JP Radar Kediri - Santet Segoro Pitu merupakan film yang diangkat dari kisah nyata di Semarang tahun 1983.
Film ini bermula dari sifat iri seorang kakak terhadap adiknya yang memiliki keluarga harmonis, lengkap, dan ekonomi mumpuni.
Kakak beradik itu memiliki usaha yang sama yaitu membuka warung.
Namun warung sang adik lebih laris daripada sang kakak.
Hal itu membuat sang kakak berhati gelap dan ingin membalas dendam.
Pada akhirnya sang kakak meminta bantuan seorang dukun untuk mengirimkan santet ke keluarga sang adik yang dikenal dengan santet segoro pitu.
Konon santet itu merupakan santet yang paling ampuh dari Jawa dibandingkan jenis santet lainnya.
Santet Segoro Pitu dibungkus dalam bingkisan hitam. Siapa saja yang membukanya akan menjadi korban.
Sejak santet itu dikirimkan, banyak kejadian-kejadian aneh yang menghantui keluarga sang adik.
Di tengah-tengah makan bersama, tiba-tiba Christian Sugiono yang berperan sebagai tokoh Sucipto muntah darah disertai belatung.
Lantas hal tersebut memicu panik sang istri bernama Marni beserta anak-anaknya di tengah makan malam.
Bahkan perut sang istri tiba-tiba sakit hebat dan dilarikan ke rumah sakit.
Setelah di USG ternyata di dalam perut istri terdapat ribuan paku akibat santet yang dikirimkan sang kakak beserta keluarganya.
Melihat kejanggalan-kejanggalan yang kerap terjadi di keluarganya Ari Irham yang berperan sebagai tokoh Ardi dan Sandrinna Michelle sebagai tokoh Syifa mencari tahu akan hal itu. Bahkan mereka juga menemui sesepuh yang ada di desanya.
Sesepuh menegaskan bahwa santet yang dikirimkan ke keluarganya selama ini tergolong kuat.
Ia juga berpesan apabila salah satu menemukan bingkisan hitam yang diletakkan di depan pintu jangan pernah diambil dan dibuka lagi.
Apabila pantangan itu dilanggar maka siapa saja yang sudah membukanya akan menjadi korban.
Ardi dan Syifa mengerti nasihat yang disampaikan sesepuh. Berbeda dengan adiknya yang paling kecil bernama Arif.
Ketika Arif hendak berangkat sekolah ia menemukan bingkisan aneh di depan rumah dan mengambilnya. Malam harinya Arif mengalami kejadian aneh dan meninggal.
Sang ibu merasa histeris ketika melihat salah satu anaknya telah menjadi korban santet yang dikirimkan sang kakak.
Tidak berhenti sampai di situ. Setelah kematian sang adik banyak serangkaian kejadian aneh yang menimpa keluarga Ardi dan Syifa.
Rumah yang semula nyaman kini terasa mencengkam. Ayah dan Ibunya juga telah menjadi korban santet segoro pitu setelah kematian adik bungsu.
Ardi dan Syifa berupaya menghentikan santet segoro pitu dengan menemui orang pintar.
Katanya, santet itu bisa hilang dengan menggunakan air dari tujuh titik pantai di tanah Jawa.
Selama pencarian air dari tujuh titik pantai banyak kejadian menyeramkan yang mengintai nyawa mereka.
Pasalnya makhluk gaib dari santet itu memiliki aura yang kuat dan ganas.
Makhluk gaib itu tidak segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya.
Film “Santet Segoro Pitu” memiliki nuansa horor dan unsur mistis yang kuat.
Penonton akan dibuat ngilu pada tiap alur yang disajikan dari film tersebut.
Tidak hanya sebagai hiburan menarik yang wajib ditonton. Tetapi di dalamnya juga memiliki nilai-nilai moral yang bisa dipetik.
Ditambah daya visual yang dominan merah darah dan hitam dari poster "Santet Segoro Pitu" menambah kesan menegangkan film yang akan ditayangkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah