Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenapa Gojo Kalah dari Sukuna? Ini Penjelasan Resmi Mangaka Jujutsu Kaisen!

Radyan Fahmi Asshidqi • Senin, 28 April 2025 | 16:50 WIB
Caption: Gojo Satoru, penyihir terkuat di Jujutsu Kaisen yang kalah oleh Sukuna
Caption: Gojo Satoru, penyihir terkuat di Jujutsu Kaisen yang kalah oleh Sukuna

JP Radar Kediri - Gojo Satoru merupakan penyihir terkuat dalam Jujutsu Kaisen namun akhirnya tumbang di tangan Sukuna. Kekalahan ini membuat banyak penggemar terkejut. 

Apa sebenarnya alasan di balik kekalahan Gojo? Gege Akutami pun buka suara. Kekalahan Gojo bukan karena ia lemah, Gege menjelaskan faktor utama di balik kejatuhan Gojo.

Sukuna berhasil melampaui batas normal manusia berkat adaptasi teknik Mahoraga. Hal ini membuat pertarungan berubah arah. Mahoraga menjadi kunci kemenangan Sukuna.

Shikigami itu mampu beradaptasi dengan teknik lawan, meski Gojo kuat, ia tak bisa bertahan selamanya. Sukuna menyerap adaptasi itu ke dirinya sendiri. Hasilnya, Gojo terluka dan akhirnya tumbang.

Baca Juga: Mengenal Genre Shounen dan Seinen dalam Anime

Gojo Kalah Bukan Karena Lemah, Tapi Karena Lengah

Dalam komentar resminya, Gege Akutami menegaskan bahwa Gojo Satoru bukan kalah karena kekuatannya lebih rendah dari Sukuna. Sejak awal, pertarungan mereka berlangsung seimbang. Bahkan, Gojo sempat mendominasi melalui penggunaan teknik Domain Expansion dan kontrol absolut atas Infinity.

Namun, Gojo membuat satu kesalahan besar. Ia percaya dirinya telah mengalahkan Sukuna setelah berhasil mengimbangi serangan dan teknik lawannya. Perasaan aman itu membuat Gojo sedikit lengah, membuka celah kecil dalam pertahanannya.

Gege Akutami menyatakan, dalam dunia Jujutsu Kaisen, pertarungan penyihir tingkat tinggi tidak ditentukan oleh kekuatan semata. Satu kesalahan kecil, satu momen lengah, bisa berujung fatal. Dan itulah yang terjadi pada Gojo Satoru.

Adaptasi Mahoraga

Sukuna tidak bertarung sendirian. Ia memanfaatkan Mahoraga, Shikigami terkuat dari Ten Shadows Technique, sebagai alat adaptasi. Mahoraga memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap teknik musuh, tidak peduli seberapa kompleks atau kuatnya teknik tersebut.

Baca Juga: 8 Anime Bertema Pahlawan yang Wajib Ditonton, Penuh Keseruan dan Karakter Overpower!

Dalam pertarungan itu, Mahoraga berhasil beradaptasi dengan Domain Expansion Gojo, Unlimited Void. Adaptasi Mahoraga bahkan berkembang hingga ke "ruang kosong" di antara dimensi. Adaptasi ini kemudian diserap oleh Sukuna, memungkinkannya untuk menyerang Gojo secara langsung di area yang seharusnya aman.

Gege menjelaskan, Sukuna tidak hanya menggunakan Mahoraga sebagai senjata, tetapi mengintegrasikan hasil adaptasinya untuk mengatasi batasan teknik Gojo. Inilah yang menjadi titik balik pertarungan.

Serangan Mematikan Mengincar Celah Gojo

Setelah Mahoraga berhasil menyesuaikan diri dengan teknik ruang kosong, Sukuna melancarkan serangan yang sangat spesifik. Ia menargetkan celah adaptasi yang terbentuk dari ruang tersebut. Gojo, yang saat itu sudah merasa unggul, tidak sempat merespons dengan sempurna.

Serangan Sukuna menghantam bagian vital tubuh Gojo, menyebabkan luka fatal. Luka ini yang akhirnya membuat Gojo tidak mampu melanjutkan pertarungan.

Gege Akutami mengonfirmasi bahwa di dunia nyata, mungkin Gojo bisa memenangkan pertarungan tersebut. Namun, dalam cerita ini, Gojo diposisikan untuk menghadapi konsekuensi dari sedikit rasa percaya diri berlebih dan lengah di saat kritis.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Anime Spring 2025 yang Wajib Kamu Tonton!

Tragedi Terbesar dalam Jujutsu Kaisen

Kematian Gojo bukan hanya mengubah jalannya cerita, tetapi juga menjadi salah satu tragedi terbesar di Jujutsu Kaisen. Gojo adalah simbol kekuatan, harapan, dan pertahanan terakhir dunia sihir.

Namun, Gege Akutami ingin menggambarkan dunia yang keras, di mana bahkan yang terkuat pun bisa jatuh karena kesalahan kecil. Ini menjadi pelajaran bahwa kekuatan absolut tidak menjamin kemenangan abadi.

Lewat kekalahan Gojo, Gege menegaskan realisme brutal dalam dunianya, memperkuat nuansa tragis dan kedalaman emosi dalam kisah Jujutsu Kaisen.

Kekalahan Gojo Satoru di tangan Sukuna bukan disebabkan oleh perbedaan kekuatan mutlak. Pertarungan mereka seimbang, namun kelengahan kecil Gojo, adaptasi Mahoraga terhadap teknik ruang kosong, dan serangan presisi Sukuna menjadi faktor penentu.

Penjelasan resmi dari Gege Akutami memperjelas bahwa di dunia Jujutsu Kaisen, kemenangan ditentukan oleh strategi, adaptasi, dan momentum. Bukan sekadar siapa yang lebih kuat.

Kisah ini menegaskan, bahkan penyihir terkuat pun bisa kalah jika kehilangan fokus, walau hanya sesaat. (***)

Editor : Jauhar Yohanis
#Mangaka Jepang #anime #one piece #Gojo Satoru Tewas Sukuna Menang