langsung.
Meskipun terlihat seperti film anak-anak biasa, Film Jumbo sarat akan makna dan pesan kehidupan. Hal ini menandakan bahwa kebijaksanaan tidak hanya datang pada orang dewasa saja, namun bisa dari seorang anak kecil yang dianggap tidak mengerti apa-apa soal dunia.
Apa yang Kamu Anggap Buruk Atau Biasa Saja Mungkin Baik Bagi Orang Lain
Don, karakter utama di film Jumbo, memang tidak memiliki orang tua. Namun, kondisi Don sangat berkecukupan dan memiliki nenek yang penuh kasih sayang. Rumah Don termasuk mewah dan memiliki makanan enak setiap saat. Don juga memiliki kedua teman yang baik. Kondisi Don membuat iri Atta, yang hanya memiliki seorang kakak laki-laki yang pontang-panting bekerja demi sesuap nasi setiap harinya.
Jangan Hanya Selalu Ingin Didengarkan, Belajarlah untuk Mendengar
Karena kekurangan kasih sayang dari orang tuanya, Don cenderung tidak mau mendengar orang lain. Ia merasa, bahwa hanya ceritanya saja yang pantas didengarkan. Akibat perilaku Don tersebut, teman-temannya kesal dan menjauh karena Don tidak mau belajar peduli kepada temannya sendiri.
Hubungan yang Baik Lebih Berharga Daripada Kekuasaan
Pak RT yang digambarkan sewenang-wenang hingga memanfaatkan jabatan dan kekuatannya untuk membongkar makam-makam yang ada menggambarkan kekuasaan bisa disalahgunakan jika berada pada orang yang tidak tepat. Di sisi lain, Don dan teman-temannya yang hanya anak kecil biasa, dapat mengatasi perbuatan Pak RT dengan bekerja sama untuk memancing Pak RT ke panggung yang sudah disiapkan oleh Acil. Di panggung yang gelap, Acil diam-diam menaruh microphone agar semua warga desa tahu apa yang telah diperbuat oleh Pak RT selama ini.
Sayangi Orang yang Kamu Cintai Sebelum Mereka Benar-Benar Pergi
Tokoh-tokoh yang ada di Film Jumbo mayoritas digambarkan yatim piatu. Baik itu Acil, Nurman, Atta, maupun Jumbo. Sepanjang film, mereka berusaha tetap tumbuh dengan baik dan bahu membahu meskipun terkadang sedih untuk mengingat fakta bahwa mereka tidak lagi memiliki orang tua yang lengkap saat ini.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira