Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengepungan di Bukit Duri Film Joko Anwar Tampilkan Wajah Kelam Pendidikan

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 15 April 2025 | 20:36 WIB
Poster film Pengepungan di Bukit Duri.
Poster film Pengepungan di Bukit Duri.

JP Radar Kediri - Film ternama Joko Anwar kembali mengguncang layar lebar lewat film terbarunya, Pengepungan di Bukit Duri. Dalam sebuah kesempatan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Joko mengungkapkan bahwa karya ini lahir dari kegelisahannya terhadap kondisi sosial di tanah air, khususnya isu pendidikan dan budaya kekerasan yang semakin mengakar.

Menurut Joko, sistem pendidikan di Indonesia belum menempati posisi sebagai prioritas utama, padahal hal tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, nilai moral, dan etika generasi muda.

Film Pengepungan di Bukit Duri mengambil latar di sebuah Indonesia yang berada di titik nadir—terpecah karena diskriminasi sosial dan kebencian yang meluas. Dalam situasi tersebut, Edwin (diperankan oleh Morgan Oey), seorang guru pengganti yang idealis, menerima tugas mengajar di SMA Duri, dengan misi pribadi menemukan keponakannya yang menghilang.

Namun, SMA Duri jauh dari sekolah biasa. Sekolah ini dikenal sebagai tempat para siswa bermasalah, penuh dengan kekacauan dan konflik. Apa yang awalnya tampak seperti tantangan mengajar biasa, berubah menjadi mimpi buruk ketika sekolah itu berubah menjadi medan pertempuran penuh kekerasan. Bersama rekan guru bernama Diana (Hana Malasan), Edwin harus berjuang bertahan hidup di tengah kekacauan yang tak hanya melanda sekolah, tetapi juga kota secara keseluruhan.

Film ini menyuguhkan ketegangan dan aksi yang memacu adrenalin, namun tetap sarat dengan kritik sosial yang tajam. Lewat alur yang intens dan penuh intrik, Joko Anwar mengajak penonton merenungkan pentingnya pendidikan, bahaya diskriminasi, serta pertarungan antara nilai-nilai kemanusiaan dan kekerasan dalam kondisi ekstrem.

Pengepungan di Bukit Duri tidak hanya menjadi hiburan semata, tapi juga seruan moral akan urgensi perubahan dalam sistem sosial dan pendidikan Indonesia.

 

Penulis:Akhmad Syahrul Amin

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#film bioskop #terbaru #film layar lebar #joko anwar