Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

“Kowe Ngapusi, Jare Ngancani Aku” Malrani Emosi ke Wiji karena Ditinggal Pulang ke Kediri

Puspitorini Dian Hartanti • Rabu, 12 Maret 2025 | 08:05 WIB
Wiji menenangkan Malrani yang shock temannya terpaksa pulang (Youtube MasterChef Indonesia)
Wiji menenangkan Malrani yang shock temannya terpaksa pulang (Youtube MasterChef Indonesia)

JP Radar Kediri- Malrani, finalis Masterchef Indonesia season 2 benar-benar merasa kehilangan teman dan sahabatnya dalam waktu bersamaan. Puncaknya, saat mengetahui Wiji, finalis asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri juga dipulangkan juri membuat dirinya yang baru memenangkan tantangan pressure test berlari mendekati Wiji.

Kowe ngapusi, jare ngancani aku nang kene (Galeri Masterchef Indonesia season 2), ra bali nang omah, nang Kediri, tapi nang kene galeri (Kamu bohong, katanya menemaniku, bukan pulang ke Kediri, tapi menemani di galeri),” ucap Malrani dengan emosi ke Wiji.

Meski mendengarkan protes itu, Wiji tetap harus pulang dan meninggalkan pesan ke teman-temannya yang masih berkompetisi. “Ini murni kesalahan saya. Saya belajar lebih baik lagi. Untuk Malrani, jangan sedih ya meski kita semua sudah pulang, kita tetap sayang, masih bisa berkomunikasi, jangan lengah ya,” ucapnya. Dia juga meminta teman-temannya yang lain untuk tetap semangat. “Berkompetisi itu bukan dengan teman, tetapi dengan dirimu sendiri," tutupnya.

Seperti diketahui, Wiji gagal melalui tantangan highlight kesemek, setelah dia bersama empat finalis lainnya harus masuk pressure test karena gagal dalam tantangan tim. Pada episode ke-5 yang ditayangkan Sabtu (8/3) lalu, sebanyak 21 finalis mendapat tantangan beras.

Baca Juga: Wiji, Finalis Masterchef 12 dari Kediri Gagal Lanjut...Ini Penyebabnya..

Tantangan memasak beras ini muncul usai para peserta banyak yang gagal di challenge sebelumnya, yakni nasi tumpeng. Hampir seluruh peserta secara tim dinilai gagal menyajikan hidangan nasi tumpeng dengan bahan utama beras.

Pada akhirnya, tantangan beras-berasan ini akhirnya dimenangkan oleh Azwar dengan masakan bubur pedas melayu deli dengan ayam bakar. Ia otomatis lolos ke babak selanjutnya tanpa memasak lagi.

Pada babak selanjutnya Azwar dibebaskan memilih 4 tim dengan 5 anggota di masing-masing tim. Dia mengincar tim hijau yang terdiri dari Aqilah, Oji, Wiji, Oky, dan Malrani. Strategi ini berhasil. Tim hijau yang membuat es krim moci gagal memuaskan juri karena moci juga tidak kenyal.

Akhirnya kelima orang ini harus memasuki pressure test dengan mendapat tantangan mengolah makanan dengan bahan utama kesemek. Tantangan kesemek diberi waktu 60 menit. Aqilah yang menjadi ketua tim hijau membuat bakpao isi kesempek. Oky membuat puding dua lapis dengan hiasan buah kesemek di bagian atasnya.

Oji membuat bolu kesemek, sementara Malrani membuat badak mandi, yaitu bolah-bola dari olahan kesemek yang direndam fla putih dengan hiasan buah kesemek. Sementara Wiji yang akrab dipanggil Bude Wiji ini membuat pizza. Sayangnya buatan Wiji ini dinilai juri tidak matang. (*)

 

Editor : Puspitorini Dian Hartanti
#wiji indah arianti #kediri #kuliner #pare #MasterChef Indonesia #masterchef Indonesia season 12 #masterchef