JP Radar Kediri - Film horor terbaru bertajuk Muslihat resmi tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 17 April 2025. Disutradarai oleh Chairun Nissa dan diproduksi oleh IM Pictures, film ini menghadirkan kisah mencekam yang dibalut unsur budaya lokal serta nuansa religius yang kuat.
Dibintangi oleh Asmara Abigail, Edward Akbar, Ajeng Giona, dan Tata Janeeta, Muslihat mengikuti kisah Jihan (Asmara Abigail) dan adiknya, Syafa (Ajeng Giona), yang harus menata ulang hidup mereka setelah kehilangan kedua orang tua akibat kecelakaan tragis. Mereka kemudian ditempatkan di sebuah panti asuhan tua yang terpencil.
Namun, harapan untuk memulai kehidupan baru berubah menjadi mimpi buruk. Panti asuhan tersebut ternyata menyimpan misteri kelam.
Sejak kedatangan Jihan dan Syafa, kejadian-kejadian aneh mulai muncul suara-suara misterius, kerasukan, dan kemunculan sosok wanita bernama Shinta (Tata Janeeta), yang menyanyikan lagu-lagu Sunda dengan nada mencekam.
Kisah menjadi semakin intens ketika Juna (Fatih Unru), pemuda dari pasar malam, ikut terseret dalam rentetan peristiwa ganjil. Salah satu puncak teror terjadi pada Rahma (Jacqueline Immanuela), penghuni panti yang mengalami kerasukan hingga meninggal dunia.
Gustaf (Edward Akbar), pengelola panti, mencoba mengusir kekuatan jahat dengan metode ruqyah. Namun, Jihan merasa metode itu justru bisa memperburuk kondisi adiknya, Syafa, yang mulai menunjukkan gejala kerasukan.
Di tengah kekacauan itu, muncul pertanyaan besar: apakah mereka benar-benar sedang melawan kekuatan jahat, atau justru sedang dimainkan oleh tipu daya iblis?
Film ini dibuka dengan visual menyeramkan sebuah rumah tua di desa terpencil, memperkenalkan atmosfer kelam sejak awal. Ketegangan terus meningkat seiring waktu, diperkaya dengan perpaduan elemen horor, mistis, dan religi yang solid.
Salah satu keunikan Muslihat adalah penonjolan budaya lokal yang kuat. Lagu-lagu berbahasa Sunda yang dibawakan Tata Janeeta, juga menjadi soundtrack utama film ini, memberi kesan otentik yang memperdalam suasana menyeramkan. Budaya tidak hanya dijadikan hiasan, tetapi menjadi bagian penting dari alur cerita.
Penulis:Akhmad Syahrul Amin
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira