JP Radar Kediri - Film horor Pabrik Gula sukses menyedot perhatian penonton. Disutradarai oleh Awi Suryadi dan diadaptasi dari utas viral Simpleman, film ini tak hanya bikin penasaran, tapi juga menghadirkan ending yang bikin bulu kuduk berdiri.
Cerita dibuka dengan kedatangan sekelompok pekerja musiman ke sebuah pabrik gula tua. Mereka ditempatkan di losmen dengan aturan ketat, termasuk larangan keluar malam. Namun, aturan ini mulai dilanggar dan kejadian mistis pun bermunculan.
Salah satunya dialami oleh Wati, yang nekat keluar malam. Ia diganggu makhluk tak kasat mata. Lalu Fadhil, Naning, hingga Endah juga ikut merasakan keanehan di lingkungan pabrik.
“Ada pekerja yang nyaris diterkam, ada yang melihat penampakan makhluk menyerupai manusia di gudang tua,” begitu gambaran suasana mencekam yang ditawarkan film ini.
Baca Juga: Tradisi Manten Tebu Jadi Simbol Kolaborasi Petani dengan Pabrik Gula
Ritual Jaranan Gagal, Tumbal Diperlukan
Ketenangan makin terganggu saat ritual jaranan untuk menenangkan roh penunggu pabrik, Maharatu, justru gagal. Sang penunggu marah besar setelah perhiasan miliknya yang disimpan di gudang barat hilang.
Perhiasan itu ternyata diambil oleh Naning, tanpa sadar. Ia bisa melihatnya setelah melakukan hubungan terlarang dengan Hendra, calon suami Endah, di lokasi sakral tersebut.
Akibat pelanggaran itu, Maharatu menuntut sesaji baru: bukan lagi dua ekor sapi, melainkan “pengantin tebu”—sepasang manusia sebagai tumbal. Naning dan Hendra akhirnya dikorbankan, dikubur hidup-hidup untuk menenangkan amarah sang penunggu.
Dua Juta Penonton Lebih
Hingga kini, Pabrik Gula sudah ditonton lebih dari 2 juta penonton, berdasarkan unggahan resmi akun Instagram @pabrikgulafilm. Banyak yang menyebut film ini sebagai salah satu horor lokal dengan akhir paling mengejutkan tahun ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira