Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

7 Momen Paling Mengharukan di One Piece yang Bikin Nangis!

Radyan Fahmi Asshidqi • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:27 WIB
Momen mengharukan dalam anime One Piece yang bikin nangis.
Momen mengharukan dalam anime One Piece yang bikin nangis.

JP Radar Kediri - One Piece, karya Eiichiro Oda yang terbit di Shonen Jump sejak lebih dari 25 tahun silam punya banyak momen emosional yang bisa membuat para penggemar meneteskan air mata.

Mulai dari perpisahan hingga pengorbanan yang menyayat hati, One Piece berhasil menghadirkan cerita yang mampu membuat penonton terharu.

Setiap arc hampir selalu menghadirkan momen emosional yang membekas di benak penggemar. Bahkan, ada beberapa adegan yang sampai sekarang masih jadi perbincangan karena begitu mengharukan.

Nah, berikut ini adalah tujuh momen paling menyentuh di One Piece yang dijamin bisa bikin air mata jatuh!

  1. Perpisahan dengan Going Merry

Going Merry bukan sekadar kapal bagi kru Topi Jerami. Ia adalah bagian dari keluarga. Setelah bertahun-tahun berlayar bersama, Merry akhirnya mencapai batasnya. Kapal kesayangan mereka tak bisa lagi bertahan setelah pertempuran di Enies Lobby.

Saat prosesi perpisahan, Oda menghadirkan momen paling menyentuh dengan memperlihatkan Merry yang "berbicara" untuk terakhir kalinya. Ia meminta maaf karena tidak bisa membawa mereka lebih jauh. Luffy dan yang lain menangis sejadi-jadinya, membuat para penggemar ikut merasakan kesedihan yang sama.

Adegan ini membuktikan bahwa bahkan sebuah kapal bisa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan karakternya. Kepergian Merry adalah salah satu momen paling memilukan dalam sejarah One Piece.

  1. Luffy vs Usopp

Persahabatan Luffy dan Usopp diuji ketika mereka berbeda pendapat soal kelangsungan Going Merry. Usopp, yang sangat terikat dengan kapal tersebut, menolak keputusan Luffy untuk menggantinya. Perdebatan berubah menjadi pertarungan yang menyayat hati.

Usopp berusaha sekuat tenaga melawan kaptennya sendiri, tetapi sejak awal sudah jelas bahwa Luffy lebih kuat. Meskipun menang, Luffy tak bisa menahan kesedihannya. Ia menangis dalam diam setelah pertarungan berakhir, sementara Usopp jatuh tak berdaya di tanah.

Momen ini tidak hanya menyedihkan karena pertarungan mereka, tetapi juga karena menunjukkan betapa berharganya persahabatan di dalam kru. Untungnya, di kemudian hari, mereka bisa kembali bersatu setelah Usopp meminta maaf dengan tulus.

Baca Juga: Kenapa Anime Shonen Modern Lebih Gelap Dibanding Era Naruto dan Bleach?

  1. Perpisahan dengan Vivi

Setelah membantu Topi Jerami menyelamatkan Alabasta, Vivi harus mengambil keputusan sulit. Ia sangat ingin ikut berlayar bersama mereka, tetapi tanggung jawab sebagai putri kerajaan mengharuskannya tetap tinggal.

Ketika kru akan berangkat, Vivi berbicara melalui Den Den Mushi, menanyakan apakah mereka masih akan menganggapnya sebagai teman. Namun, karena ada Marinir di sekitar, kru tidak bisa menjawabnya secara langsung. Sebagai gantinya, mereka semua mengangkat tangan dengan tanda X yang telah mereka buat sebelumnya sebagai simbol persahabatan.

Momen ini menjadi simbol bahwa meskipun mereka berpisah, persahabatan mereka tetap abadi. Para penggemar yang mengikuti perjalanan panjang di Alabasta pasti merasakan kesedihan mendalam saat melihat perpisahan yang penuh makna ini.

