Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Review Film Jumbo, Tontonan Semua Umur yang Miliki Kesan Hangat

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 11 April 2025 | 21:08 WIB
Ilustrasi Film Jumbo Saat Don Bersama Nurman dan Mae
Ilustrasi Film Jumbo Saat Don Bersama Nurman dan Mae

JP Radar Kediri - Film animasi Jumbo tengah meramaikan bioskop Indonesia dengan cerita khas anak-anak yang dikemas menarik. Melalui banyak persiapan yang cukup memakan waktu lama, Jumbo hadir memberikan kisah yang fresh. 

Menampilkan karakter utama bernama Don yang memiliki badan berisi sehingga dijuluki Jumbo oleh orang-orang. Don sebenarnya tidak menyukai nama julukan itu. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak dan membiarkan orang-orang memanggilnya Jumbo.

Don mempunyai buku dongeng kesayangan yang dibuat oleh kedua orang tuanya yang telah meninggal karena kecelakaan mobil. Buku itu hampir selalu dibawa Don kemana saja. Don ceritakan ulang isi buku tersebut kepada teman-temannya.

Tidak semua orang menyukai Don. Selain memiliki badan yang besar, Don dianggap lelet sehingga banyak yang tidak mau bermain dengannya. Beruntung, Don masih memiliki nenek dan dua sahabat yang baik kepadanya. 

Kedua sahabat Don adalah Mae dan Nurman. Latar belakang keluarga mereka bertiga yang cukup mirip, yakni tidak memiliki orang tua lengkap, membuat mereka bisa saling bersimpati satu sama lain.

Suatu ketika, Don dan sahabat-sahabatnya bertemu hantu bernama Meri. Meri adalah anak kecil yang telah meninggal bertahun-tahun lalu. Meri meminta kepada Don, Mae, dan Nurman untuk mencari orang tuanya.

Akhirnya, Don berjanji akan mencari orang tua Meri. Dengan syarat, Meri harus mengambil kembali buku kesayangan Don yang telah diambil oleh orang lain.

Meskipun terlihat seperti film anak-anak polos dengan cerita sederhana, Film Jumbo menghadirkan alur cerita yang tidak terduga sepanjang 1 jam 40 menit. 

Pesan yang diselipkan serta karakteristik masing-masing tokoh digambarkan apik dan manusiawi.

Film Jumbo menggambarkan bahwa kedewasaan seseorang tidak bisa dinilai melalui umur. Grafik dan lagu pengiring juga menjadi komponen pendukung dalam menikmati film ini. 

Film Jumbo sangat disarankan untuk ditonton. Tidak hanya oleh anak-anak saja, remaja bahkan dewasa bisa menikmati film ini dan ikut terharu akan petualangan anak-anak yatim piatu mencari arti dibalik masalah dalam hidup.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#jumbo #film #2025 #review