JP Radar Kediri - Buku dengan latar sejarah cukup banyak digarap oleh para penulis Indonesia. Tak terkecuali dengan Orde Baru.
Orde Baru merupakan sebutan bagi pemerintahan di bawah kepresidenan Soeharto. Durasi periode pemerintahan Soeharto melebihi sepuluh tahun, membuat cukup banyak hal yang dapat dikenang dari zaman tersebut.
Penulis seperti Leila S. Chudori, ataupun Dee Lestari, menjadi sedikit dari banyak penulis yang menangkap peristiwa sejarah Orde Baru di dalam buku fiksi ciptaan mereka.
Rekomendasi Buku Berlatar Orde Baru
Laut Bercerita
Novel ini menceritakan perjuangan aktivis di masa Orde Baru yang tidak adil. Cerita berpusat pada Laut, seorang pemuda yang berpartisipasi dalam perjuangan pro-demokrasi.
Pembaca diajak menyelami pengalaman traumatis dari penangkapan, penyiksaan, dan kehilangan melalui alur maju-mundur. Bahasa yang puitis dan detail yang menyentuh membuat cerita ini terasa hidup, memberikan penghormatan kepada korban.
Pulang
Bercerita tentang apa yang terjadi pada tahun 1965 dan bagaimana hal itu berdampak besar pada karakter-karakternya, termasuk kehidupan mereka di pengasingan. Novel ini menceritakan perjuangan aktivis di masa Orde Baru yang tidak adil.
Cerita berpusat pada Laut, seorang pemuda yang berpartisipasi dalam perjuangan pro-demokrasi. Pembaca diajak menyelami pengalaman traumatis dari penangkapan, penyiksaan, dan kehilangan melalui alur maju-mundur.
Amba
Berpusat pada kisah cinta yang tragis di tengah tragedi Pulau Buru selama Orde Baru. Cerita ini menggabungkan elemen mitologi Mahabharata dan kisah nyata, menghasilkan cerita yang kompleks dan penuh makna.
Dua karakter utamanya, Amba dan Bhisma, membawa pembaca ke jalan cinta, penyesalan, dan harapan. Amba adalah karya sastra yang menyentuh dan mendalam karena gaya penulisan Laksmi yang indah dan penuh refleksi.
Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Novel ini menggabungkan sains, filosofi, dan tema sosial dari Orde Baru. Novel ini, yang memulai seri Supernova, menceritakan hubungan rumit antara tiga karakter utama—Reuben, Dimas, dan Rana. Buku ini bertema eksistensialisme.
Pengakuan Pariyem
Buku yang mengupas kehidupan masyarakat Jawa dalam sudut pandang seorang pembantu rumah tangga saat masa Orde Baru. Menggambarkan kehidupan Jawa melalui sudut pandang Pariyem, seorang pembantu rumah tangga, dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna.
Linus Suryadi menggunakan pendekatan lirik untuk menunjukkan pandangan masyarakat Jawa terhadap gender, budaya, dan struktur sosial pada masa itu.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira