Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perjalanan Haji di Masa Dahulu, Simak Ulasan Novel Rindu Karya Tere Liye yang Penuh Haru

admin redaksi • Selasa, 11 Maret 2025 | 02:00 WIB

Cover Buku Novel Rindu Karya Tere Liye
Cover Buku Novel Rindu Karya Tere Liye

JP Radar Kediri - Tere Liye merupakan nama penulis yang sudah lama berkarir di dunia buku. Nama aslinya adalah Darwis, lulusan dari Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tere Liye diketahui telah menulis sejak 2005. Tercatat, sudah ada lebih dari 40 buku yang telah ditulis oleh Tere Liye.

Buku-buku yang digarap oleh Tere Liye ada berbagai genre. Mulai dari romansa, keluarga, aksi, bahkan sampai politik.

Tulisan yang ekspresif dan penuh amanat adalah ciri khas dari Tere lIye. Meskipun aslinya seorang akuntan, Tere Liye membuktikan bahwa buku yang ia tulis bisa mengeksplorasi banyak cerita dan karakter yang inspiratif.

Tere Liye menulis untuk menyampaikan aspirasi dan mencerdaskan bangsa. Tulisannya bukan untuk hiburan semata, karena Tere Liye berharap dapat mengubah sesuatu dengan tulisannya.

Tidak hanya aktif menulis karya dan merilis buku hampir tiap tahunnya, Tere Liye juga aktif di media sosial instagram nya. Username Tere Liye adalah @tereliyewriter. Melalui akunnya, ia sering kali menuliskan opini mengenai peristiwa up to date dan bahasan menarik lainnya.

Baca Juga: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Buku Brian Khrisna yang Menceritakan Sisi Kelam Kehidupan

Berbicara tentang karya Tere Liye yang sukses, novel Rindu yang rilis pada 2014 adalah salah satunya. Novel Rindu termasuk buku mega best seller yang telah Tere Liye tulis.

Novel Rindu menceritakan bagaimana sulitnya zaman ketika berangkat haji menggunakan kapal. Perjalanan yang ditempuh bisa sampai berbulan-bulan bahkan satu tahun. Cobaan yang dihadapi demi sampai di tanah suci disorot sedemikian rupa pada novel ini.

Ternyata, untuk mencapai tanah suci tidak hanya memerlukan harta. Namun, kesiapan mental, keberanian, dan penerimaan diri terhadap masa lalu yang terjadi.

Ulasan Novel Rindu

Semua sibuk. Tidak hanya penumpang kapal yang akan menjadi pak haji dan ibu haji, awak kapal pun sibuk. Memotong makanan agar siap sedia di dapur umum. Menyiapkan air untuk penumpang, serta memastikan bahwa shift jaga berjalan dengan lancar.

Di dalam kapal itu juga, ada ulama. Para penumpang terkejut dan bahagia menemukan fakta akan ditemani perjalanannya oleh ulama cerdas yang bisa memberikan fatwa.

Satu persatu permasalahan di atas kapal terjadi. Kebanyakan, adalah masalah penerimaan diri. Merasa belum bisa melepaskan rasa bersalah melakukan dosa di masa lalu. Merasa tidak pantas untuk berhaji. Serta, ada yang patah hati dan merasa tidak sanggup untuk hidup lagi.

Baca Juga: Rekomendasi Buku Puisi Eyang Sapardi, Cocok Kamu Baca Sambil Menunggu Buka Puasa

Kerja sama dari semua penumpang dan awak kapal agar perjalanan dapat lancar sampai tujuan digambarkan dengan realistis di buku ini. Pertengkaran dan kedamaian yang berputar bak roda terjadi di atas kapal. Kuatnya kepercayaan antara satu sama lain menjadikan segala masalah terasa mudah dan dapat terlewati.

Bahkan ketika ternyata ada perompak laut, semua orang di atas kapal bahu membahu menyelamatkan anak-anak terlebih dahulu. Adegan aksi terselip sedikit di buku religi ini yang menjadikan suasana ketika membaca menjadi bercampur aduk dengan ketegangan tinggi.

Novel Rindu tidak hanya menyorot rasa bahagia jamaah ketika sampai di tanah suci. Tere Liye ingin menyampaikan bagaimana cara atau proses jamaah ketika mengarungi lautan demi sampai ke tanah suci.

Dengan proses yang panjang dan penuh perjuangan tersebut, hai yang didapatkan oleh para penumpang menjadi sangat berharga. Terlebih, beberapa diantara mereka ada yang ditakdirkan untuk tidak kembali lagi ke tanah air.

Amanat yang diberikan adalah untuk menghargai setiap proses dan momen dalam hidup. Meskipun sempat terpuruk, semua kepingan memori itu adalah milikmu sendiri.

Baca Juga: Komikus Pemula Wajib Baca Buku Ini!!

Oleh karena itu, memeluk masa lalu dan berdamai adalah satu-satunya cara agar bisa melangkah maju dengan tenang ke masa depan.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#novel #rindu #ulasan #rekomendasi #tere liye