  1. Flashback Nami dan Bellemere

Masa lalu Nami dipenuhi penderitaan sejak kecil. Ia dan Nojiko dibesarkan oleh Bellemere, seorang mantan Marinir yang sangat menyayangi mereka. Namun, kebahagiaan itu hancur ketika Arlong datang menindas desa mereka.

Dalam salah satu adegan paling memilukan, Bellemere memilih untuk mengakui bahwa Nami dan Nojiko adalah anak-anaknya, meskipun ia tahu bahwa pengakuan itu berarti kematian. Dengan senyum di wajahnya, ia berkata bahwa ia adalah ibu mereka sebelum akhirnya ditembak oleh Arlong di depan mata Nami.

Tragedi ini menjadi alasan mengapa Nami begitu menderita dan berusaha keras mengumpulkan uang untuk menebus kebebasan desanya. Saat ia akhirnya meminta bantuan Luffy sambil menangis, momen itu terasa jauh lebih emosional karena latar belakang kelam yang dialaminya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Anime Terbaik Garapan Studio MAPPA yang Wajib Ditonton!

  1. Brook dan Lagu Binks no Sake

Brook dikenal sebagai karakter yang ceria dan sering bercanda. Namun, di balik senyum lebarnya, ada kisah yang sangat menyedihkan. Ia adalah satu-satunya yang selamat dari bajak laut Rumbar, dan harus menghabiskan puluhan tahun sendirian di lautan.

Momen paling menyayat hati adalah saat kilas balik tentang kru lamanya. Mereka semua terkena racun, dan di saat-saat terakhir mereka, mereka bernyanyi bersama "Binks no Sake" sebelum akhirnya satu per satu meninggal.

Brook memainkan lagu itu sendirian di kapal kosong, mengenang teman-temannya yang telah tiada. Momen ini begitu menyakitkan karena menunjukkan betapa kesepiannya Brook selama puluhan tahun, hingga akhirnya bertemu dengan kru Topi Jerami.

  1. Kematian Ace

Kematian Ace menjadi salah satu momen paling memilukan dalam One Piece. Setelah perjuangan panjang Luffy untuk menyelamatkannya dari eksekusi, Ace akhirnya berhasil dibebaskan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama.

Ketika Admiral Akainu menyerang Luffy, Ace dengan sigap melindungi adiknya. Ia menerima pukulan magma langsung di tubuhnya, menyebabkan luka fatal yang tak bisa disembuhkan. Momen saat Ace berbaring di pelukan Luffy, mengucapkan kata-kata terakhirnya tentang betapa bahagianya ia memiliki teman dan keluarga, benar-benar menyayat hati.

Luffy, yang sudah kehilangan banyak hal, akhirnya kehilangan kakaknya sendiri. Teriakan putus asa Luffy setelah Ace meninggal menjadi salah satu adegan paling emosional dalam sejarah anime dan manga.

Baca Juga: Bosan dengan MC Polos? ini 7 Rekomendasi Anime Dengan MC Anti Naif!

  1. Sanji Menangis di Pelukan Luffy

Sanji dikenal sebagai karakter yang keras kepala dan penuh harga diri. Namun, di arc Whole Cake Island, ia menghadapi dilema yang sangat berat. Ia dipaksa menikah dengan Pudding oleh keluarganya, sementara keluarganya sendiri terus menyiksanya sejak kecil.

Sanji akhirnya memutuskan untuk mengusir Luffy dan berbohong bahwa ia tidak ingin kembali. Namun, Luffy yang mengenal Sanji lebih baik daripada siapa pun menolak percaya. Ia tetap menunggu di tengah hujan, kelaparan, dan kelelahan, hingga akhirnya Sanji kembali.

Saat Sanji akhirnya menangis di pelukan Luffy, semua beban emosionalnya seakan tumpah ruah. Momen ini begitu menyentuh karena menunjukkan bahwa, tidak peduli seberapa keras ia mencoba menutupi perasaannya, Sanji tetap bisa menunjukkan kelemahannya di depan sahabatnya.

Editor : Jauhar Yohanis
#momen #haru #one piace #eiichiro oda #Usopp #Going Merry #luffy